Parenting is not all about giving ASI exclusive or home made MPASI,
it's about nourishing your kids with unconditional love.
Parenting is not about "breastfeeding my baby to have a great bonding with him",
it's about how to open the communication door with him for the rest of your life.
Parenting is not just about choosing natural birth and IMD,
It's about giving them the best in education and health.
And the most important thing is..
Parenting is not about judging other people's choices.
It's about respect others. And teaching your kids to do the same in their future.
*dedicated to all parents out there. keep on fighting, don't bother what people say.
Tuesday, July 27, 2010
Friday, June 25, 2010
Reality Bites!
Watching Italy played in this world cup was a total agony for me. The team lost its touch without a good playmaker and a creative leader. Andrea Pirlo was still recovering from his injury (although he's playing in the last match), and there's nobody around to lead the game.
The other thing is, the players were too old to play in the world cup. Maybe Lippi was still living in the past (in 2006, this formation was pretty amazing). But he forgot one important thing: people's getting older every year. And four years made a big difference.
It was very heartbreaking to watch Italian players running slowly in the field, always being catched up by their (young) opponents. The energy level was very low, and the deffence (which used to be very good with Cannavaro there), was very dissapointing.
I can't help but feeling sad for them. Most of them (including Canna and Lippi) are going to retire after the World cup. And the end of their career, was not a good one for them. The most frustrating game was the one with Slovakia. Very dramatic, lots of blunders, and lack of spirit. I miss my old Azzuri.
The big lesson of the year is: you can't count on your past victory. I will always love Filippo Inzaghi (my forever hero!), I will always remember Fabio Cannavaro, I will always admire Papa Lippi, I am gonna miss Alessandro Del Piero, and I will always think about Gennaro Gattuso with a smile.
But, it's time to move on. Regeneration is the main agenda for Azzuri. I can't wait for the "new" team to make a come back. And I am gonna have the same faith, the same passion, and the same love for them. See you in four years, my blue heroes. I'm sure we'll rock in Brazil!
The other thing is, the players were too old to play in the world cup. Maybe Lippi was still living in the past (in 2006, this formation was pretty amazing). But he forgot one important thing: people's getting older every year. And four years made a big difference.
It was very heartbreaking to watch Italian players running slowly in the field, always being catched up by their (young) opponents. The energy level was very low, and the deffence (which used to be very good with Cannavaro there), was very dissapointing.
I can't help but feeling sad for them. Most of them (including Canna and Lippi) are going to retire after the World cup. And the end of their career, was not a good one for them. The most frustrating game was the one with Slovakia. Very dramatic, lots of blunders, and lack of spirit. I miss my old Azzuri.
The big lesson of the year is: you can't count on your past victory. I will always love Filippo Inzaghi (my forever hero!), I will always remember Fabio Cannavaro, I will always admire Papa Lippi, I am gonna miss Alessandro Del Piero, and I will always think about Gennaro Gattuso with a smile.
But, it's time to move on. Regeneration is the main agenda for Azzuri. I can't wait for the "new" team to make a come back. And I am gonna have the same faith, the same passion, and the same love for them. See you in four years, my blue heroes. I'm sure we'll rock in Brazil!
Friday, June 04, 2010
Unbelievable Places
Ada sejumlah tempat yang pernah gue kunjungi, dan sampai sekarang gue nggak bisa lupa dengan tempat-tempat tersebut. Sebagian sangat berkesan karena kesempurnaannya yang seperti mimpi, membuat gue berharap suatu saat akan bisa kembali lagi ke sana. Tapi, sebagian lainnya berbekas di hati karena alasan yang bertolak belakang: tempatnya super duper busuk, mengecewakan yet unforgettable.
So, for the sake of memories, please let me reminisce for a while. And here they are!
1.Gili Nanggo, sebelah selatan pulau Lombok
Gue mendapat kesempatan ini saat bekerja di sebuah majalah lifestyle. Serasa ketiban durian runtuh, gue diminta untuk meliput perjalanan cruise dari Bali ke Lombok. Dan salah satu perhentian yang paling berkesan adalah di Gili Nanggo, tempat gue berkenalan dengan snorkeling untuk pertama kalinya. It was incredible! Ratusan sosok ikan dalam berbagai bentuk dan warna, melintas begitu saja di depan mata gue, berseliweran di air yang super jernih. Koral dan tumbuhan laut yang tak kalah indah juga membuat gue terkagum-kagum. Dan yang lebih gila, gradasi air laut dari biru muda ke biru gelap betul-betul sempurna. Yang paling menyenangkan? Pantainya masih sepi, serasa berada di pantai milik sendiri. It felt like the time has stopped.
2. Bandarawela, Sri Lanka
Ini pengalaman tak terlupakan, bukan karena menyenangkan, tapi lebih karena ke-spooky-annya. Gue menginap di sebuah hotel lama di kota kecil Bandarawela di daerah pegunungan Sri Lanka, saat mengikuti workshop bersama NGO Jerman tempat gue bekerja saat itu. Bukan saja hotel kolonial itu berbentuk bangunan tua, tapi kamarnya pun tidak berubah semenjak didirikan pertama kali. Tempat tidur besar bertiang besi, kamar mandi dengan bath tub model lama, dan cermin besar yang menyeramkan, benar-benar membuat tidur menjadi susah selama seminggu menginap di sana. Botol air panas yang diselipkan ke bawah selimut memang menyenangkan, tapi hidup tanpa TV di sana benar-benar suatu cobaan!
3. Boekenmarkt @ Utrecht, Holland
For a booklover like me, this place is like heaven! Aula besar yang dipenuhi oleh ribuan buku dari berbagai genre, dengan harga yang relatif murah, benar-benar sangat menggoda iman. Memang kebanyakan buku yang dijual berbahasa Belanda, tapi masih cukup banyak sisa buku berbahasa Inggris untuk memenuhi troli yang gue seret-seret selama acara belanja. And that smell of old books, hmmm...delicious...=)
4. Papua New Guinea, or Papua Nugini
Semboyan negara tetangga kita ini adalah "Expect the Unexpected". And that is so true! Sejak pertama menginjakkan kaki di negara ini, adaaaa saja kejadian aneh dan tak terduga yang gue alami bersama bos gue. Kalau bukan karena urusan pekerjaan, mungkin gue nggak akan pernah terpikir untuk berkunjung ke Papua Nugini. Dari mulai jembatan yang hilang tiba-tiba dan membuat kita harus berputar arah setelah menempuh lebih dari separuh perjalanan, penduduk yang suka bertelanjang kaki ke mana-mana, sampai bau menusuk hidung saat memasuki supermarket atau bank karena orang-orang di sama memiliki masalah utama: bau badan! Belum lagi kebiasaan mereka untuk mengunyah beetle nut yang menyerupai sirih (tetapi dicampur dengan bubuk yang bisa membuat orang high), dan meludahkannya ke mana-mana. Eewww....Oh, di Papua Nugini juga pengalaman pertama gue presentasi di depan ratusan petani, dan disambut oleh tarian tradisional yang super heboh.
5. Bvlgari Hotel, Bali
This one is a very luxurious experience. Lagi-lagi keberuntungan gue saat bekerja di majalah hedon. Salah satu hotel termahal di Indonesia ini berhasil gue kunjungi dan membawa kenangan tak terlupakan. Private villa yang gue tempati benar-benar mewah, dengan pool sendiri dan berbagai amenities merek Bulgari (mulai dari sabun sampai parfum, yang dengan suksesnya dibawa pulang). Hotel ini juga punya private beach yang bisa dicapai dengan cara turun melalui lift kaca yang menempel di tebing. Huhu, nggak mau pulaaangggg....
6. New York City in new year's eve
This is like my favorite city in the world, and I do hope that someday I could be back there. Gue beruntung sempat mengunjungi New York sebelum peristiwa 9/11, tepatnya di malam pergantian milenium. Semua orang sibuk mempersiapkan acara besar di kota itu, dan suasananya benar-benar tidak bisa dibeli oleh apapun. Times Square yang penuh kehebohan, toko-toko dengan promosi Y2K nya, orang-orang yang berlalu-lalang...Ditambah dengan menyempatkan diri menonton pertunjukan Broadway. Amazing.
7. Singapore Zoo
Kalau pergi ke Singapura, please sempatkan istirahat sejenak dari Orchard Road dan berkunjung ke kebun binatangnya. It's really worth your time! Salah satu kebun binatang terbaik di dunia, dan ditata dengan sangat-sangat rapi. Kalau dipikir-pikir betapa negara kecil yang miskin sumber daya ini bisa membuat atraksinya menjadi sangat menarik, agak menyebalkan juga sih. I love the polar bears and the lions. And I hope someday Ragunan could match this place!
8. Louvre Museum, Paris
Nggak perlu dibilang lagi, the most amazing museum I've ever been to. Satu hari penuh gue muter-muter di sini, tetep aja belum semuanya berhasil dilihat. Begitu banyak peninggalan sejarah disimpan di sini, dan gue sama sekali nggak ngerasa rugi ngeluarin uang buat bayar tiket masuknya. Apalagi setelah capek banget seharian keliling-keliling, gue bisa ngejogrok di bangku taman yang terletak persis di samping bangunan, sambil menikmati teriakan anak kecil dan hangatnya musim panas Paris. Ahhhh....perfecto.
9. Takengon, Aceh
Bukan suatu tempat yang menyenangkan, dan gue ke sini dalam rangka pekerjaan juga. Tapi tempat ini mampu membuka mata gue tentang realita kehidupan di Indonesia, khususnya di daerah konflik seperti Aceh. Hanya ada tiga restoran layak makan di seluruh kota, banyak keluarga yang kehilangan anggotanya akibat pemberontakan GAM, dan perkebunan kopi yang diselingi dengan tanaman ganja di sana-sini. Ow...and I stopped drink coffee after I went here...it was too much for me.
10. Strolling around Bandung
My hometown, my everlasting love. Entah sudah berapa kali gue mengungkapkan kecintaan gue sama kota Bandung di dalam blog ini.Mungkin Bandung yang sekarang sudah berbeda dengan Bandung yang gue kenang, tapi itu nggak menyurutkan rasa sayang gue sama kota ini. Menyusuri Taman Sari di sore hari sambil mendengarkan radio Oz, mampir sejenak di Warung Laos atau Selasar Sunaryo, jajan gorengan di Jalan Bungur, lalu mengobrol bersama orang-orang tersayang di rumah. It always makes me sad to think that how time flies so fast, and how my heart still belongs to the past sometimes...
Masih banyak sih, tempat yang tak terlupakan dalam perjalanan hidup gue. Lapangan bola ArenA di Amsterdam saat menonton Liga Champions, kota Berlin saat final Piala Dunia 2006, liputan di bundaran HI saat demo ribuan orang, menyusuri Las Ramblas di Barcelona, menginjak pasir Pantai Waikiki di Hawaii, menonton konser Jason Mraz di Java Jazz saat sedang hamil 3 bulan, honeymoon di Le Jardin Villa di Seminyak, atau merasakan salju pertama di Belanda...Maybe I will share about them again someday...=)
I cherised every second of my life..and I thank God for what I had so far...and for whatever I will have in the future.
So, for the sake of memories, please let me reminisce for a while. And here they are!
1.Gili Nanggo, sebelah selatan pulau Lombok
Gue mendapat kesempatan ini saat bekerja di sebuah majalah lifestyle. Serasa ketiban durian runtuh, gue diminta untuk meliput perjalanan cruise dari Bali ke Lombok. Dan salah satu perhentian yang paling berkesan adalah di Gili Nanggo, tempat gue berkenalan dengan snorkeling untuk pertama kalinya. It was incredible! Ratusan sosok ikan dalam berbagai bentuk dan warna, melintas begitu saja di depan mata gue, berseliweran di air yang super jernih. Koral dan tumbuhan laut yang tak kalah indah juga membuat gue terkagum-kagum. Dan yang lebih gila, gradasi air laut dari biru muda ke biru gelap betul-betul sempurna. Yang paling menyenangkan? Pantainya masih sepi, serasa berada di pantai milik sendiri. It felt like the time has stopped.
2. Bandarawela, Sri Lanka
Ini pengalaman tak terlupakan, bukan karena menyenangkan, tapi lebih karena ke-spooky-annya. Gue menginap di sebuah hotel lama di kota kecil Bandarawela di daerah pegunungan Sri Lanka, saat mengikuti workshop bersama NGO Jerman tempat gue bekerja saat itu. Bukan saja hotel kolonial itu berbentuk bangunan tua, tapi kamarnya pun tidak berubah semenjak didirikan pertama kali. Tempat tidur besar bertiang besi, kamar mandi dengan bath tub model lama, dan cermin besar yang menyeramkan, benar-benar membuat tidur menjadi susah selama seminggu menginap di sana. Botol air panas yang diselipkan ke bawah selimut memang menyenangkan, tapi hidup tanpa TV di sana benar-benar suatu cobaan!
3. Boekenmarkt @ Utrecht, Holland
For a booklover like me, this place is like heaven! Aula besar yang dipenuhi oleh ribuan buku dari berbagai genre, dengan harga yang relatif murah, benar-benar sangat menggoda iman. Memang kebanyakan buku yang dijual berbahasa Belanda, tapi masih cukup banyak sisa buku berbahasa Inggris untuk memenuhi troli yang gue seret-seret selama acara belanja. And that smell of old books, hmmm...delicious...=)
4. Papua New Guinea, or Papua Nugini
Semboyan negara tetangga kita ini adalah "Expect the Unexpected". And that is so true! Sejak pertama menginjakkan kaki di negara ini, adaaaa saja kejadian aneh dan tak terduga yang gue alami bersama bos gue. Kalau bukan karena urusan pekerjaan, mungkin gue nggak akan pernah terpikir untuk berkunjung ke Papua Nugini. Dari mulai jembatan yang hilang tiba-tiba dan membuat kita harus berputar arah setelah menempuh lebih dari separuh perjalanan, penduduk yang suka bertelanjang kaki ke mana-mana, sampai bau menusuk hidung saat memasuki supermarket atau bank karena orang-orang di sama memiliki masalah utama: bau badan! Belum lagi kebiasaan mereka untuk mengunyah beetle nut yang menyerupai sirih (tetapi dicampur dengan bubuk yang bisa membuat orang high), dan meludahkannya ke mana-mana. Eewww....Oh, di Papua Nugini juga pengalaman pertama gue presentasi di depan ratusan petani, dan disambut oleh tarian tradisional yang super heboh.
5. Bvlgari Hotel, Bali
This one is a very luxurious experience. Lagi-lagi keberuntungan gue saat bekerja di majalah hedon. Salah satu hotel termahal di Indonesia ini berhasil gue kunjungi dan membawa kenangan tak terlupakan. Private villa yang gue tempati benar-benar mewah, dengan pool sendiri dan berbagai amenities merek Bulgari (mulai dari sabun sampai parfum, yang dengan suksesnya dibawa pulang). Hotel ini juga punya private beach yang bisa dicapai dengan cara turun melalui lift kaca yang menempel di tebing. Huhu, nggak mau pulaaangggg....
6. New York City in new year's eve
This is like my favorite city in the world, and I do hope that someday I could be back there. Gue beruntung sempat mengunjungi New York sebelum peristiwa 9/11, tepatnya di malam pergantian milenium. Semua orang sibuk mempersiapkan acara besar di kota itu, dan suasananya benar-benar tidak bisa dibeli oleh apapun. Times Square yang penuh kehebohan, toko-toko dengan promosi Y2K nya, orang-orang yang berlalu-lalang...Ditambah dengan menyempatkan diri menonton pertunjukan Broadway. Amazing.
7. Singapore Zoo
Kalau pergi ke Singapura, please sempatkan istirahat sejenak dari Orchard Road dan berkunjung ke kebun binatangnya. It's really worth your time! Salah satu kebun binatang terbaik di dunia, dan ditata dengan sangat-sangat rapi. Kalau dipikir-pikir betapa negara kecil yang miskin sumber daya ini bisa membuat atraksinya menjadi sangat menarik, agak menyebalkan juga sih. I love the polar bears and the lions. And I hope someday Ragunan could match this place!
8. Louvre Museum, Paris
Nggak perlu dibilang lagi, the most amazing museum I've ever been to. Satu hari penuh gue muter-muter di sini, tetep aja belum semuanya berhasil dilihat. Begitu banyak peninggalan sejarah disimpan di sini, dan gue sama sekali nggak ngerasa rugi ngeluarin uang buat bayar tiket masuknya. Apalagi setelah capek banget seharian keliling-keliling, gue bisa ngejogrok di bangku taman yang terletak persis di samping bangunan, sambil menikmati teriakan anak kecil dan hangatnya musim panas Paris. Ahhhh....perfecto.
9. Takengon, Aceh
Bukan suatu tempat yang menyenangkan, dan gue ke sini dalam rangka pekerjaan juga. Tapi tempat ini mampu membuka mata gue tentang realita kehidupan di Indonesia, khususnya di daerah konflik seperti Aceh. Hanya ada tiga restoran layak makan di seluruh kota, banyak keluarga yang kehilangan anggotanya akibat pemberontakan GAM, dan perkebunan kopi yang diselingi dengan tanaman ganja di sana-sini. Ow...and I stopped drink coffee after I went here...it was too much for me.
10. Strolling around Bandung
My hometown, my everlasting love. Entah sudah berapa kali gue mengungkapkan kecintaan gue sama kota Bandung di dalam blog ini.Mungkin Bandung yang sekarang sudah berbeda dengan Bandung yang gue kenang, tapi itu nggak menyurutkan rasa sayang gue sama kota ini. Menyusuri Taman Sari di sore hari sambil mendengarkan radio Oz, mampir sejenak di Warung Laos atau Selasar Sunaryo, jajan gorengan di Jalan Bungur, lalu mengobrol bersama orang-orang tersayang di rumah. It always makes me sad to think that how time flies so fast, and how my heart still belongs to the past sometimes...
Masih banyak sih, tempat yang tak terlupakan dalam perjalanan hidup gue. Lapangan bola ArenA di Amsterdam saat menonton Liga Champions, kota Berlin saat final Piala Dunia 2006, liputan di bundaran HI saat demo ribuan orang, menyusuri Las Ramblas di Barcelona, menginjak pasir Pantai Waikiki di Hawaii, menonton konser Jason Mraz di Java Jazz saat sedang hamil 3 bulan, honeymoon di Le Jardin Villa di Seminyak, atau merasakan salju pertama di Belanda...Maybe I will share about them again someday...=)
I cherised every second of my life..and I thank God for what I had so far...and for whatever I will have in the future.
Wednesday, May 19, 2010
Peer Pressure
It's so naive of me to think that peer pressure had ended when I left my teenage days. Nope, it's definitely not!
Awalnya karena mewabahnya Blackberry dalam keluarga gue, mulai dari keluarga inti sampai keluarga besar, yang dilanjutkan dengan terbentuknya grup-grup berisikan orang-orang itu, dan tentunya gosip-gosip seru.
Lalu, suatu hari yang damai, tiba-tiba aja bokap gue terinspirasi untuk membelikan gue Blackberry ini. Yang sebenarnya sudah gue tolak dengan sopan, bahkan menyarankannya untuk mengganti hadiah itu dengan handphone merk lain, atau mentahnya sekalian.
Tapi ternyata sang bokap (didukung seisi rumah yang sudah ber Blackberry) tetap keukeuh. Dan gue juga nggak kalah keukeuhnya donk, untuk tetap bertahan dengan Sony Ericsson pinjeman suami yang udah nyala-mati nggak menentu. Gue nggak mau jadi budak teknologi, atau mendadak autis nggak jelas..
Hmmm...apa daya, tekanan lingkungan sekitar emang lebih menggila. Dari gosip seru sampai berita penting (puncaknya waktu tante gue meninggal dan gue telat tau gara-gara hebohnya udah di BB duluan), akhirnya gue menyerah.
So here I am...with my Bold in hand, trying to adjust myself with this silly little thing, and becoming more and more aware of the blinking red light in the right corner of it. ARGH!
Awalnya karena mewabahnya Blackberry dalam keluarga gue, mulai dari keluarga inti sampai keluarga besar, yang dilanjutkan dengan terbentuknya grup-grup berisikan orang-orang itu, dan tentunya gosip-gosip seru.
Lalu, suatu hari yang damai, tiba-tiba aja bokap gue terinspirasi untuk membelikan gue Blackberry ini. Yang sebenarnya sudah gue tolak dengan sopan, bahkan menyarankannya untuk mengganti hadiah itu dengan handphone merk lain, atau mentahnya sekalian.
Tapi ternyata sang bokap (didukung seisi rumah yang sudah ber Blackberry) tetap keukeuh. Dan gue juga nggak kalah keukeuhnya donk, untuk tetap bertahan dengan Sony Ericsson pinjeman suami yang udah nyala-mati nggak menentu. Gue nggak mau jadi budak teknologi, atau mendadak autis nggak jelas..
Hmmm...apa daya, tekanan lingkungan sekitar emang lebih menggila. Dari gosip seru sampai berita penting (puncaknya waktu tante gue meninggal dan gue telat tau gara-gara hebohnya udah di BB duluan), akhirnya gue menyerah.
So here I am...with my Bold in hand, trying to adjust myself with this silly little thing, and becoming more and more aware of the blinking red light in the right corner of it. ARGH!
Monday, April 05, 2010
Surreal
Salah satu hal paling menakutkan dalam hidup adalah kehilangan. Terutama sesuatu yang kita sayangi. Entah itu permanen atau sementara, semuanya sama menyakitkan.
Dan setelah ketakutan itu menjadi kenyataan, tiba-tiba kita seperti hidup dalam dunia yang lain. Yang tidak nyata. Segala sesuatu terasa surreal. Terkadang kita lupa, yang kita sayangi sudah pergi. Sekelebat wanginya, sekilas suaranya, atau secuil kenangan tentangnya, suka tiba-tiba menyeruak ke dalam kehidupan kita. Dan butuh sekian detik yang membuka pedih, sampai akhirnya kita disadarkan kalau semuanya hanya ilusi, arsip dari memori.
Dan pada suatu saat, kita dipaksa untuk menerima. Melepaskan. Dan merelakan.
To our dearest Tante Joyce, may your soul rest in peace. The world will the never be the same without you.
Dan setelah ketakutan itu menjadi kenyataan, tiba-tiba kita seperti hidup dalam dunia yang lain. Yang tidak nyata. Segala sesuatu terasa surreal. Terkadang kita lupa, yang kita sayangi sudah pergi. Sekelebat wanginya, sekilas suaranya, atau secuil kenangan tentangnya, suka tiba-tiba menyeruak ke dalam kehidupan kita. Dan butuh sekian detik yang membuka pedih, sampai akhirnya kita disadarkan kalau semuanya hanya ilusi, arsip dari memori.
Dan pada suatu saat, kita dipaksa untuk menerima. Melepaskan. Dan merelakan.
To our dearest Tante Joyce, may your soul rest in peace. The world will the never be the same without you.
Thursday, March 11, 2010
Old One, New One
To make a change for my blog is such a big deal to me. The last time I made a template change was in 2003, a few months after I started this blog. So it's almost seven years ago! Imagine how many new blogs were emerging in that period of time. Of course with a better technology, cool templates, and various topics.
My reader friends had always associated my blog as a "simple, blue blog". I don't like the confusion of html and programming language. That's why I didn't really care about how my blog looked like. For me, what's inside it is the most important thing.
Until, haloscan, my comment provider, was closing its account, and all my comments were suddenly gone. I accepted the fact with a broken heart. For me, the comments represented my friends..people who always cared for me, for what I thought, even the unimportant ones. Sometimes, I met people for the first time through this blog, and became good friends with them, although we never even met in the "real" world. (hello, flo! Please keep on blogging...)
But still, life must go on, and I decided this is the right time to start a new page. Well, not a new blog for sure, only a little change that could brighten my days. The content is still the same. The writer, despite her current status as a mum and wife, is still the same girl as the one who started blogging seven years ago. Maybe some lessons throughout the years had harden her heart, and some experience had made her a bit more mature. But she's still the girl who fell in love with words, and she will always be. No matter what.
Thanks for keep reading my blog, guys! =)(whoever you are..)
My reader friends had always associated my blog as a "simple, blue blog". I don't like the confusion of html and programming language. That's why I didn't really care about how my blog looked like. For me, what's inside it is the most important thing.
Until, haloscan, my comment provider, was closing its account, and all my comments were suddenly gone. I accepted the fact with a broken heart. For me, the comments represented my friends..people who always cared for me, for what I thought, even the unimportant ones. Sometimes, I met people for the first time through this blog, and became good friends with them, although we never even met in the "real" world. (hello, flo! Please keep on blogging...)
But still, life must go on, and I decided this is the right time to start a new page. Well, not a new blog for sure, only a little change that could brighten my days. The content is still the same. The writer, despite her current status as a mum and wife, is still the same girl as the one who started blogging seven years ago. Maybe some lessons throughout the years had harden her heart, and some experience had made her a bit more mature. But she's still the girl who fell in love with words, and she will always be. No matter what.
Thanks for keep reading my blog, guys! =)(whoever you are..)
Sunday, February 28, 2010
Working Mum
One of the hardest decisions I've ever made was to get back to work again after spending so many beautiful moments with my boy as a stay at home mom. I've never realized how priceless it is to look at baby yo's face whenever I want to, or to hold him tight every time I want to express my feeling for him.
Now, I become one of the working mums, just like my mum when I was growing up. It's tough, because everytime I miss him, I couldn't just go to his room and playing with him. The only way to lighten my mood is looking his photos in my facebook page...
I never knew how hard it is to leave your child in the house, even though only for 8 hours. Suddenly, you just don't care about the carrier path anymore, about the overtime, the business trips...The only thing you want to do is coming home early, to catch up with your little one, playing with him before he falls asleep.
And I promise myself, if I have a choice, I would take a different way. Really I would.
Now, I become one of the working mums, just like my mum when I was growing up. It's tough, because everytime I miss him, I couldn't just go to his room and playing with him. The only way to lighten my mood is looking his photos in my facebook page...
I never knew how hard it is to leave your child in the house, even though only for 8 hours. Suddenly, you just don't care about the carrier path anymore, about the overtime, the business trips...The only thing you want to do is coming home early, to catch up with your little one, playing with him before he falls asleep.
And I promise myself, if I have a choice, I would take a different way. Really I would.
Saturday, January 30, 2010
Almost Four Months!
Yap, almost four months since baby Yofel came to our life...Gimana rasanya? Yang jelas, kadang masih suka nggak percaya, ada makhluk mungil yang suka tidur di tengah-tengah kita, yang bangunin kita tengah malem dengan suara kencengnya, yang bisa bikin kita rela ngorbanin apa aja supaya dia senang...
Tapi di sisi lain, ada juga hari-hari di mana rasa kangen sama masa lalu menyeruak. Ya, kangen jalan sama temen-temen tanpa harus pusing mikirin gimana Yofel ditinggal di rumah...Kangen bisa baca novel dari pagi sampai malem tanpa harus diinterupsi sama suara tangisan yang membahana =p, dan yang pasti...kangen sama masa pacaran, jalan berdua aja, traveling somewhere, dan jalan ke mal atau supermarket tanpa harus mikirin naiknya harga pampers atau susu =)
Yang pasti, semua ada trade off-nya, termasuk menjadi seorang ibu. Dan apa yang sudah gue pelajari selama hampir 4 bulan menyandang status ini?
Banyak.
Yaaa, gue nggak akan going detail sama semua urusan kecil-kecil tentang merawat bayi, cara memandikan, menyusui, mengganti popok, dan hal-hal lain semacam itu, karena percayalah, gue juga bukan expert-nya. Gue masih suka takut ngebalikin badan Yofel kalo lagi mandiin dia, gue bukan orang yang sukses menjalankan program ASIX alias ASI eksklusif, dan pengetahuan gue tentang tangisan bayi juga masih nggak jauh beda dengan saat pertama kali gue menjadi ibu. Jadi, gue hanya mau share aja di sini, siapa tahu bisa menjadi masukan untuk para calon ibu di luar sana...
Poin terpenting yang gue pelajari adalah, there will always be comparisons. Mulai dari "lahiran normal atau C-section", "ASI atau formula", "dokter ini atau dokter itu", "cloth diapers atau disposable diapers", dan lain-lain. Dan nggak akan pernah ada jawaban terbaik untuk semua orang. Semuanya tergantung pada banyak faktor yang berbeda untuk setiap individu. Jadi, please...jangan memaksakan pendapat kita, because if it worked out for you, that doesn't mean it will work out for everybody.
Lalu, jangan terlalu jiper deh, kalau ketemu sama ibu-ibu lain yang suka bertanya-tanya, umur berapa bayinya, berat berapa, ASI nggak, udah bisa ngapain aja, udah tumbuh gigi belum, dan lain-lain. Perkembangan setiap bayi itu berbeda-beda, meskipun memang ada patokan umumnya, seperti yang bisa dibaca di buku atau website. Tapi jangan terlalu stress juga kalau ternyata bayi kita sedikit terlambat bicara, atau merangkak, atau beratnya sedikit di bawah rata-rata. Selama kita terus konsultasi dengan dokter dan semua oke, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terlalu besar. Oya, rumus jangan jiper ini juga berlaku kalau kita berkunjung ke blog atau milis para ibu muda. Banyak ibu yang suka mendokumentasikan perkembangan bayinya dengan detail di blog mereka, dan kadang suka serem kalau membaca betapa bayi-bayi lain begitu pintar dan hebat dibanding bayi kita! Yah, namanya juga ibu-ibu, pastinya senanglah membanggakan bayi sendiri.
Untuk masalah ASI, gue juga ada pengalaman. Mungkin ini berawal dari kekurangtahuan gue, ditambah sifat gue yang nggak tegaan. Yang jelas, di awal kelahirannya, Yofel sangat-sangat suka menangis. Gue yang memang belum menghasilkan banyak ASI, akhirnya menyerah dan memberikan susu dalam botol. Inilah awal perkenalan botol yang terlalu cepat untuk Yofel. Gue memang masih sering memompa ASI, karena gue lebih tenang kalau tahu Yofel sudah minum beapa mili untuk hari itu (apalagi nangisnya memang nggak berhenti-berhenti, jadi gue suka khawatir sendiri dia memang belum cukup minum). Awalnya lumayan, bisa dapet 150 ml sekali mompa, meski harus diselang beberapa jam. Tapi kebiasaan minum dari botol inilah yang akhirnya jadi bumerang untuk gue, karena Yofel jadi nggak mau menyusui langsung, mungkin karena sudah biasa menyedot botol, yang tekniknya berbeda dari menyusui langsung. Dan tanpa dirangsang oleh Yofel, habislah persediaan ASI gue.Karena setelah gue baca di literatur, ASI memang keluar karena dirangsang bayi, bukan karena dipompa terus menerus. Oke. This is a big lesson for me.
Yang lebih menyedihkan, meski sudah minum banyak, Yofel tetap menangis dan menjerit-jerit setiap hari. Gue panik, bingung, sedih, dan kesal. Mau bawa dia jalan-jalan kok takut dia ngamuk. Mau ngapa-ngapain jadi nggak tenang. Kalau nangis bisa sampai berjam-jam,kadang nggak ada yang bisa menenangkan dia, bahkan setelah digendong, disusuin, dan sebagainya. Pernah, seorang tetangga depan apartemen gue mengetuk pintu saking berisiknya Yofel. Dan gue nggak bisa menyalahkan dia juga. Gue aja rasanya udah hampir depresi.
Barulah setelah konsultasi dengan dokter, baca buku dan browsing internet, juga ngobrol dengan teman-teman yang sudah lebih dulu menjadi ibu, gue jadi tahu kalau Yofel ternyata menderita kolik. Whatttt? Awalnya sedih dan nggak bisa percaya. Kenapa harus Yofel? gitu pikir gue. Menurut statistik, 1 dari 5 bayi memang berpotensi kena kolik. Tapi kenapa Yofel harus jadi yang minoritas? Kayanya sebel banget dan nggak bisa terima. Kolik belum ada penyebab pasti, yang jelas sindromnya adalah menangis selama minimal 3 jam dalam sehari, 3 hari dalam seminggu, dan lebih dari 3 minggu berturut-turut. Huhuhu....
Akhirnya kita mencoba semua saran yang ada. Mengganti botol dengan botol susu anti kolik, memberikan gripe water, juga obat dari dokter, sampai menuruti saran dokter untuk mengganti susu dengan susu hypoallergenic. Tapi kolik itu tetep aja ada, sampai akhirnya belakangan ini, menjelang 4 bulan, mulai berkurang.
Semua ibu pasti pengen bayinya sehat. Tapi apa daya kalau ternyata kita memang harus mengalami yang terburuk? Yang paling baik adalah berusaha mencegah. Tapi kalau sudah kejadian, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali bersabar, dan menerima. Mungkin ini yang jadi pelajaran buat gue.
Yang paling menyedihkan adalah kalau kebetulan mampir ke salah satu blog atau milis tertentu, yang ternyata sangat anti susu formula. Rasanya seperti ditampar-tampar. Hahaha....Gue sama sekali nggak anti ASI atau ASIX. Gue juga percaya, ASI memang yang terbaik untuk bayi. Gue nggak mau cari justifikasi apapun untuk membenarkan tindakan gue memberi susu formula untuk Yofel. Yang gue mau cuman supaya gue nggak dihakimi. Nggak dijudge. Tingkat kejijikkan gue mencapai klimaksnya waktu gue membaca sebuah postingan di salah satu blog yang bilang : Kalau anak manusia, ya minumnya ASI. Kalau dikasih susu formula itu namanya anak sapi!
Gosh. Jahat banget sih....Yang lebih menyebalkan adalah, kadang gue membaca postingan yang justru mengesankan kalau pemberian ASIX itu lebih untuk 'superioritas' si ibu, yang merasa mampu melewati masa ujian 6 bulan, setahun, sampai 2 tahun (sampai ada istilah-istilahnya juga, Sarjana S1 ASI, S2 ASI dan lain-lain yang menurut gue sangat nggak penting), dan kadang melupakan tujuan sebenarnya pemberian ASIX, yaitu untuk kesehatan si baby. Oke, gue tahu memberi ASI, apalagi eksklusif, adalah suatu perjuangan luar biasa yang patut diacungi jempol. Tapi apa iya, karena sudah merasa sukses, lalu berhak menghakimi orang-orang yang "terlalu cepat menyerah"?
Gue sendiri selalu mengingatkan diri gue untuk tidak merasa sedih karena merasa tidak mampu atau tidak seperti orang lain. Gue lebih memilih untuk memikirkan gimana caranya membuat Yofel selalu sehat meskipun tidak lagi bisa mencicipi ASI. It's not about mom's ego, but about baby's health! Bukan berarti yang nggak memberi ASI itu nggak sayang anaknya kan? Gue adalah produk sufor sejak bayi, dan gue nggak pernah merasa nyokap gue nggak menyayangi gue, atau gue ngga punya bonding yang kuat dengan beliau. Sebaliknya, I love her more and more each day, especially because now I learn how hard it is to become a mom!
Pelajaran lain yang gue dapet masih ada hubungannya dengan ego orang tua. Gue pernah dipresentasi oleh seorang agen Glenn Doman tentang metode merangsang anak agar tumbuh jenius. Bisa membaca di usia 6 bulan, bahkan bisa aritmatika pula! Ckckck...gue nggak habis pikir tentang hal ini. Maksud gue, silakan aja kalo ada yang mau menerapkan metode itu, tapi please lakukan itu memang untuk kebaikan si baby, bukan karena sebagai orang tua kita ingin bisa pamer pas kumpul-kumpul keluarga atau dengan teman-teman: "Anak gue masa udah bisa baca lho sekarang, padahal baru umur 6 bulan!". Glenn Doman hanyalah salah satu metode. The bottom point is, sampai nanti anak kita besar, jangan sampai mengambil keputusan berdasarkan apa yang kita pikir terbaik menurut kita, tapi berpikirlah juga apa yang terbaik untuk mereka.
Masih banyak sih pengalaman aneh-aneh selama gue menjalani peran ibu beberapa bulan ini, dan gue yakin masih akan sangat banyak tantangan yang gue hadapi, orang-orang aneh yang akan gue temui (especially them, whose blogs and websites and mailing lists I banned for the time being! hehehe). Yang pasti, tetap percaya aja lah, kalau kita memang berusaha yang terbaik untuk anak kita, seperti juga orang tua kita selalu berusaha yang terbaik untuk kita (even til today!).
Enjoy motherhood, don't make everything difficult for yourself =) And when you think you've had enough, just look into your baby's face. Suddenly, everything turns just fine all over again.
Tapi di sisi lain, ada juga hari-hari di mana rasa kangen sama masa lalu menyeruak. Ya, kangen jalan sama temen-temen tanpa harus pusing mikirin gimana Yofel ditinggal di rumah...Kangen bisa baca novel dari pagi sampai malem tanpa harus diinterupsi sama suara tangisan yang membahana =p, dan yang pasti...kangen sama masa pacaran, jalan berdua aja, traveling somewhere, dan jalan ke mal atau supermarket tanpa harus mikirin naiknya harga pampers atau susu =)
Yang pasti, semua ada trade off-nya, termasuk menjadi seorang ibu. Dan apa yang sudah gue pelajari selama hampir 4 bulan menyandang status ini?
Banyak.
Yaaa, gue nggak akan going detail sama semua urusan kecil-kecil tentang merawat bayi, cara memandikan, menyusui, mengganti popok, dan hal-hal lain semacam itu, karena percayalah, gue juga bukan expert-nya. Gue masih suka takut ngebalikin badan Yofel kalo lagi mandiin dia, gue bukan orang yang sukses menjalankan program ASIX alias ASI eksklusif, dan pengetahuan gue tentang tangisan bayi juga masih nggak jauh beda dengan saat pertama kali gue menjadi ibu. Jadi, gue hanya mau share aja di sini, siapa tahu bisa menjadi masukan untuk para calon ibu di luar sana...
Poin terpenting yang gue pelajari adalah, there will always be comparisons. Mulai dari "lahiran normal atau C-section", "ASI atau formula", "dokter ini atau dokter itu", "cloth diapers atau disposable diapers", dan lain-lain. Dan nggak akan pernah ada jawaban terbaik untuk semua orang. Semuanya tergantung pada banyak faktor yang berbeda untuk setiap individu. Jadi, please...jangan memaksakan pendapat kita, because if it worked out for you, that doesn't mean it will work out for everybody.
Lalu, jangan terlalu jiper deh, kalau ketemu sama ibu-ibu lain yang suka bertanya-tanya, umur berapa bayinya, berat berapa, ASI nggak, udah bisa ngapain aja, udah tumbuh gigi belum, dan lain-lain. Perkembangan setiap bayi itu berbeda-beda, meskipun memang ada patokan umumnya, seperti yang bisa dibaca di buku atau website. Tapi jangan terlalu stress juga kalau ternyata bayi kita sedikit terlambat bicara, atau merangkak, atau beratnya sedikit di bawah rata-rata. Selama kita terus konsultasi dengan dokter dan semua oke, tidak ada yang perlu dikhawatirkan terlalu besar. Oya, rumus jangan jiper ini juga berlaku kalau kita berkunjung ke blog atau milis para ibu muda. Banyak ibu yang suka mendokumentasikan perkembangan bayinya dengan detail di blog mereka, dan kadang suka serem kalau membaca betapa bayi-bayi lain begitu pintar dan hebat dibanding bayi kita! Yah, namanya juga ibu-ibu, pastinya senanglah membanggakan bayi sendiri.
Untuk masalah ASI, gue juga ada pengalaman. Mungkin ini berawal dari kekurangtahuan gue, ditambah sifat gue yang nggak tegaan. Yang jelas, di awal kelahirannya, Yofel sangat-sangat suka menangis. Gue yang memang belum menghasilkan banyak ASI, akhirnya menyerah dan memberikan susu dalam botol. Inilah awal perkenalan botol yang terlalu cepat untuk Yofel. Gue memang masih sering memompa ASI, karena gue lebih tenang kalau tahu Yofel sudah minum beapa mili untuk hari itu (apalagi nangisnya memang nggak berhenti-berhenti, jadi gue suka khawatir sendiri dia memang belum cukup minum). Awalnya lumayan, bisa dapet 150 ml sekali mompa, meski harus diselang beberapa jam. Tapi kebiasaan minum dari botol inilah yang akhirnya jadi bumerang untuk gue, karena Yofel jadi nggak mau menyusui langsung, mungkin karena sudah biasa menyedot botol, yang tekniknya berbeda dari menyusui langsung. Dan tanpa dirangsang oleh Yofel, habislah persediaan ASI gue.Karena setelah gue baca di literatur, ASI memang keluar karena dirangsang bayi, bukan karena dipompa terus menerus. Oke. This is a big lesson for me.
Yang lebih menyedihkan, meski sudah minum banyak, Yofel tetap menangis dan menjerit-jerit setiap hari. Gue panik, bingung, sedih, dan kesal. Mau bawa dia jalan-jalan kok takut dia ngamuk. Mau ngapa-ngapain jadi nggak tenang. Kalau nangis bisa sampai berjam-jam,kadang nggak ada yang bisa menenangkan dia, bahkan setelah digendong, disusuin, dan sebagainya. Pernah, seorang tetangga depan apartemen gue mengetuk pintu saking berisiknya Yofel. Dan gue nggak bisa menyalahkan dia juga. Gue aja rasanya udah hampir depresi.
Barulah setelah konsultasi dengan dokter, baca buku dan browsing internet, juga ngobrol dengan teman-teman yang sudah lebih dulu menjadi ibu, gue jadi tahu kalau Yofel ternyata menderita kolik. Whatttt? Awalnya sedih dan nggak bisa percaya. Kenapa harus Yofel? gitu pikir gue. Menurut statistik, 1 dari 5 bayi memang berpotensi kena kolik. Tapi kenapa Yofel harus jadi yang minoritas? Kayanya sebel banget dan nggak bisa terima. Kolik belum ada penyebab pasti, yang jelas sindromnya adalah menangis selama minimal 3 jam dalam sehari, 3 hari dalam seminggu, dan lebih dari 3 minggu berturut-turut. Huhuhu....
Akhirnya kita mencoba semua saran yang ada. Mengganti botol dengan botol susu anti kolik, memberikan gripe water, juga obat dari dokter, sampai menuruti saran dokter untuk mengganti susu dengan susu hypoallergenic. Tapi kolik itu tetep aja ada, sampai akhirnya belakangan ini, menjelang 4 bulan, mulai berkurang.
Semua ibu pasti pengen bayinya sehat. Tapi apa daya kalau ternyata kita memang harus mengalami yang terburuk? Yang paling baik adalah berusaha mencegah. Tapi kalau sudah kejadian, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali bersabar, dan menerima. Mungkin ini yang jadi pelajaran buat gue.
Yang paling menyedihkan adalah kalau kebetulan mampir ke salah satu blog atau milis tertentu, yang ternyata sangat anti susu formula. Rasanya seperti ditampar-tampar. Hahaha....Gue sama sekali nggak anti ASI atau ASIX. Gue juga percaya, ASI memang yang terbaik untuk bayi. Gue nggak mau cari justifikasi apapun untuk membenarkan tindakan gue memberi susu formula untuk Yofel. Yang gue mau cuman supaya gue nggak dihakimi. Nggak dijudge. Tingkat kejijikkan gue mencapai klimaksnya waktu gue membaca sebuah postingan di salah satu blog yang bilang : Kalau anak manusia, ya minumnya ASI. Kalau dikasih susu formula itu namanya anak sapi!
Gosh. Jahat banget sih....Yang lebih menyebalkan adalah, kadang gue membaca postingan yang justru mengesankan kalau pemberian ASIX itu lebih untuk 'superioritas' si ibu, yang merasa mampu melewati masa ujian 6 bulan, setahun, sampai 2 tahun (sampai ada istilah-istilahnya juga, Sarjana S1 ASI, S2 ASI dan lain-lain yang menurut gue sangat nggak penting), dan kadang melupakan tujuan sebenarnya pemberian ASIX, yaitu untuk kesehatan si baby. Oke, gue tahu memberi ASI, apalagi eksklusif, adalah suatu perjuangan luar biasa yang patut diacungi jempol. Tapi apa iya, karena sudah merasa sukses, lalu berhak menghakimi orang-orang yang "terlalu cepat menyerah"?
Gue sendiri selalu mengingatkan diri gue untuk tidak merasa sedih karena merasa tidak mampu atau tidak seperti orang lain. Gue lebih memilih untuk memikirkan gimana caranya membuat Yofel selalu sehat meskipun tidak lagi bisa mencicipi ASI. It's not about mom's ego, but about baby's health! Bukan berarti yang nggak memberi ASI itu nggak sayang anaknya kan? Gue adalah produk sufor sejak bayi, dan gue nggak pernah merasa nyokap gue nggak menyayangi gue, atau gue ngga punya bonding yang kuat dengan beliau. Sebaliknya, I love her more and more each day, especially because now I learn how hard it is to become a mom!
Pelajaran lain yang gue dapet masih ada hubungannya dengan ego orang tua. Gue pernah dipresentasi oleh seorang agen Glenn Doman tentang metode merangsang anak agar tumbuh jenius. Bisa membaca di usia 6 bulan, bahkan bisa aritmatika pula! Ckckck...gue nggak habis pikir tentang hal ini. Maksud gue, silakan aja kalo ada yang mau menerapkan metode itu, tapi please lakukan itu memang untuk kebaikan si baby, bukan karena sebagai orang tua kita ingin bisa pamer pas kumpul-kumpul keluarga atau dengan teman-teman: "Anak gue masa udah bisa baca lho sekarang, padahal baru umur 6 bulan!". Glenn Doman hanyalah salah satu metode. The bottom point is, sampai nanti anak kita besar, jangan sampai mengambil keputusan berdasarkan apa yang kita pikir terbaik menurut kita, tapi berpikirlah juga apa yang terbaik untuk mereka.
Masih banyak sih pengalaman aneh-aneh selama gue menjalani peran ibu beberapa bulan ini, dan gue yakin masih akan sangat banyak tantangan yang gue hadapi, orang-orang aneh yang akan gue temui (especially them, whose blogs and websites and mailing lists I banned for the time being! hehehe). Yang pasti, tetap percaya aja lah, kalau kita memang berusaha yang terbaik untuk anak kita, seperti juga orang tua kita selalu berusaha yang terbaik untuk kita (even til today!).
Enjoy motherhood, don't make everything difficult for yourself =) And when you think you've had enough, just look into your baby's face. Suddenly, everything turns just fine all over again.
Tuesday, January 19, 2010
Bunch of Good Movies!
In the past few weeks, I watched some good movies, on DVDs and also on the theatres. One of them was The Hangover, this funny, crazy, hilarious movie about four guys who went to Vegas to have a bachelor party they won't forget. Who knows, the next day, they actually didn't REMEMBER any single thing about what happened the other night. It became scarier when they found a tiger and a baby in their 4200 dollars a night hotel room, one of them had a missing tooth, and the groom-to-be was nowhere to be seen.
I'm not a big fan of comedy movies, but this one, this one is different. I laughed out loud most of the time, although there were some scenes that totally silly. The casts are perfect, the dialogues are smart, and the ending is great. Kuddos for the filmmakers...And who knows, Golden Globe was agree with me, because Hangover won the best motion picture for comedy/musical category. Kewl!!
Another unexpected good movie is Sherlock Holmes. Well, to tell you the truth, the movie was so-so, but the perfect Robert Downey Jr as Sherlock Holmes and his sidekick Jude Law as Dr Watson were totally amazing! Again, Golden Globe was agree with me and gave an award to Downey. Horay!
(500) Days of Summer, along with Nick & Norah's Infinite Playlist, became two of my favorite romantic movies in 2009. Simple, with effective castings and great settings. Ow, and don't forget the good music along the movies.
For a bigger budget movie, Avatar is everyone's favorite. The technology and visual effects are wonderful, and even the storyline is not too bad for a popcorn movie. James Cameron is a real dreamer, and he got Golden Globes for that.
This year, Golden Globe seemed a bit kind with people's taste. I wonder who's going to be nominated for the Oscar. I doubt Hangover will be in any category there, haha!
I'm not a big fan of comedy movies, but this one, this one is different. I laughed out loud most of the time, although there were some scenes that totally silly. The casts are perfect, the dialogues are smart, and the ending is great. Kuddos for the filmmakers...And who knows, Golden Globe was agree with me, because Hangover won the best motion picture for comedy/musical category. Kewl!!
Another unexpected good movie is Sherlock Holmes. Well, to tell you the truth, the movie was so-so, but the perfect Robert Downey Jr as Sherlock Holmes and his sidekick Jude Law as Dr Watson were totally amazing! Again, Golden Globe was agree with me and gave an award to Downey. Horay!
(500) Days of Summer, along with Nick & Norah's Infinite Playlist, became two of my favorite romantic movies in 2009. Simple, with effective castings and great settings. Ow, and don't forget the good music along the movies.
For a bigger budget movie, Avatar is everyone's favorite. The technology and visual effects are wonderful, and even the storyline is not too bad for a popcorn movie. James Cameron is a real dreamer, and he got Golden Globes for that.
This year, Golden Globe seemed a bit kind with people's taste. I wonder who's going to be nominated for the Oscar. I doubt Hangover will be in any category there, haha!
Friday, January 08, 2010
Another New Year
Tahun baru lagi...Ganti kalender, ganti agenda..
Membuat resolusi (yang biasanya terlupakan sebelum pertengahan tahun, hehe), mendaftar hal-hal yang ingin dilakukan di tahun ini...
Yang pasti, semua ingin tahun yang lebih baik dalam segala hal..Mencapai yang belum tercapai di tahun sebelumnya...
Buat gue, tahun 2009 benar-benar mempunyai banyak ups and downs...Banyak struggle, banyak juga berkat yang gue terima. Bertambahnya seorang anggota baru dalam keluarga kecil kami, berkunjung ke tempat-tempat yang tidak terlupakan, bertemu orang-orang yang mengagumkan, dan masih boleh bersama-sama dengan keluarga, dan partner seumur hidup gue yang luar biasa...
I cherised 2009, and ready to welcome 2010...
Happy new year everybody, and best of luck to you all!
(Resolusinya simpel kok, tetap mengupdate blog ini dan meneruskan blog yang baru..hehehe)
Membuat resolusi (yang biasanya terlupakan sebelum pertengahan tahun, hehe), mendaftar hal-hal yang ingin dilakukan di tahun ini...
Yang pasti, semua ingin tahun yang lebih baik dalam segala hal..Mencapai yang belum tercapai di tahun sebelumnya...
Buat gue, tahun 2009 benar-benar mempunyai banyak ups and downs...Banyak struggle, banyak juga berkat yang gue terima. Bertambahnya seorang anggota baru dalam keluarga kecil kami, berkunjung ke tempat-tempat yang tidak terlupakan, bertemu orang-orang yang mengagumkan, dan masih boleh bersama-sama dengan keluarga, dan partner seumur hidup gue yang luar biasa...
I cherised 2009, and ready to welcome 2010...
Happy new year everybody, and best of luck to you all!
(Resolusinya simpel kok, tetap mengupdate blog ini dan meneruskan blog yang baru..hehehe)
Subscribe to:
Posts (Atom)