Umur dua tujuh!
Dan pelajaran hidup yang gue dapet adalah: dilema akan selalu ada, mengambil keputusan lebih sering terasa sulit, dan konsekuensi harus selalu dihadapi.
Welcome to the grown up world =)
Friday, November 23, 2007
Tuesday, November 20, 2007
Siapa Suruh Datang Jakarta?
Gue pernah ngomong sama seorang teman, "kalo lo bisa survive hidup di Jakarta, hampir pasti lo bisa survive juga di kota manapun di dunia.."
Kedengerannya berlebihan sih, tapi emang Jakarta itu keras. Terutama buat kita yang hidup dengan fasilitas seadanya, alias nggak punya mobil dan supir pribadi.
Pilihannya hanyalah naik kopaja yang udah nggak layak jalan, atau naik busway yang penuhnya nggak kira-kira, atau nekat berojek ria di tengah debu dan panasnya Jakarta. Hmm...what a choice..
Dan siapa bilang selain kemacetan yang menggila, kamu nggak akan menemukan hal-hal aneh di dalam bis? Pernah gue hampir setengah sinting karena udah berada dalam kopaja selama 2 jam, dari Plaza Semanggi menuju rumah tante gue tempat gue menumpang di daerah Cipete. Belum cukup penderitaan itu, muncul seorang laki-laki berpenampilan mengerikan, mabok berat dengan bau alkohol nggak sedap, memohon" sama para penumpang untuk ngasih dia uang karena anaknya nggak bisa sekolah.Yang ada semua penumpang langsung pura-pura tidur nyenyak, sebisa mungkin nggak perlu kontak mata sama dia.
Hidup di Jakarta juga sepertinya harus berjuang untuk diri sendiri. Pernah di dalam busway, gue kesel berat sama seorang bapak yang dengan enaknya duduk sementara ibu-ibu tua di sebelah gue berjuang untuk berdiri di tengah guncangan busway yang super ngebut.Akhirnya, nggak tahan, gue jutekin tuh bapak, minta dia ngasih tempatnya buat si ibu. Dan begitu si ibu berhasil duduk, bukannya senyum makasih sama gue, dia malah ikutan ngejutekin gue!
Pernah juga gue lagi berdiri di dalem busway, taunya tempat duduk di depan gue kosong karena orangnya turun di halte berikut. Refleks, gue siap-siap ngejatuhin pantat gue di kursi itu. Ternyata, kaget banget gue, udah ada seorang cowok yang dengan cepatnya ngeduluin gue duduk di sana. Sebel berat, gue udah siap buat marah-marah. Tapi sebelum gue sempet ngomel sedetikpun, ibu-ibu yang duduk di sekitar situ udah marah-marahin tu cowok, sampe akhirnya dia nggak enak hati dan langsung berdiri, haha!
Pengalaman nggak menyenangkan juga pernah gue alamin di halte busway. udah lama ngantri, akhirnya gue berdiri paling depan. Begitu bus berhenti di halte itu, gue ngasih jalan dulu buat orang-orang yang mau turun. Taunya, orang-orang di belakang gue malah udah desek-desekan masuk duluan. Dan waktu gue siap-siap masuk ke dalam bus, penjaga pintunya malah nyetop gue, dan dengan santai teriak ke supirnya, "Lanjut!" Gila, rasanya pengen ngelempar batu bata ke jendela bus itu saking sebelnya.
Nggak adil, egois, nggak peduli, mungkin itu ciri-ciri orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Gue udah pernah kecopetan dalam bis, digodain preman pinggir jalan, sampe diserempet motor yang menggila di depan kantor. Apapun bisa terjadi di kota yang chaotic ini. Tapi kalau kebanyakan mengeluh, pertanyaannya bisa dibalik, siapa suruh dateng ke jakarta?
Kedengerannya berlebihan sih, tapi emang Jakarta itu keras. Terutama buat kita yang hidup dengan fasilitas seadanya, alias nggak punya mobil dan supir pribadi.
Pilihannya hanyalah naik kopaja yang udah nggak layak jalan, atau naik busway yang penuhnya nggak kira-kira, atau nekat berojek ria di tengah debu dan panasnya Jakarta. Hmm...what a choice..
Dan siapa bilang selain kemacetan yang menggila, kamu nggak akan menemukan hal-hal aneh di dalam bis? Pernah gue hampir setengah sinting karena udah berada dalam kopaja selama 2 jam, dari Plaza Semanggi menuju rumah tante gue tempat gue menumpang di daerah Cipete. Belum cukup penderitaan itu, muncul seorang laki-laki berpenampilan mengerikan, mabok berat dengan bau alkohol nggak sedap, memohon" sama para penumpang untuk ngasih dia uang karena anaknya nggak bisa sekolah.Yang ada semua penumpang langsung pura-pura tidur nyenyak, sebisa mungkin nggak perlu kontak mata sama dia.
Hidup di Jakarta juga sepertinya harus berjuang untuk diri sendiri. Pernah di dalam busway, gue kesel berat sama seorang bapak yang dengan enaknya duduk sementara ibu-ibu tua di sebelah gue berjuang untuk berdiri di tengah guncangan busway yang super ngebut.Akhirnya, nggak tahan, gue jutekin tuh bapak, minta dia ngasih tempatnya buat si ibu. Dan begitu si ibu berhasil duduk, bukannya senyum makasih sama gue, dia malah ikutan ngejutekin gue!
Pernah juga gue lagi berdiri di dalem busway, taunya tempat duduk di depan gue kosong karena orangnya turun di halte berikut. Refleks, gue siap-siap ngejatuhin pantat gue di kursi itu. Ternyata, kaget banget gue, udah ada seorang cowok yang dengan cepatnya ngeduluin gue duduk di sana. Sebel berat, gue udah siap buat marah-marah. Tapi sebelum gue sempet ngomel sedetikpun, ibu-ibu yang duduk di sekitar situ udah marah-marahin tu cowok, sampe akhirnya dia nggak enak hati dan langsung berdiri, haha!
Pengalaman nggak menyenangkan juga pernah gue alamin di halte busway. udah lama ngantri, akhirnya gue berdiri paling depan. Begitu bus berhenti di halte itu, gue ngasih jalan dulu buat orang-orang yang mau turun. Taunya, orang-orang di belakang gue malah udah desek-desekan masuk duluan. Dan waktu gue siap-siap masuk ke dalam bus, penjaga pintunya malah nyetop gue, dan dengan santai teriak ke supirnya, "Lanjut!" Gila, rasanya pengen ngelempar batu bata ke jendela bus itu saking sebelnya.
Nggak adil, egois, nggak peduli, mungkin itu ciri-ciri orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Gue udah pernah kecopetan dalam bis, digodain preman pinggir jalan, sampe diserempet motor yang menggila di depan kantor. Apapun bisa terjadi di kota yang chaotic ini. Tapi kalau kebanyakan mengeluh, pertanyaannya bisa dibalik, siapa suruh dateng ke jakarta?
Sunday, October 21, 2007
Here We Go Again...
Kayaknya belum setahun musim kawin yang terakhir gue alamin lewat, tiba-tiba musim yang sama udah mencegat gue di depan mata..
Dimulai dari satu demi satu teman-teman main gue jaman smp-smu yang mengakhiri masa lajang mereka... (and that makes me the last one who's still un-married!!!)..trus..teman-teman kuliah..baik itu satu angkatan sama gue, atau angkatan di atas gue, atau bahkan angkatan di bawah gue...(see? it is not related with age at all!!!).
Hmm..dan gue mulai parno karena dalam 1 minggu ini, topik "undangan, pernikahan, pesta kawin, dan sejenisnya" menjadi sesuatu yang luar biasa jamak buat gue..dimulai dari salah satu teman gue sejak sd, yang minta gue supaya jadi "penyambut pengantin" --whatever that means-- di pesta pernikahannya minggu depan. Oke, gue pikir, why not? lalu, keriangan ditambah dengan persiapan pernikahan salah satu sahabat terdekat gue yang waktunya kurang dari sebulan lagi...Ngeliat semua pernak-pernik persiapannya, belum lagi ditambah segudang masalah yang sempat dihadapi, gue jadi ikut ketar-ketir mengikuti perjalanannya menghadapi hari H (but I know you could make it,honey..my prayer will always be with you...)
Belum, belum selesai kok...tiba-tiba gue mendapat message di Friendster gue, dari salah seorang mantan pacar jaman SMU..yang ngabarin kalau...yup, dia bakal menikah bulan depan..dan minta dengan sangat supaya gue nyempetin dateng, karena pestanya sendiri bakal berlangsung di hari non-weekend...hmm..oke, i'll try, gitu janji gue sama dia..dan emang bener, gue pengen banget dateng karena despite what we've been through, we've become great friends..
Hmm..baru narik nafas lega sebentar nih, beluuummm nyampe 1 minggu, tiba-tiba kemarin gue nerima telepon dari salah satu teman lama yang juga seorang wartawan...mengabari kalau minggu ini juga, dia bakal menikah...oh nooooo!!!!
puncaknya adalah tadi, beberapa saat sebelum gue menulis postingan ini, seorang teman yang baru menyelesaikan S2-nya di Inggris ikut-ikutan mengirim message di friendster...buat apa lagi kalau bukan menanyakan alamat lengkap gue untuk mengirim undangannya?
Phewww....
Dari dulu, gue bukan termasuk cewek yang senang berandai-andai tentang "my perfect wedding day"...apalagi berandai-andai tentang kehidupan setelah menikah..dan meskipun kalau ditanya setiap orang "kapan nyusul?", gue bisa menjawab,"doain aja, secepatnya.." tapi ups! ternyata kenyataannya, gue belum sesiap itu...jangan salah lhooo...i'm truly happy with all my friends' happiness..i just wish that someday, one day, i could take such a brave decision like them...=)
Dimulai dari satu demi satu teman-teman main gue jaman smp-smu yang mengakhiri masa lajang mereka... (and that makes me the last one who's still un-married!!!)..trus..teman-teman kuliah..baik itu satu angkatan sama gue, atau angkatan di atas gue, atau bahkan angkatan di bawah gue...(see? it is not related with age at all!!!).
Hmm..dan gue mulai parno karena dalam 1 minggu ini, topik "undangan, pernikahan, pesta kawin, dan sejenisnya" menjadi sesuatu yang luar biasa jamak buat gue..dimulai dari salah satu teman gue sejak sd, yang minta gue supaya jadi "penyambut pengantin" --whatever that means-- di pesta pernikahannya minggu depan. Oke, gue pikir, why not? lalu, keriangan ditambah dengan persiapan pernikahan salah satu sahabat terdekat gue yang waktunya kurang dari sebulan lagi...Ngeliat semua pernak-pernik persiapannya, belum lagi ditambah segudang masalah yang sempat dihadapi, gue jadi ikut ketar-ketir mengikuti perjalanannya menghadapi hari H (but I know you could make it,honey..my prayer will always be with you...)
Belum, belum selesai kok...tiba-tiba gue mendapat message di Friendster gue, dari salah seorang mantan pacar jaman SMU..yang ngabarin kalau...yup, dia bakal menikah bulan depan..dan minta dengan sangat supaya gue nyempetin dateng, karena pestanya sendiri bakal berlangsung di hari non-weekend...hmm..oke, i'll try, gitu janji gue sama dia..dan emang bener, gue pengen banget dateng karena despite what we've been through, we've become great friends..
Hmm..baru narik nafas lega sebentar nih, beluuummm nyampe 1 minggu, tiba-tiba kemarin gue nerima telepon dari salah satu teman lama yang juga seorang wartawan...mengabari kalau minggu ini juga, dia bakal menikah...oh nooooo!!!!
puncaknya adalah tadi, beberapa saat sebelum gue menulis postingan ini, seorang teman yang baru menyelesaikan S2-nya di Inggris ikut-ikutan mengirim message di friendster...buat apa lagi kalau bukan menanyakan alamat lengkap gue untuk mengirim undangannya?
Phewww....
Dari dulu, gue bukan termasuk cewek yang senang berandai-andai tentang "my perfect wedding day"...apalagi berandai-andai tentang kehidupan setelah menikah..dan meskipun kalau ditanya setiap orang "kapan nyusul?", gue bisa menjawab,"doain aja, secepatnya.." tapi ups! ternyata kenyataannya, gue belum sesiap itu...jangan salah lhooo...i'm truly happy with all my friends' happiness..i just wish that someday, one day, i could take such a brave decision like them...=)
Wednesday, October 17, 2007
Naik-Turun

Life is indeed full of ups and downs...
Setelah sempet bete berat sama urusan kantor, gue mendapat sedikit pencerahan waktu tiba-tiba dikasih liputan menyenangkan ke pulau lombok...
Ceritanya, disuruh nemenin beberapa pemenang kuis di majalah yang hadiahnya adalah ikut cruise dari bali ke lombok selama 3 hari, lengkap dengan snorkeling, berenang, jalan-jalan..
And it was a trully perfect getaway for me..lupa banget sama semua urusan kantor waktu gue snorkeling di tengah jernihnya air laut di Gili Nanggo, lengkap dengan ratusan ikan warna-warni yang berseliweran di depan gue...atau duduk-duduk di pasir pantai gili trawangan yang putih bersih, sambil ngeliatin gradasi air laut di kejauhan, mulai dari warna hijau muda, biru muda, sampai biru tua...
Dan sepertinya gue emang jadi lebih menikmati perjalanan itu dibanding para pemenang lomba yang malahan pada mabuk laut...bisa dimaklumi sih, karena emang ombak di sekitaran selat antara bali dan lombok itu lumayan kenceng juga, apalagi kapal yang kita tumpangi emang bukan termasuk kapal besar...
tapi begitu balik kantor, gue disambut sama berita-berita nggak menyenangkan dari sejumlah temen yang bilang kalo mereka mau cabut..huhu...sedih banget rasanya, karena kebanyakan yang bakal cabut (sebagian besar dengan alasan udah nggak tahan lagi sama kantor)adalah temen-temen deket gue...mulai dari editor yang suka hunting bareng, temen nebeng pulang, sampai temen main game di kantor...sedih. kaya ada yang ilang...dan nggak bohong kalo gue bilang, keinginan buat nyusul temen-temen cabut dari kantor semakin besar...
belum ilang campur aduk di dalem hati, gue tiba-tiba dipanggil sama salah satu bos..ternyata...karena editor di atas gue adalah salah satu yang bakal cabut, gue malah dipromote buat gantiin posisinya..
semakin pusing aja...emosi berasa makin naik turun akhir-akhir ini..
kenapa ya, mengambil keputusan selalu jadi hal yang paling sulit?
Saturday, September 08, 2007
Love The Job, Hate The Office
Pernah makan steak yang enak banget tapi pisaunya tumpul? Atau nonton film keren di bioskop tapi gambarnya burem?
Rasanya sama seperti ngelakuin pekerjaan yang kita suka tapi di tempat yang nggak menyenangkan. Nggak menyenangkan di sini bukan berarti kantornya jelek, tapi lebih karena orang-orang di dalamnya (especially those top management guys) yang *sorry to say* bener" busuk...
Dan bingung banget waktu dihadapin dengan pilihan untuk mempertahankan pekerjaan yang kita suka (dengan kondisi makan hati di kantor) atau cabut dari sana (even without any guarantees that we'll find such a lovely job)...Well..making decisions is -indeed- always difficult...
Rasanya sama seperti ngelakuin pekerjaan yang kita suka tapi di tempat yang nggak menyenangkan. Nggak menyenangkan di sini bukan berarti kantornya jelek, tapi lebih karena orang-orang di dalamnya (especially those top management guys) yang *sorry to say* bener" busuk...
Dan bingung banget waktu dihadapin dengan pilihan untuk mempertahankan pekerjaan yang kita suka (dengan kondisi makan hati di kantor) atau cabut dari sana (even without any guarantees that we'll find such a lovely job)...Well..making decisions is -indeed- always difficult...
Tuesday, August 21, 2007
Benci, dan Cinta
Benci banget...
Sama sinetron kacangan yang ditayangin televisi setiap harinya..
Orang-orang yang menganggap dirinya artis hanya karena diburu-buru wartawan infotainment..
Film-film Indonesia yang membludak, yang kalo nggak mengekspos hantu, ya cerita cinta picisan anak smu..
Benci banget...
Sama kemacetan Jakarta..
Mobil-mobil yang banyak banget, peraturan 3 in 1 yang nggak ngefek sama sekali, serbuan motor yang merajalela..
Kopaja yang kondisinya udah nggak layak pakai..busway yang jumlahnya dikit banget, nggak ngerti deh uangnya dikorupsi sama siapa dan lari ke mana..
Benci banget...
Sama serbuan mal di mana-mana..
Toko-toko bermerk dunia yang satu barangnya mencapai harga sekian juta..
Ribuan orang yang tiap harinya berusaha berpenampilan minimal dengan mango ataupun zara..
Benci banget...
Sama koruptor yang masih berjaya,
Janji-janji palsu pejabat negara..
Seribu satu masalah di ibu kota..
Tapi after all..
Gue nggak bisa benci negara ini..
Gue bakal selalu kangen dan kangen lagi..
Biarpun mungkin, yang gue cinta, hanya ilusi...
-happy belated independence day,hon..- (which i spent watching dvd all day long =p)
Sama sinetron kacangan yang ditayangin televisi setiap harinya..
Orang-orang yang menganggap dirinya artis hanya karena diburu-buru wartawan infotainment..
Film-film Indonesia yang membludak, yang kalo nggak mengekspos hantu, ya cerita cinta picisan anak smu..
Benci banget...
Sama kemacetan Jakarta..
Mobil-mobil yang banyak banget, peraturan 3 in 1 yang nggak ngefek sama sekali, serbuan motor yang merajalela..
Kopaja yang kondisinya udah nggak layak pakai..busway yang jumlahnya dikit banget, nggak ngerti deh uangnya dikorupsi sama siapa dan lari ke mana..
Benci banget...
Sama serbuan mal di mana-mana..
Toko-toko bermerk dunia yang satu barangnya mencapai harga sekian juta..
Ribuan orang yang tiap harinya berusaha berpenampilan minimal dengan mango ataupun zara..
Benci banget...
Sama koruptor yang masih berjaya,
Janji-janji palsu pejabat negara..
Seribu satu masalah di ibu kota..
Tapi after all..
Gue nggak bisa benci negara ini..
Gue bakal selalu kangen dan kangen lagi..
Biarpun mungkin, yang gue cinta, hanya ilusi...
-happy belated independence day,hon..- (which i spent watching dvd all day long =p)
Wednesday, August 15, 2007
Gosip
Satu hal yang nggak bisa dihindarin dari kerja di lingkungan yang didominasi perempuan adalah gosip.
Mulai dari gosip artis dalam negeri di infotainment, gosip artis luar negeri di E Channel,gosip petinggi-petinggi di manajemen, sampai gosip temen sekantor...
Dan alangkah nggak enaknya kalau habis ngedenger gosip tentang seseorang pas makan siang, ternyata dia duduk di sebelah kita pas lagi meeting sesudahnya...
Tapi lebih nggak enak lagi kalau suatu hari kita masuk ke kantor disambut dengan tatapan aneh dari orang-orang...dan baru sadar kalau kali ini, kitalah yang menjadi sasaran gosip..Huks.
Mulai dari gosip artis dalam negeri di infotainment, gosip artis luar negeri di E Channel,gosip petinggi-petinggi di manajemen, sampai gosip temen sekantor...
Dan alangkah nggak enaknya kalau habis ngedenger gosip tentang seseorang pas makan siang, ternyata dia duduk di sebelah kita pas lagi meeting sesudahnya...
Tapi lebih nggak enak lagi kalau suatu hari kita masuk ke kantor disambut dengan tatapan aneh dari orang-orang...dan baru sadar kalau kali ini, kitalah yang menjadi sasaran gosip..Huks.
Thursday, July 19, 2007
My Best Friend's Wedding
I still remember..the good old days when we've become friends..
Two giggling girls in blue and white uniforms..
Sitting at the back of the class..exchanging letters and song lyrics..
Chatting in the phone until our parents got mad (although we've just met a few hours earlier at school!)..
And girl, how we're struggling together..Trying to be part of the high school frenziness..Getting our hearts broken and mending it again..Freaking out everytime the report card got out..
College days were a lot harder..And although we've made many new friends..we're still keeping it up with each other..Me, with my complicated relationships..and you, with your one and only love..
And sometimes, I miss those great days..When we're talking and talking about life and everything..Not about jobs, money or the future, but basically about anything that can make us feel comfortable..we're not alone, that's the most important thing.
But here I am, watching you in your beautiful kebaya, with your guy by your side (yup, still the same partner!), feeling very happy for you..And it's okay, if we have to talk about marriage..and jobs..and future..as long as we're still good friends, being there for each other in thick and thin..I can deal with that...=)
Two giggling girls in blue and white uniforms..
Sitting at the back of the class..exchanging letters and song lyrics..
Chatting in the phone until our parents got mad (although we've just met a few hours earlier at school!)..
And girl, how we're struggling together..Trying to be part of the high school frenziness..Getting our hearts broken and mending it again..Freaking out everytime the report card got out..
College days were a lot harder..And although we've made many new friends..we're still keeping it up with each other..Me, with my complicated relationships..and you, with your one and only love..
And sometimes, I miss those great days..When we're talking and talking about life and everything..Not about jobs, money or the future, but basically about anything that can make us feel comfortable..we're not alone, that's the most important thing.
But here I am, watching you in your beautiful kebaya, with your guy by your side (yup, still the same partner!), feeling very happy for you..And it's okay, if we have to talk about marriage..and jobs..and future..as long as we're still good friends, being there for each other in thick and thin..I can deal with that...=)
Tuesday, July 03, 2007
Hedonnya Hidup
I consider myself to be very lucky, karena gue udah dapet banyak kesempatan buat ngerasain hal-hal yang belum tentu semua orang bisa ngerasain..
Mulai dari jaman jadi wartawan politik, gue udah berkesempatan menjelajahi Indonesia dari mulai Pulau Kalimantan, Sulawesi, sampai ke ujung Papua..Gue juga ngerasa bersyukur banget dapet kesempatan sekolah ke Belanda, yang bikin gue sekaligus bisa berkunjung ke tempat-tempat dan negara-negara di sekitar Eropa, dari mulai ngubek-ngubek Museum Louvre di Paris sampai mengagumi keindahan kota Barcelona.
Dan sekarang, kesempatan-kesempatan itu datang lagi, setelah gue berkecimpung di dunia tulis-menulis majalah lifestyle. Menyenangkan memang, karena gue bisa makan di restoran yang nggak mungkin gue kunjungin kalau harus bayar sendiri, atau tinggal di hotel yang rasanya juga nggak bakalan gue lirik kalau berlibur dengan biaya pribadi...
My latest experience tentang kenikmatan hidup adalah minggu kemarin, dimana gue dapet kesempatan liputan bareng beberapa temen kantor ke Bali..Yang menyenangkannya, kita liputan seputaran makanan, hotel dan spa untuk edisi mendatang...
Dan memang bener, yang namanya uang, biarpun bukan segalanya, ternyata emang sangat berpengaruh besar untuk menikmati indahnya hidup...Kamar yang gue tinggalin di Hotel Bvlgari (daerah Uluwatu, yang adalah hotel Bvlgari kedua di dunia) misalnya, lengkap dengan private pool dan semua produk keluaran Bvlgari (mulai dari shampoo, sabun, sampai parfum), rate satu malamnya adalah US $1200, dan itu masih untuk low season...Sementara makan malam yang gue nikmatin di pinggir pantai Hotel 4 Seasons Jimbaran, harganya mencapai Rp 1 juta untuk tiap orang..Kebayang kan gimana rasanya kalau harus bayar dengan uang sendiri? Bisa-bisa makannya sambil nahan muntah (padahal rasa makanannya sih emang top banget...). Gitu juga dengan treatment spa yang gue dapet sebagai compliment dari Grand Hyatt..Enak banget, tapi kalo liat harga di menunya, mungkin hanya bisa gigit jari...
Sebenernya gue nggak anti dengan kenikmatan duniawi...Hanya aja, gue kadang masih suka bingung dengan orang-orang yang bisa ngeluarin uang demi memenuhi hedonnya hidup, kadang dengan jumlah yang nggak masuk akal..
Tapi...terserah masing-masing orang sih...Kalo gue pribadi, selama emang bisa menikmati semuanya (tanpa harus bayar!!!!hahaha), ya gue bakal menikmati dengan senang hati..=)
Mulai dari jaman jadi wartawan politik, gue udah berkesempatan menjelajahi Indonesia dari mulai Pulau Kalimantan, Sulawesi, sampai ke ujung Papua..Gue juga ngerasa bersyukur banget dapet kesempatan sekolah ke Belanda, yang bikin gue sekaligus bisa berkunjung ke tempat-tempat dan negara-negara di sekitar Eropa, dari mulai ngubek-ngubek Museum Louvre di Paris sampai mengagumi keindahan kota Barcelona.
Dan sekarang, kesempatan-kesempatan itu datang lagi, setelah gue berkecimpung di dunia tulis-menulis majalah lifestyle. Menyenangkan memang, karena gue bisa makan di restoran yang nggak mungkin gue kunjungin kalau harus bayar sendiri, atau tinggal di hotel yang rasanya juga nggak bakalan gue lirik kalau berlibur dengan biaya pribadi...
My latest experience tentang kenikmatan hidup adalah minggu kemarin, dimana gue dapet kesempatan liputan bareng beberapa temen kantor ke Bali..Yang menyenangkannya, kita liputan seputaran makanan, hotel dan spa untuk edisi mendatang...
Dan memang bener, yang namanya uang, biarpun bukan segalanya, ternyata emang sangat berpengaruh besar untuk menikmati indahnya hidup...Kamar yang gue tinggalin di Hotel Bvlgari (daerah Uluwatu, yang adalah hotel Bvlgari kedua di dunia) misalnya, lengkap dengan private pool dan semua produk keluaran Bvlgari (mulai dari shampoo, sabun, sampai parfum), rate satu malamnya adalah US $1200, dan itu masih untuk low season...Sementara makan malam yang gue nikmatin di pinggir pantai Hotel 4 Seasons Jimbaran, harganya mencapai Rp 1 juta untuk tiap orang..Kebayang kan gimana rasanya kalau harus bayar dengan uang sendiri? Bisa-bisa makannya sambil nahan muntah (padahal rasa makanannya sih emang top banget...). Gitu juga dengan treatment spa yang gue dapet sebagai compliment dari Grand Hyatt..Enak banget, tapi kalo liat harga di menunya, mungkin hanya bisa gigit jari...
Sebenernya gue nggak anti dengan kenikmatan duniawi...Hanya aja, gue kadang masih suka bingung dengan orang-orang yang bisa ngeluarin uang demi memenuhi hedonnya hidup, kadang dengan jumlah yang nggak masuk akal..
Tapi...terserah masing-masing orang sih...Kalo gue pribadi, selama emang bisa menikmati semuanya (tanpa harus bayar!!!!hahaha), ya gue bakal menikmati dengan senang hati..=)
Friday, June 22, 2007
Heroes

Bukan Peter Petrelli, Hiro Nakamura (although I'm a fan of him too..), apalagi Sylar si penjahat cemen...
Bukan juga Spiderman, Batman, atau Superman yang semuanya klise..
Buat gue, Superpippo tetep jadi my number one hero..
Udah telat, mungkin, karena kegilaan liga Champions dah lewat, dan sekarang lagi heboh-hebohnya nyambut Piala Asia..
Tapi biarinlah..sekarang bisa melepas masa pensiunnya dengan tenang...Sukur-sukur kalo bisa ngeliat dia main sekali lagi di Piala Eropa taun depan..
Tentang seribu julukan dari orang-orang..."dilahirkan dalam posisi offside", "raja diving sedunia", "pencipta gol-gol hoki"...bahkan kritik golnya di Piala Champions kemaren yang dihujat sebagai gol semi-handsball...Hmm..buat gue, julukan yang paling tepat tetep superpippo =)
*Maaf ya, postingan kali ini memang seratus persen narsis..hahaha..*
Subscribe to:
Posts (Atom)