Showing posts with label homey. Show all posts
Showing posts with label homey. Show all posts

Tuesday, November 20, 2012

Drama Apartemen

Hampir 4 tahun tinggal di apartemen, gue masih maleesss banget untuk pindah ke rumahan. Kayaknya emang udah kecanduan tinggal di apartemen dengan segala kemudahannya: bisa ditinggal pergi berhari-hari, cari makanan malem-malem, belanja dadakan tinggal turun ke bawah, dan ngesot sedikit langsung ketemu mall. Oiya, satu lagi alesan egois kenapa gue males pindah rumah: apartemen itu gampang beberesnya, huahaha...sangat pemalas yah.

Anyway, bukan berarti tinggal di apartemen selalu tenang damai bahagia lhooo...Justru banyak kejadian aneh dan terkadang tragis yang sebenernya bikin mikir untuk pindah. Gempa bumi misalnya, pernah beberapa kali gue rasain. Dari yang paling gede saat lagi hamil 7 bulan dan terpaksa ngos-ngosan turun tangga 12 lantai, sampai yang cukup kecil dan hanya bikin loncat sedikit, dan biasanya gue cuekin aja.

Tinggal di apartemen juga berarti ketemu banyak orang. Senengnya, jadi kenal berbagai jenis orang, mulai dari tetangga yang kalo berantem sampe kedengeran ke mana-mana, terus anak-anak kecil yang jadi temen mainnya Yofel, juga ibu-ibu ngeselin yang kalo naik lift maunya nyerobot aja. Nggak enaknya, tentu space yang kecil bikin ruang gerak dan privasi kita menyempit juga. Kadang pengen marah-marah karena anak tetangga ribut lari-larian di lorong depan sementara kita pengen tidur siang. Tapi, kondisi sebaliknya juga pernah terjadi, tetangga depan ngetok-ngetok pintu gara-gara Yofel nggak bisa berenti nangis pas jaman suka kolik dulu.

Di apartemen gue juga suka banyak orang yang kurang jelas asal-usulnya. Well, gue sih sebenernya nggak mau mikirin dan ngurusin, selama mereka juga nggak pernah ngerecokin dan bermaksud jahat sama kita. Tapi kadang ngeri juga kalo udah denger berita-berita serem seputar "pembunuhan" atau "penggerebekan narkoba". Pernah nih, satu sore gue pulang kantor mendapati gerombolan polisi dan petugas dengan seragam imigrasi berkerumun di depan apartemen gue. Kaget donk, kirain ada apaan. Ternyata, tetangga depan gue, sekumpulan cowok bertampang Timur Tengah, lagi kena gerebek karena nggak punya ijin tinggal dan dokumen jelas. Zzzzz...

Tragedi terakhir yang juga menyedihkan adalah jatuhnya seorang anak kecil dari lantai 28. Kebetulan satu tower dengan gue, dan kebetulan suka main di lobby sama Yofel sesekali. Selain tragis karena korbannya adalah anak kecil dan banyak saksi yang melihat dari kolam renang, kejadian ini juga menimbulkan kontroversi karena banyaknya kabar burung di balik kecelakaan tersebut. Ada yang bilang bukan murni kecelakaan, ada yang bilang melibatkan keluarga, dll dsb. Apapun itu, gue berdoa supaya anak laki-laki itu bisa beristirahat dengan tenang.

Tapi ternyata nggak berakhir disana, sekarang banyak pula yang membuat cerita jadi horror dengan kesaksian mereka melihat arwah si anak jalan-jalan, mulai di kolam renang sampai nongkrong di lobby tower. Sampai-sampai, waktu lagi cari apartemen untuk pindahan bulan depan, kita nggak jadi ambil satu unit yang ngadep ke kolam renang, persis ke tempat si anak jatoh...akibat terlalu banyak dengerin kisah-kisah seram. Huhuhu!

Anyway, berbagai drama di atas belum menyurutkan niat gue untuk tetap melanjutkan tinggal di apartemen. Tapi drama masih berlanjut, karena sampai sekarang kita belum menemukan apartemen yang pas...padahal sisa kontrakan yang sekarang tinggal 3 minggu lagi! wakwawwww...

Wednesday, November 10, 2010

Home Sweet Home

Selama nyaris dua tahun sudah gue tinggal di apartemen mungil di kawasan Jakarta Barat. Jujur, gue suka banget tinggal di apartemen. Gue seneng suasananya yang selalu rame (meskipun, suka bikin jantungan kalau ada berita-berita mengerikan seperti "ada yang loncat dari tingkat 20!", atau "ada pembunuhan model di tower sebelah!", atau "kemarin tetangga bawah ikut digerebek polisi karena nyimpen narkoba!"), dan yang paling kerasa adalah praktisnya kalau mau ngapa-ngapain. Mau belanja? Tinggal turun ke Hero. Males masak? Tinggal angkat telepon, pesen delivery deh.
Tapi sejak ada anak, tinggal di apartemen emang jadi tantangan juga. Space jadi mengecil, terlalu banyak barang di mana-mana. Belum lagi, Yofel sekarang lagi seneng-senengnya merangkak dan belajar berdiri, serem banget tiap ngeliat dia nyaris kepentok meja atau keserimpet kabel.Hiii...

Lalu, lalu...Biaya tinggal di apartemenpun sebenernya lebih mahal daripada tinggal di perumahan. Kenapa? Karena untuk bayar listrik dan air, hitungannya melalui pihak ketiga (yaitu pengelola apartemen), jadi jatohnya emang mahal banget. Satu bulan listrik dan air gue bisa sama dengan bayaran listrik dan air rumah nyokap di Bandung (yang jelas-jelas ukurannya lebih besar). Ditambah lagi dengan service maintenance yang mayan mahal juga per bulannya.

Jadi, memang ada plus minusnya, dan sebenernya bingung juga kalau mau pilih tinggal di rumah atau apartemen. Bulan depan, kontrak kita dengan apartemen ini habis. Rencananya memang mau diperpanjang, tapi karena si owner menaikkan harga sewa, jadi mikir-mikir juga. Apa sebaiknya pindah aja? Tetep ke apartemen, atau mulai cari rumah?

Sebenernya sih belum rela juga meninggalkan apartemen yang sekarang. Biarpun mungil, tapi udah jadi saksi berbagai kejadian, termasuk panik gempa waktu hamil 7 bulan, diketok-ketok tetangga pas jamannya Yofel kolik dan nangis tiada henti, juga pendengar yang baik saat kita berangan-angan tentang mimpi dan rencana masa depan.

Hmm...Jadi gimana nih...pindah? atau tetep disini?

Wednesday, May 20, 2009

The Daily 10

Bukan karena kebanyakan nonton E!Channel, tapi setiap orang pasti punya setidaknya 10 hal yang selalu ditemui sehari-hari, entah itu karena rutinitas yang sifatnya memaksa, atau pilihan yang disukai, atau malah sampai taraf kecanduan alias nggak bisa lepas dari hal tersebut.

Dan inilah kesepuluh highlight dalam hidup gue saat ini, a pregnant woman working from her appartment. One thing for sure, I miss those good old days with lots and lots of adventures!

1. Bangun jam setengah 6 pagi, hanya untuk nyiapin sarapan for my guy, biasanya setangkup roti dengan isi yang bervariasi udah cukup (simply because I'm too sleepy to do anything more complicated than that). Dan kembali tidur setelah melepas dia ke kantor. Fiuh. This is the time when I usually feel very grateful not to have working in office hour.

2. Menyalakan laptop saat jarum pendek jam sudah di atas angka 9. Mengecek email, ketawa-ketawa ngeliat status orang-orang di Facebook, dan blogwalking. (Sometimes, checking the news. But turned out it needs some scary-big-controversial news to make me open those news sites. Like the one with AA and RJ in it. Or Barca vs MU. Or simply some juicy infotainment junks).

3. americanidol.com. Situs yang rasanya nggak pernah absen untuk dibuka di saat show ini memasuki bulan-bulan serunya. Just thinking about Adam Lambert can cheer my days up!

4. Menu-menu restoran delivery yang berada di sekitar kompleks apartemen. Pilihan luar biasa banyak ini malah kadang membuat bingung, dan biasanya gue berakhir dengan perasaan kangen teramat sangat sama masakan rumah. Perkedel kentang dengan sayur asem dan daging sambal balado. Nyam nyam. Home sweet home. (Tapi sayangnya keinginan itu belum cukup kuat untuk membuat gue mulai menyingsingkan lengan baju dan menjajah dapur mungil gue).

5. Ellen DeGeneres show. Hmm...membuat siang-siang lebih menyegarkan dengan segala kegilaan dan kekocakannya. Gue suka sama Oprah, tapi nonton Oprah tiap hari (atau baca majalahnya tiap bulan) selalu bikin gue merasa harus melakukan sesuatu yang heboh, menjadi orang yang lebih baik, dll, seperti habis ikut kursus kepribadian atau seminar motivasi (not that I'm an expert on that). Sedangkan Ellen (dan Jimmy Kimmel...uh I love this guy!) nggak pretensius, hanya menghibur. Sudah.

6. Cermin dan timbangan. Mengira-ngira lagi apa makhluk mungil dalam perut gue, dan seberapa besar dia sekarang. Dan merasa semakin urgent untuk berbelanja baju dan celana baru, mengingat semakin sempitnya semua barang yang ada di lemari gue (well, unless I could be quite satisfied wearing my guy's boxers every single day, hihi).

7. Books, books, books. Nggak ada yang bisa membuat gue betah di rumah seharian selain tumpukan buku yang belum dibaca. Lemari buku kecil di apartemen gue sekarang udah nyaris penuh, dan sepertinya gue harus mulai berpikir mau ditaruh di mana koleksi gue itu...

8. Mal Taman Anggrek. Ini adalah pelipur lara gue, kalau gue bener-bener udah bosen nggak ketulungan. Dari dulu mal ini bukan favorit gue, tapi semenjak tinggal tepat di sebelahnya, ternyata gue menemukan beberapa toko kecil dengan barang murah meriah dan tempat makan yang menarik di sini.

9. Cuci piring, janjian sama tukang laundry, beberes rumah. Ini lebih seperti rutinitas sebenernya, bukan highlight dari hari-hari gue..Dan siapa bilang mencari laundry di apartemen itu gampang?? Memang banyak banget pilihan dengan harga bersaing, tapi selalu aja ada efek samping nggak menyenangkan yang gue alamin. (Kaos kaki yang nggak sama pasangannya, celana pendek yang ketuker sama punya orang lain, baju yang masih berbau nggak kering, atau lamaaa banget nggak selesai-selesai. Jadi, kalo ada yang mau buka laundry di daerah tanjung duren, sepertinya kesempatan masih terbuka lebar tuh, mengingat saingan-saingan yang nggak kompeten itu!)

10. Bales email, chat with my colleagues, calling my producer groups who I couldn't visit for now...Atau singkatnya, mengerjakan pekerjaan gue. Pekerjaan yang tadinya begitu penuh tantangan karena harus banyak bepergian ke tempat-tempat seru dan ketemu banyak orang baru, sekarang menjadi sangaaat membosankan karena hanya gue habiskan dari balik laptop akibat kondisi gue yang nggak mungkin untuk traveling ke pedesaan dan pedalaman. Kalau nggak inget gue masih butuh uangnya, rasanya udah pengen loncat aja ke kerjaan lain yang setidaknya nggak bikin gue bosen setengah mati (meskipun sempat khawatir, hmm kok Euro semakin hari semakin turun yaaaaa).

Dan itulah...hari-hari gue yang tidak terlampau produktif. Kadang ada hari-hari menyenangkan di mana gue ketemuan sama teman-teman lama, having a dinner date with my guy, or simply wandering around Jakarta. Tapi kok ya lama-lama gue mulai takut otak gue jadi berkarat.

I guess I really need something to stimulate my brain..And bring the adrenaline back. At least, if not physically, let it be cerebral-ly =)

Friday, September 29, 2006

Yang Sempat Ditinggalkan

Setelah melewati perjalanan panjang, dimulai dengan kebaktian pengucapan syukur di Den Haag bareng sama Hellena dan Michael, acara wisudaan di sekolah yang sempet bikin kaget karena ternyata nyantai banget (pada pake celana jins dan kaos, sementara gue keukeuh dengan kebaya gue, haha, untung nggak sanggulan segala), traveling bareng nyokap seputaran barcelona, montseraat, brussel, bruge, ghent, amsterdam dan singapore (flonaaa...maap yaaa ga sempet ketemu, cuman bentar banget di spore nya, hectic pisan...next time harus ketemuan yaaa)...

Finally, I'm home...=) Back to Bandung.

Dan lumayan terkaget-kaget juga, karena rasanya gue baruuu aja kemaren pergi, semuanya tampak sangat familiar, tapi sekaligus juga asing. Tempat tidur di kamar gue udah jadi super besar, ruangan atas udah merangkap jadi studio arsiteknya adek gue yang sangat berantakan, anjing" gue keliatan tambah gede dan gondrong...Everything seems so different...but also familiar at the same time.

Dan gue masih harus terus mengingatkan diri gue sendiri untuk bilang "terima kasih" instead of "dank je wel", jalan di jalur kiri dan bukan di jalur kanan, STOP mengkurs segala sesuatu, karna toh semua barang dijual dengan harga Rupiah instead of Euro, bisa menikmati film di TV dengan baca teks berbahasa Indonesia (bukan bahasa belanda yang ngejelimet), dan cium pipi orang cukup dua kali, bukan tiga kali!!

Anyway...mau mulai merancang jajanan dan tempat" yang harus dikunjungi dulu, ya...=)

Wednesday, March 22, 2006

A Letter from Faraway Land

Kemaren ini gue dikasih tau kalo ada sepucuk surat buat gue yang masih nyasar ke rumah lama. Gue pikir, pasti surat dari bank, sekolah, atau brosur" nggak penting lainnya. Dan betapa kagetnya gue waktu tadi siang Hesti (mantan temen serumah gue)ngasih selembar amplop warna merah muda dengan nama gue yang diketik pake mesin tik manual. Entah kapan terakhir kalinya gue dapet surat dalam wujud yang sesungguhnya, karena biasanya urusan surat menyurat dengan temen" dan keluarga selalu gue lakuin melalui email.Tapi karena gue harus masuk kelas dan kuliah hari ini lumayan padat, surat itu pun sedikit terlupakan.
Gue baru sempet buka surat itu sesudah nyampe di rumah malem ini, dengan perasaan bete dan kecewa luar biasa karena ada sesuatu yang terjadi di luar rencana gue. Sambil duduk sendirian di depan TV, gue buka surat itu, yang ternyata isinya pun diketik dengan mesin tik manual, lengkap dengan tip ex dan beberapa coretan di sana sini.

Di bagian kop surat, tertera nama dan alamat Oma gue di Bandung, yang dicetak dengan bentuk tulisan kaligrafi. Tampak coretan tipis pensil yang mengganti nama Oma gue (yang udah meninggal tahun 2004 lalu) dengan nama Opa gue. Gue sedikit merinding. Udah lama gue nggak denger kabar dari Opa gue. Korespondensi terakhir yang kita lakuin adalah melalui email, itu pun lebih banyak cerita dari pihak gue, dan curhatan dari pihak Opa gue.Dan untuk sementara waktu, sosok Opa agak menghilang dari pikiran gue.

Pelan" gue baca surat itu, yang ternyata diketik dengan campuran bahasa Indonesia, Inggris dan Belanda. Beberapa kosakata yang nggak gue ngerti, akhirnya berusaha gue tebak sendiri. Dan tanpa gue sadar, setitik air dari mata gue tiba" menetes ke kertas itu. Gue bisa ngerasain betapa Opa gue sangat merindukan Oma gue, ketika dia merekomendasikan gue tempat" indah yang pernah mereka kunjungin bareng di Belanda, Belgia dan Jerman. Atau ketika dia mengingatkan gue sama darah Belanda yang masih ada dari pihak Oma, dan membandingkan kesamaan sifat gue dan Oma gue.

Dan terakhir, surat itu ditutup dengan beberapa kalimat bahasa Inggris, yang menyemangati gue untuk sukses dalam studi gue, untuk tetap semangat dalam menjalani hidup gue, dan untuk mencoba mengerti arti hidup : "You will understand life much better if you are able to manipulate your way of thinking, avoiding pain and frustration. And that's not thaught in ordinary schools throughout the world."

Suddenly, I feel much better. Bete gue langsung ilang, masalah gue nggak ada apa" nya. Gue masih punya sejuta hal yang bisa gue syukurin dalam hidup, dan salah satunya, datang dalam wujud sepucuk surat beramplop merah muda...

Friday, February 03, 2006

Rumah Yang Yahud

Dua kamar tidur,
Satu ruang tengah merangkap dapur,
Satu kamar mandi,
Sepetak kebun belakang kecil,
Sebuah jendela depan menyerupai etalase,
Sebentang sungai di bagian depan,
Dan dua orang perempuan di perantauan...

Berharap bisa menemukan rumah sementara,
Sambil menghitung hari sebelum bisa pulang
Ke rumah yang sesungguhnya...

*Baru pindahan nih...Semoga rumah yang baru bawa semangat belajar yang baru buat gue...=)Dan terima kasih untuk semua pihak yang udah bantu" pindahan ini...Dari mulai nyetir mobil box gede (padahal yang kita pesen hanya mobil van), ngangkut-ngangkut barang sampe bersih-bersih...Luv u all!!!!*

Tuesday, October 18, 2005

Miki Mos

Kemaren hari bersih" nasional...Dan tumben banget gue bisa ngilangin semua kemalesan gue. Beres" kamar, nyapu", buangin sampah" nggak bermutu, sekalian nyuci baju...

Puas juga sama hasil kerja gue, karna kamar gue sekarang jadi berasa bersih banget. Gue jadi keinget sama kamar gue di Bandung dengan segala kesemrawutannya. Nyokap gue selalu bilang, dia nggak heran kalo sampe ada makhluk" laen ikut tinggal di kamar gue, hahaha...

Lega karna kamar dah beres, gue nyantai duduk di depan laptop gue, buka imel sambil dengerin lagu kebangsaan akhir" ini, Somebody- Depeche Mode (halaahhhh). Tiba" dari sudut mata gue, gue ngeliat ada yang jalan di atas heater gue. Refleks, gue langsung nyamperin heater itu, trus sambil agak deg"an meriksa sekeliling heater.

Tuh kan, beneeeerrrr....ada seekor tikus mungil di sudut heater. Sesudah tatap"an sejenak, gue langsung ngabur. Mampus gue...rumah lagi kosong pula, jadi nggak ada orang yang bisa dimintain tolong...Ngebayangin gue harus berbagi kamar sama seekor tikus belanda kecil mungil, kayanya gue nggak rela banget...Akhirnya gue ngeberaniin diri gue buat ngelakuin satu hal yang kayanya nggak mungkin berani gue lakuin kalo nggak kepepet : berburu tikus...

Jadi deh, sepagian itu gue kejer"an sama si tikus. Tapi yang namanya tikus emang jago sembunyi, yang ada gue kecele melulu sama dia. Hampir aja gue tergoda buat mancing si tikus pake keju belanda (gue yakin dia pasti gak akan tahan!!). Tapi akhirnya gue nyerah, pasrah abis pokoknya...

Sorenya, temen" gue dateng ke rumah. Gue udah berusaha ngelupain urusan itu..Taunya tiba" pas kita lagi ngumpul" di dapur, salah satu temen gue ngomong, "Trid..ada miki mos keluar dari kamar lo tuh...masuk ke bawah kulkas.."

Gue langsung aja semangat, berusaha buat ngeliat si tikus yang sembunyi di bawah kulkas. Tapi dasar mungkin emang nggak jodoh, kita akhirnya nggak sempet tatap"an muka lagi...Yah...mudah"an jangan deh...=)

Thursday, October 13, 2005

Vermeerstraat 152

Sharing rumah sama orang" yang nggak pernah kita kenal sebelumnya, bener" bisa jadi cobaan berat...Apalagi kalo orang" itu adalah 2 cowok brazil yang super caur, seorang cowok perancis yang keterlaluan coolnya, sama seorang cewek itali yang hampir tiap menit ribut soal kebersihan rumah...

Gue sama hesti (my only indonesian housemate, the cooking-master!!) sering terbengong" sama kelakuan para penghuni rumah yang ajaib" itu.

Bukan hal yang aneh lagi kalo gue masuk ke toilet dan ternyata si pemakai sebelumnya belum nyiram (yaikssss!!!!), atau pas masuk dapur, segala macem peralatan masak-memasak udah ditumpuk di dalem bak cuci piring tanpa ada satupun panci tersisa. Tegaaaa...

Jamannya kualifikasi World Cup, ketegangan makin menjadi"..Di mana orang" serumah pada heboh maki" Belanda yang cuman bisa maen imbang lawan Macedonia, si cowok Perancis (yang selalu jaim kalo di depan kita) ribut sendiri di kamarnya sambil teriak" nggak jelas gara" Perancis berhasil menumbangkan Cyprus dengan skor 4-0.

Tapi kelakuan ajaib mereka ternyata nggak hanya bikin sebel. Bisa aja satu hari tertentu, entah kesambit apaan, si cowok" brazil tau" ribet bersihin rumah, nyikat" toilet, ngepel dapur...tanpa alesan jelas.

Kadang mereka menginvasi kamar gue, nonton TV sampe malem, dengan imbalan bir" belanda (yang sebenernya nggak terlalu enak lohh compare with bir bintang, hihihi), sambil cerita" nggak jelas tentang kampung halamannya...

Dan however weird they are for me...actually, they make me feel less homesick...=)

Sunday, November 14, 2004

Mudik Yuk

Lebaran...identik sama mudik..
Semua orang kayanya pulang ke kampung halaman masing".
Gue aja kemaren ini cukup watir gak dapet tiket ke Bandung, jadi udah stand by di gambir dari subuh...
Dan bener aja,orang udah tumplek blek disana, soalnya mungkin satu hari menjelang lebaran kali ya..

Anyway, gue cukup seneng bisa pulang ke bandung biarpun gue nggak lebaranan..
Udah cukup lama juga gue nggak menginjak kota kelahiran gue ini..
Pulang, menurut gue adalah sebuah kata yang lucu juga, dan sedikit abstrak.
Definisi pulang, mungkin buat sebagian besar orang adalah menuju sebuah tempat bernama rumah.
Tapi rumah itu sendiri apa?
Suatu bangunan tempat kita tinggalkah, atau tempat di mana kita lahir dan dibesarkan, atau sebuah lingkungan yang bener" udah familiar sama kita?

Buat gue, rumah adalah tempat dimana orang" yang gue sayang tinggal , tempat dimana ada cinta untuk gue kasih dan gue terima, tempat dimana hati gue berada..A home is where yourt heart is..
Mungkin rumah gue sekarang di bandung, tempat keluarga gue selalu nerima gue, apapun kondisi gue, entah kesepian, stress sama kerjaan, atau lagi sakit berat...
Rumah bisa bikin gue ngerasa nyaman, ngerasa everything's gonna be okay...
Tapi rumah gue juga ada di tempat lain, di dalem hati orang" yang gue sayang, di tempat di mana gue bisa ngerasa jadi diri gue sendiri...

So...selamat mudik buat yang lagi pada mudik, selamat lebaran buat yang ngerayain...dan selamat menikmati rumah buat semua...Termasuk yang lagi pada homesick dan jauh dari rumah....

Monday, June 07, 2004

Homesick

Have u ever felt so homesick???
or momsick, sistersick, etc?
hehehe....

intinya sih, gue lagi ngerasain bener yang namanya kangen.
padahal ya dibilang gue jauh banget dari rumah juga engga..
tapi mungkin karna suasana sakit yang kemaren ini sempet bikin gue jadi manja abis...
dan jadi susah banget buat balik lagi ke kehidupan jakarta yang...sumpah...keras!!

kemaren ini di bandung gue udah nikmatin banget yang namanya bobo di ranjang empuk gue ditemenin boneka" plus ade gue..
trus udah puas banget makan dari bubur hongsin ampe pizza laos..
uah...rasanya males banget balik lagi jakarta, ngirit" pengeluaran dan makan seadanya...

ditambah lagi, karna gue baru sakit kemaren ini, badan juga rasanya lemes banget untuk mulai liputan dan berjuang bareng penumpang" kopaja dan metromini...

manja itu emang penyakit yang paling susah buat dilawan...
gue jadi mikir, sebenernya gue kangen bandung dan rumah, atou kangen jadi anak rumahan lagi? =)

Sunday, May 30, 2004

Randomish

Udah lama banget nggak nyentuh blog...
kaget juga sama tampilannya yang baru..

Kemaren malem gue nyampe bandung, setelah beberapa minggu nggak pulang..
dan tentu aja gue super excited, pengen ke sini, pengen ke situ, pengen makan ini dan liat toko itu...

tapiii....
ternyata nasib juga yang nentuin..
gue sakit, tepar begitu nyampe bandung..
sebeell..banget rasanya..

Anyway...baru baca buku Tony Parsons yang Man and Boy..
Udah agak lama sih bukunya, cuman baru sempet aja baca sekarang.
Bagus banget, terutama buat cewek yang pengen liat kehidupan dari sudut pandang cowok.
Ceritanya tentang seorang cowok yang tadinya punya segalanya, tapi tiba" kehilangan semua satu persatu...Dan itu karna kesalahan yang emang dia buat sendiri...
Hidup itu nggak selamanya harus perfect emang, ada ups and downsnya juga..
Dan ada satu pelajaran yang bisa gue tarik dari buku ini,bahwa love means knowing when to let go...
Menurut gue, knowing when to let go nggak hanya sama pasangan kita, tapi juga sama orang" di sekitar kita, mimpi kita yang nggak tercapai, bahkan kehidupan itu sendiri..
Karna hidup itu...nggak selalu sesuai sama apa yang kita rencanain.

(seperti juga gue yang harus rela tepar di rumah dan bukannya jalan" di bandung..=p )

Saturday, March 13, 2004

Pulang =)

Akhirnyaaaaa....setelah beberapa minggu (baruuu aja beberapa minggu,heheheh) gue nggak menginjakkan kaki di kota BANDUNG, hari ini gue bisa ada lagi di sini...
Senangnya, bangun pagi tanpa rasa gerah, keluar rumah tanpa lengket" nempel di badan (iiihh...),jalan" tanpa mikrolet+bus kota+metromini+segala jenis mobil tumpang tindih (yang ada hanya angkot" yang menurut gue jauuuhhh lebih baek dibanding segala penghuni jalanan Jakarta...)

Seorang temen gue di Jakarta sempet ngomong, " Sekarang lo emang kangen terus ama Bandung, tapi lo bakal ngerasain kalo suasana di Bandung tuh boring banget dibanding ama Jakarta..."
Hey...c'mon.... gue bener" nggak bisa terima..
Oke, Bandung emang nggak semetro Jakarta, nggak seenerjik dan semobile Jakarta, tapi...that's what i like about my hometown...

Suasana tenangnya, orang"nya, distro"nya, makanannya,tempat nongkrongnya, dan semua kenangannya...
Bandung mah hade lah pokona... =)