Wednesday, October 26, 2005

Are We Cool?

Hubungan sama mantan pacar emang gampang-gampang susah. Ada yang jadi musuhan kayak mahasiswa sama pemerintah, kerjanya saling jelek"in satu sama lain. Ada yang jadi berasa nggak kenal lagi, seakan" sekian lama waktu yang udah dilaluin bersama hanyalah sepotong mimpi nggak berarti.

Gue sendiri, kadang masih suka pengen tau kabar mantan" gue...Beberapa di antaranya udah lost contact sama gue...Ada juga yang masih sekedar tau-tau kabarnya doang, dan bahkan ada yang jadi salah satu sobat terdeket gue sekarang ini.

Kadang, kalo tiba" denger kabar tentang mantan gue yang udah lamaaa banget ilang dari hidup gue, gue suka heran sendiri. Kok bisa ya, dia berasa jauuhhh banget sekarang ini, he totally out of my life, padahal dulu dia pernah jadi orang yang paling berarti buat gue....

Beberapa kali gue selisihan jalan sama mantan" yang udah nggak ketauan jelas kabarnya. Ada yang udah mau nikah, ada yang sibuk meniti jalan menuju sukses, ada juga yang masih jomblo-jomblo bahagia.

Tapi yang paling bikin gue takjub adalah hubungan gue sama seorang mantan gue, yang dulu sepertinya nggak kebayang bakal bisa jadi seperti sekarang ini. Di mana gue bisa ikut seneng ngeliat dia bareng sama orang yang dia sayang, di mana gue bisa cerita apa aja mulai soal cita" gue sampe soal gebetan terbaru....

Dan setiap kali ngedenger lagunya Gwen Stefani, gue langsung inget sama dia...

And it's such a miracle that you and me are still good friends
After all that we've been through
I know we're cool

Tuesday, October 18, 2005

Miki Mos

Kemaren hari bersih" nasional...Dan tumben banget gue bisa ngilangin semua kemalesan gue. Beres" kamar, nyapu", buangin sampah" nggak bermutu, sekalian nyuci baju...

Puas juga sama hasil kerja gue, karna kamar gue sekarang jadi berasa bersih banget. Gue jadi keinget sama kamar gue di Bandung dengan segala kesemrawutannya. Nyokap gue selalu bilang, dia nggak heran kalo sampe ada makhluk" laen ikut tinggal di kamar gue, hahaha...

Lega karna kamar dah beres, gue nyantai duduk di depan laptop gue, buka imel sambil dengerin lagu kebangsaan akhir" ini, Somebody- Depeche Mode (halaahhhh). Tiba" dari sudut mata gue, gue ngeliat ada yang jalan di atas heater gue. Refleks, gue langsung nyamperin heater itu, trus sambil agak deg"an meriksa sekeliling heater.

Tuh kan, beneeeerrrr....ada seekor tikus mungil di sudut heater. Sesudah tatap"an sejenak, gue langsung ngabur. Mampus gue...rumah lagi kosong pula, jadi nggak ada orang yang bisa dimintain tolong...Ngebayangin gue harus berbagi kamar sama seekor tikus belanda kecil mungil, kayanya gue nggak rela banget...Akhirnya gue ngeberaniin diri gue buat ngelakuin satu hal yang kayanya nggak mungkin berani gue lakuin kalo nggak kepepet : berburu tikus...

Jadi deh, sepagian itu gue kejer"an sama si tikus. Tapi yang namanya tikus emang jago sembunyi, yang ada gue kecele melulu sama dia. Hampir aja gue tergoda buat mancing si tikus pake keju belanda (gue yakin dia pasti gak akan tahan!!). Tapi akhirnya gue nyerah, pasrah abis pokoknya...

Sorenya, temen" gue dateng ke rumah. Gue udah berusaha ngelupain urusan itu..Taunya tiba" pas kita lagi ngumpul" di dapur, salah satu temen gue ngomong, "Trid..ada miki mos keluar dari kamar lo tuh...masuk ke bawah kulkas.."

Gue langsung aja semangat, berusaha buat ngeliat si tikus yang sembunyi di bawah kulkas. Tapi dasar mungkin emang nggak jodoh, kita akhirnya nggak sempet tatap"an muka lagi...Yah...mudah"an jangan deh...=)

Friday, October 14, 2005

Untitled

A very beautiful nite indeed...Thanks to you...=)

Thursday, October 13, 2005

Vermeerstraat 152

Sharing rumah sama orang" yang nggak pernah kita kenal sebelumnya, bener" bisa jadi cobaan berat...Apalagi kalo orang" itu adalah 2 cowok brazil yang super caur, seorang cowok perancis yang keterlaluan coolnya, sama seorang cewek itali yang hampir tiap menit ribut soal kebersihan rumah...

Gue sama hesti (my only indonesian housemate, the cooking-master!!) sering terbengong" sama kelakuan para penghuni rumah yang ajaib" itu.

Bukan hal yang aneh lagi kalo gue masuk ke toilet dan ternyata si pemakai sebelumnya belum nyiram (yaikssss!!!!), atau pas masuk dapur, segala macem peralatan masak-memasak udah ditumpuk di dalem bak cuci piring tanpa ada satupun panci tersisa. Tegaaaa...

Jamannya kualifikasi World Cup, ketegangan makin menjadi"..Di mana orang" serumah pada heboh maki" Belanda yang cuman bisa maen imbang lawan Macedonia, si cowok Perancis (yang selalu jaim kalo di depan kita) ribut sendiri di kamarnya sambil teriak" nggak jelas gara" Perancis berhasil menumbangkan Cyprus dengan skor 4-0.

Tapi kelakuan ajaib mereka ternyata nggak hanya bikin sebel. Bisa aja satu hari tertentu, entah kesambit apaan, si cowok" brazil tau" ribet bersihin rumah, nyikat" toilet, ngepel dapur...tanpa alesan jelas.

Kadang mereka menginvasi kamar gue, nonton TV sampe malem, dengan imbalan bir" belanda (yang sebenernya nggak terlalu enak lohh compare with bir bintang, hihihi), sambil cerita" nggak jelas tentang kampung halamannya...

Dan however weird they are for me...actually, they make me feel less homesick...=)

Wednesday, October 12, 2005

One Fine Day

This was a great day...Had guest speaker from Nestle in my class, got lots of free chocolates...Yummy...
The wheather was nice, a little windy but with lovely sunshine all day long...I even didn't wear my jacket when taking a walk outside the campus.
Had a very nice evening, with nice conversation, a cup of choco plus a piece of taart, and a night walk around the city... (Bedankt ya Chris..)

And as I checked my mail when I got home, there's something in my Inbox. It's from him...
Excited, I opened the email. Nice, with words that as usual, always make me smile. But in the end, there's a line that made me think.

"You're my best friend, right?"

My smile was gone, and I felt a little cold. I am his friend. He is one of the best friend I've ever had. But why is it my heart suddenly feels so empty? What's wrong for being just a friend for him? What do I expect?

Damn!! Why is it a very simple question can ruin my one fine day??

Saturday, October 08, 2005

Something I Dont Understand

Kemaren, gue chattin sama seorang temen, dan topik pembicaraan entah kenapa berkisar antara agama, teroris dan bom bali. Temen gue, yang lagi berkutat dengan thesisnya untuk ngeraih gelar master di psikologi, akhirnya sampai pada kesimpulan, kalo organised religions do more harm than good....Karena menurut dia, pemicu dari segala bentuk terorisme sekarang ini adalah agama. Agama yang masing" punya klaim jalan yang paling benar dibanding yang lain.

It makes me think...kenapa orang" yang mengaku beragama justru melakukan hal" yang mencelakakan orang lain? No wonder banyak orang yang akhirnya memilih untuk jadi atheis, atau juga tidak memeluk agama apapun (yang penting nggak nyakitin orang kan? gitu alesan mereka).

Masuk bulan Ramadhan, temen serumah gue, dua cowok Brazil umur 20 taunan, tiba" aja mutusin buat ikut puasa. Alesannya, mereka pengen coba cari jalan yang lebih dekat sama Tuhan... "I want to live in a more spiritual way...", kata salah satu cowok itu. Dan mereka sangat heran waktu tau gue nggak pernah melakukan ibadah puasa, terlepas dari apakah gue muslim atau bukan. Buat mereka, puasa adalah bentuk ibadah, apapun agama elo sebenernya.

And it still makes me think...Apa perlu suatu agama tertentu kalo kita emang pengen memenuhi kebutuhan spiritual kita?

Hari Minggu kemaren, gue pergi ke salah satu gereja di Den Haag...Pendeta yang khotbah sibuk ngomong berapi" tentang rencana konferensi umat kristiani di Belanda tahun depan...Dan minta dengan sangat supaya jemaat yang hadir mendukung dalam doa, dan dalam dana...He even asked us to write our name if we hadn't had the money yet... Dan sampai ibadah selesai, nggak ada satu kata pun yang diucapin untuk korban bom bali, untuk situasi indonesia yang lagi terpuruk, untuk krisis berkepanjangan...

Lagi", pertanyaan muncul di otak gue...Apa agama hanyalah tentang konferensi dan pertemuan? Tentang siapa yang paling banyak dan dominan?

Kemarin dulu, gue nerima imel dari temen gue di Jakarta, yang lagi ngalamin "the end of her world..". Her family had just found out that for the past 6 years, she'd been with a guy who has a different religion. "Mereka bilang, nyokap sampe sakit"an waktu tau tentang itu...Dan mereka nggak mau tau, gue harus putus..."

And I just don't get it... What is religion anyway? Hubungan dengan Tuhan, dengan sesama, atau hanyalah habit yang udah kita jalanin sejak lahir? Is it really damn important or is it just WE that make it seems so important?

Wednesday, October 05, 2005

Mellowish...

After midnight...alone in my room...YM and MSN still on, but without anyone to talk to...Couple of sad songs play in MP3...John Legend, Ordinary People...Lemar, What About Love...Things come into my mind...The hugs, the kisses, the things he usually said when we're talking over the phone, the laugh, the smile and the long hard discussion...And suddenly, it hit me, I miss him...so much....

Tuesday, October 04, 2005

Berita,Bom,BBM

Jauh dari Indonesia, entah kenapa berita yang gue baca tentang tanah kelahiran gue itu malah semakin buruk dan buruk setiap harinya... Belom ilang shock tentang kenaikan harga BBM, demo" dan semua reaksi keras ataupun pasrah dari masyarakat, tiba" ada lagi berita tentang bom.

Seorang temen gue bilang, BBM=Bom Bali Meledak (lagi), jadi lead berita yang bagus banget. Hantaman keras untuk kesekian kalinya buat pemerintahan pak SBY-JK (Gue jadi inget lagi SMS yang sempet beredar tentang SBY-JK : Susah Bensin Ya Jalan Kaki...ada" aja...)

Anyway...lepas dari betapa terkutuknya peristiwa pengeboman itu, apa yang ada di otak para suicidal bombers, dan kenapa harus bikin negara kita seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula....Gue jadi ngebayangin peran media sama semua peristiwa ini.

Bad news is good news..Salah satu hal yang gue pelajarin selama sempet kecebur di dunia jurnalistik kemaren ini. Ironis siy, karna kejadian mengerikan kaya pengeboman Bali atau naiknya BBM di tengah krisis masyarakat, justru jadi makanan empuk buat dunia media. Yang lebih ironis, media bisa pegang peranan penting banget buat ngebentuk opini masyarakat...

Isu apa yang ada di balik pengeboman Bali misalnya, apa dikaitin sama agama, atau it's just a bunch of crazy people, doing crazy things...Bisa dibentuk dengan gampangnya sama media...Serem banget, karna kita sekarang hidup di dunia komunikasi yang udah global abis...Media bisa jadi pemicu...atau jadi penengah..

Jangan nelen bulet" semua berita yang ada...karna maybe it can lead to another worse thing...