Wednesday, October 12, 2005

One Fine Day

This was a great day...Had guest speaker from Nestle in my class, got lots of free chocolates...Yummy...
The wheather was nice, a little windy but with lovely sunshine all day long...I even didn't wear my jacket when taking a walk outside the campus.
Had a very nice evening, with nice conversation, a cup of choco plus a piece of taart, and a night walk around the city... (Bedankt ya Chris..)

And as I checked my mail when I got home, there's something in my Inbox. It's from him...
Excited, I opened the email. Nice, with words that as usual, always make me smile. But in the end, there's a line that made me think.

"You're my best friend, right?"

My smile was gone, and I felt a little cold. I am his friend. He is one of the best friend I've ever had. But why is it my heart suddenly feels so empty? What's wrong for being just a friend for him? What do I expect?

Damn!! Why is it a very simple question can ruin my one fine day??

Saturday, October 08, 2005

Something I Dont Understand

Kemaren, gue chattin sama seorang temen, dan topik pembicaraan entah kenapa berkisar antara agama, teroris dan bom bali. Temen gue, yang lagi berkutat dengan thesisnya untuk ngeraih gelar master di psikologi, akhirnya sampai pada kesimpulan, kalo organised religions do more harm than good....Karena menurut dia, pemicu dari segala bentuk terorisme sekarang ini adalah agama. Agama yang masing" punya klaim jalan yang paling benar dibanding yang lain.

It makes me think...kenapa orang" yang mengaku beragama justru melakukan hal" yang mencelakakan orang lain? No wonder banyak orang yang akhirnya memilih untuk jadi atheis, atau juga tidak memeluk agama apapun (yang penting nggak nyakitin orang kan? gitu alesan mereka).

Masuk bulan Ramadhan, temen serumah gue, dua cowok Brazil umur 20 taunan, tiba" aja mutusin buat ikut puasa. Alesannya, mereka pengen coba cari jalan yang lebih dekat sama Tuhan... "I want to live in a more spiritual way...", kata salah satu cowok itu. Dan mereka sangat heran waktu tau gue nggak pernah melakukan ibadah puasa, terlepas dari apakah gue muslim atau bukan. Buat mereka, puasa adalah bentuk ibadah, apapun agama elo sebenernya.

And it still makes me think...Apa perlu suatu agama tertentu kalo kita emang pengen memenuhi kebutuhan spiritual kita?

Hari Minggu kemaren, gue pergi ke salah satu gereja di Den Haag...Pendeta yang khotbah sibuk ngomong berapi" tentang rencana konferensi umat kristiani di Belanda tahun depan...Dan minta dengan sangat supaya jemaat yang hadir mendukung dalam doa, dan dalam dana...He even asked us to write our name if we hadn't had the money yet... Dan sampai ibadah selesai, nggak ada satu kata pun yang diucapin untuk korban bom bali, untuk situasi indonesia yang lagi terpuruk, untuk krisis berkepanjangan...

Lagi", pertanyaan muncul di otak gue...Apa agama hanyalah tentang konferensi dan pertemuan? Tentang siapa yang paling banyak dan dominan?

Kemarin dulu, gue nerima imel dari temen gue di Jakarta, yang lagi ngalamin "the end of her world..". Her family had just found out that for the past 6 years, she'd been with a guy who has a different religion. "Mereka bilang, nyokap sampe sakit"an waktu tau tentang itu...Dan mereka nggak mau tau, gue harus putus..."

And I just don't get it... What is religion anyway? Hubungan dengan Tuhan, dengan sesama, atau hanyalah habit yang udah kita jalanin sejak lahir? Is it really damn important or is it just WE that make it seems so important?

Wednesday, October 05, 2005

Mellowish...

After midnight...alone in my room...YM and MSN still on, but without anyone to talk to...Couple of sad songs play in MP3...John Legend, Ordinary People...Lemar, What About Love...Things come into my mind...The hugs, the kisses, the things he usually said when we're talking over the phone, the laugh, the smile and the long hard discussion...And suddenly, it hit me, I miss him...so much....

Tuesday, October 04, 2005

Berita,Bom,BBM

Jauh dari Indonesia, entah kenapa berita yang gue baca tentang tanah kelahiran gue itu malah semakin buruk dan buruk setiap harinya... Belom ilang shock tentang kenaikan harga BBM, demo" dan semua reaksi keras ataupun pasrah dari masyarakat, tiba" ada lagi berita tentang bom.

Seorang temen gue bilang, BBM=Bom Bali Meledak (lagi), jadi lead berita yang bagus banget. Hantaman keras untuk kesekian kalinya buat pemerintahan pak SBY-JK (Gue jadi inget lagi SMS yang sempet beredar tentang SBY-JK : Susah Bensin Ya Jalan Kaki...ada" aja...)

Anyway...lepas dari betapa terkutuknya peristiwa pengeboman itu, apa yang ada di otak para suicidal bombers, dan kenapa harus bikin negara kita seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula....Gue jadi ngebayangin peran media sama semua peristiwa ini.

Bad news is good news..Salah satu hal yang gue pelajarin selama sempet kecebur di dunia jurnalistik kemaren ini. Ironis siy, karna kejadian mengerikan kaya pengeboman Bali atau naiknya BBM di tengah krisis masyarakat, justru jadi makanan empuk buat dunia media. Yang lebih ironis, media bisa pegang peranan penting banget buat ngebentuk opini masyarakat...

Isu apa yang ada di balik pengeboman Bali misalnya, apa dikaitin sama agama, atau it's just a bunch of crazy people, doing crazy things...Bisa dibentuk dengan gampangnya sama media...Serem banget, karna kita sekarang hidup di dunia komunikasi yang udah global abis...Media bisa jadi pemicu...atau jadi penengah..

Jangan nelen bulet" semua berita yang ada...karna maybe it can lead to another worse thing...

Wednesday, September 28, 2005

Dicari : Cowok Belanda!

Weekend kemaren ini, gue dan oliv diundang makan" sama orang" indonesia kenalannya oliv. Kebetulan mereka adalah cewek" indo dengan range umur 25-40 taunan, dan udah merit sama cowok londo, yang artinya mereka udah menetap di belanda dalam itungan taun...

Selain urap, rendang, bihun dan opak, yang juga bikin malem itu seru adalah pembicaraan para istri yang berkisar seputar kehidupan berumah tangga dengan seseorang yang punya budaya dan latar belakang berbeda..

Cowok belanda itu, menurut mereka, sangat" berbeda dengan cowok indonesia. Terutama dalam hal kebebasan dan emansipasi. "Mereka itu sama sekali nggak nuntut kita apapun..termasuk soal kerja rumah tangga. Mungkin karna gerakan emansipasi di sini yang udah tinggi banget...", gitu cerita salah seorang mbak yang udah hidup bareng suaminya di belanda selama 6 taun.

Seorang mbak lainnya juga cerita, di sini dia nggak perlu watir kalau mau punya urusan sendiri, karna si suami bener" penganut aliran bebas. "Yang penting dia tau gue mau kemana, sisanya ya terserah gue...Mana mungkin coba kalo cowok indonesia kaya gitu?"

Gue hanya manggut" aja denger cerita mereka. Tapi seperti segala sesuatu di dunia ini, yang namanya kelebihan pasti aja diimbangin sama kekurangan. Trade off, gitu deh kira"... Dan bener aja, sesudah sibuk memuja-muji indahnya kehidupan pernikahan dengan suami londo, mereka mulai ngeluh tentang beratnya tinggal di negeri orang. Dari mulai culture yang beda, homesick, sampe susahnya hidup senang. Jauh dari keluarga dan temen", susahnya nyari kerjaan, winter yang bisa bikin jadi nyaris gila karna dinginnya gila"an...

Hmmm....is it worthed to have that kind of life? Suami penurut dan tidak menuntut...tapi harus rela ninggalin kampung halaman? Kalo gue sih...yaaa....tergantung cowoknya deh seganteng apaan, hahahahahaha.....

Friday, September 23, 2005

160 cm...dan tidak tumbuh lagi...

Hari Selasa kemaren, kebetulan gue sama oliv (room mate gue yang sekarang) nggak ada kerjaan..jadi kita jalan" lah di sekitaran kota Den Haag..Ternyata begitu nyampe di Centrum, kok rame banget...Jalan" pada ditutup, orang" berdiri di pinggir jalan...

Ternyata, sesudah diselidiki, ada pembukaan masa parlemen baru..Gue langsung semangat gitu, berasa mau liputan, hahaha...tapi karna nggak mungkin, akhirnya gue sama oliv berusaha buat ngeliat iring"an parade yang lewat di jalanan..

Sialnya, semua orang di sekitar kita ternyata punya badan yang sangat" menjulang gitu, jadi apa daya gue sama oliv akhirnya terpaksa manjat" pager. Itu pun baru berhasil sesudah kebanyakan orang pada bosen dan minggir dari depan kita...

Belom ilang betenya kita, pas akhirnya gue foto" sama serombongan anak cewek berbaju tradisional yang juga ikutan parade, gue baru sadar...ternyata gue emang pendek...karna di antara mereka pun, gue masih tampak kecil mungil...

hiks....

Monday, September 19, 2005

Batagor, Cireng dan Nasi Uduk

Hari keempat gue di negeri kincir...Wah...kesan pertama tuh, dingin banget siy ni negara? Yang ada kalo keluar rumah kudu rangkep" tiga biji, itu pun masih belum bisa menahan angin dingin yang menusuk-nusuk...

Kadang kalo lagi bengong sendirian, gue suka mikir, ngapain siy gue di sini? Di negara yang bahkan untuk mau ke toilet aja harus bayar setengah euro, yang kalo mau belanja ke supermarket kudu bawa kantong sendiri...

Dan kalo sisi mellow gue lagi nongol, gue langsung yang ngerasa kangen banget sama semua yang udah familiar buat gue, bandung, keluarga, temen", batagor, cireng dan nasi uduk...

Tapi pasti gue jadi mikir lagi, hey...ini semua kan gue yang mau? Gue dengan mengejar mataharinya gue...So..I have to do this with all my heart...Jadi...to be continued aja dulu...=)

Tuesday, September 13, 2005

Terakhir Untuk Saat Ini

Dua hari menjelang kepergian gue dari kota Bandung...
Kayanya banyakk banget hal" yang pengen gue lakuin buat terakhir kalinya...
Dari mulai makan bubur Hongsin dan nasi timbel Istiqomah, nongkrong di Laos atau Potluck sama tha, ngubek" buku di Omunium, menyusuri jalan" Bandung yang teduh sambil dengerin lagu" mellow, sampe maen" sama anjing" golden gue yang super caur..

I love every little thing about this city...Dari mulai distro-distronya, jalanannya yang makin semrawut, makanan enak yang tersebar sampe ke sudut", cowok" lucu yang seliweran di mana", sampe semua tempat" tersembunyi yang nyimpen seribu kenangan...

I left my heart in this city, but damn sure i'll be back soon...=)

Saturday, September 10, 2005

Ironis

Lagi pengen banget makan mie, yang lewat malah tukang sate...Udah nunggu" hari first date sama dia, tau-tau ada jerawat baru...
Tinggal 5 menit sebelum ujian mulai, terjebak macet karna ada kecelakaan...
Ada final piala dunia di TV, entah kenapa pas dapet giliran mati listrik...

Mencari" cinta dalam hidup, tapi waktu ketemu, nggak bisa membalasnya...
Menemukan seseorang yang tepat, di saat kamu harus pergi jauh...

Seperti kata Allanis : Life has a funny way of sneaking up on you/ When you think everything's okay and everything's going right...

Monday, September 05, 2005

My Book Baton

Ini siy cuman ngelunasin utang aja dari seseorang, hahaha...

Jumlah buku yang ada Rak : about 150 books
Jumlah buku yang ada di Komputer : none
Buku terakhir yang dibeli: Pintu Terlarang-Sekar Ayu Asmara
Buku terakhir yang di download : never download buku di komputer, pusing bacanya euy

5 Buku terakhir yang sedang dibaca :
Pintu Terlarang , biasa aja siy nggak seheboh yang dikira...
The God of Small Things, nice one but too many details..
The Kite Runner, very humanly...
Tuesdays with Morrie, ini sih udah rereading berapa kali entah deh...nggak pernah bosen
Digital Fortress, not reccomended buat penggemar Angels n Demons atau Da Vinci Code, soalnya bisa overestimate...hehehehe