Saturday, January 05, 2008

Yang Tak Mungkin Kembali

Tahun baru lagi, 2008 kali ini..
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman bertanya, "Apa aja perubahan yang sudah terjadi sama kamu selama 5 tahun terakhir ini?"
Dan pertanyaannya membuat gue sedikit mendaftar poin plus dan minus hidup gue dalam 5 tahun terakhir..

Banyak resolusi yang masih belum kesampaian pastinya, kebanyakan yang kecil-kecil tapi cukup mengganggu,seperti ngurangin gosip, bangun lebih pagi, rajin olah raga, sampai belajar masak.. =p
Tapi tentu saja di samping kegagalan-kegagalan itu (ditambah beberapa kegagalan yang lebih besar dan pengambilan keputusan yang kurang memuaskan hasilnya), ada juga banyak perubahan positif dalam hidup gue, terutama yang menyangkut sekolah dan pekerjaan..

Satu hal yang gue sadarin adalah waktu nggak akan pernah kembali untuk kita..sengotot apapun kita memohon dan meminta...Akan tetap banyak "what if" yang selalu kita pertanyakan, "if only" yang selalu kita andaikan...Tapi kesimpulannya sama..waktu akan terus berjalan, membawa perubahan (atau bahkan mungkin hanya menemani kita jalan di tempat), suka ataupun tidak, baik ataupun buruk..

Buat gue, setiap pengalaman yang membawa perubahan (meskipun kadang melibatkan keputusan yang salah atau kegagalan yang memalukan), pasti ada maknanya..dan lebih baik berubah, sekecil apapun itu, daripada hanya menyesali diri dan membiarkan waktu berlalu begitu saja.Karena dia,tidak mungkin kembali..

Selamat menyambut tahun yang baru =)

Wednesday, December 19, 2007

Comfort Zone

Artinya zona nyaman, tapi entah kenapa konotasinya selalu negatif. Sesuatu yang sebaiknya dihindari dan nggak lama-lama dijalani.
Tapi kenapa kenyamanan menjadi sesuatu yang dilarang? Kenapa orang selalu dibuat merasa bersalah kalau sudah hidup di zona yang satu ini?

Buat gue, hidup nyaman itu suatu privilege. Dan siapa sih yang nggak suka hidup dikelilingi fasilitas memadai, orang-orang yang dicintai, dan pekerjaan yang menyenangkan?

Tapi ketika kenyamanan menjadi sesuatu yang membatasi perkembangan hidup kita, mungkin itulah saatnya kita harus berhati-hati. Banyak orang yang akhirnya mengatasnamakan kenyamanan untuk bertahan di kondisinya sekarang, tanpa sadar (atau pura-pura nggak sadar) ada kehidupan yang lebih baik di depan sana.

Gue selalu merasa hidup gue dikelilingi kenyamanan. Gue punya pekerjaan yang sangat gue suka, dengan goody bags berisi aneka hadiah, voucher makan gratis di resto-resto terkenal, sampai jalan-jalan ke tempat-tempat menyenangkan. Jam kerjanya pun sangat-sangat nyaman, gue bisa bangun sekitar jam setengah 8 pagi, berangkat dari rumah jam 9, dan nyampe kantor jam 10, tanpa ada seorangpun yang protes. Nonton bioskop di tengah jam kerja? Jalan-jalan ke mal untuk hunting barang? Semuanya bisa dilakuin tanpa ada bos yang bawel. Dan pake celana jins sama kaos ke kantor, bukan sesuatu yang aneh. Pas banget sama gue yang emang paling males kalo harus pake baju kantoran.

Tapi akhirnya, kenyamanan itu mengungkung gue. Membuat gue tutup mata juga sama segala ketidaknyamanan yang sebenarnya masih ada di depan mata. Manajemen kantor yang busuk, payment wartawan yang yah...di Indonesia masih dianggap kerjaan lapis bawah kannn....plus fasilitas kantor yang sucks banget. Dan di sini, gue baru ngalamin yang namanya kerja dengan orang-orang berposisi tinggi, tapi sebenernya nggak ngerti tentang banyak hal. Lebih parah lagi, mereka nggak peduli pula dengan kenyataan kalo mereka nggak ngerti. Hmph...

Jadi dengan berat hati, setelah menghadapi berbagai dilema, gue memutuskan untuk meninggalkan comfort zone gue, dunia nyaman-nya gue...Menggali lagi cita-cita yang pernah padam, passion yang sempat terkubur lama...Dan menerima sebuah tantangan baru, dengan ketidakpastian di depan sana...

Can I live without those goody bags, great food, beautiful vacations and comfort environment? I don't know yet...but I think I can. Or at least, I'll try =)

Friday, November 23, 2007

Twenty freakin Seven

Umur dua tujuh!
Dan pelajaran hidup yang gue dapet adalah: dilema akan selalu ada, mengambil keputusan lebih sering terasa sulit, dan konsekuensi harus selalu dihadapi.
Welcome to the grown up world =)

Tuesday, November 20, 2007

Siapa Suruh Datang Jakarta?

Gue pernah ngomong sama seorang teman, "kalo lo bisa survive hidup di Jakarta, hampir pasti lo bisa survive juga di kota manapun di dunia.."
Kedengerannya berlebihan sih, tapi emang Jakarta itu keras. Terutama buat kita yang hidup dengan fasilitas seadanya, alias nggak punya mobil dan supir pribadi.

Pilihannya hanyalah naik kopaja yang udah nggak layak jalan, atau naik busway yang penuhnya nggak kira-kira, atau nekat berojek ria di tengah debu dan panasnya Jakarta. Hmm...what a choice..

Dan siapa bilang selain kemacetan yang menggila, kamu nggak akan menemukan hal-hal aneh di dalam bis? Pernah gue hampir setengah sinting karena udah berada dalam kopaja selama 2 jam, dari Plaza Semanggi menuju rumah tante gue tempat gue menumpang di daerah Cipete. Belum cukup penderitaan itu, muncul seorang laki-laki berpenampilan mengerikan, mabok berat dengan bau alkohol nggak sedap, memohon" sama para penumpang untuk ngasih dia uang karena anaknya nggak bisa sekolah.Yang ada semua penumpang langsung pura-pura tidur nyenyak, sebisa mungkin nggak perlu kontak mata sama dia.

Hidup di Jakarta juga sepertinya harus berjuang untuk diri sendiri. Pernah di dalam busway, gue kesel berat sama seorang bapak yang dengan enaknya duduk sementara ibu-ibu tua di sebelah gue berjuang untuk berdiri di tengah guncangan busway yang super ngebut.Akhirnya, nggak tahan, gue jutekin tuh bapak, minta dia ngasih tempatnya buat si ibu. Dan begitu si ibu berhasil duduk, bukannya senyum makasih sama gue, dia malah ikutan ngejutekin gue!

Pernah juga gue lagi berdiri di dalem busway, taunya tempat duduk di depan gue kosong karena orangnya turun di halte berikut. Refleks, gue siap-siap ngejatuhin pantat gue di kursi itu. Ternyata, kaget banget gue, udah ada seorang cowok yang dengan cepatnya ngeduluin gue duduk di sana. Sebel berat, gue udah siap buat marah-marah. Tapi sebelum gue sempet ngomel sedetikpun, ibu-ibu yang duduk di sekitar situ udah marah-marahin tu cowok, sampe akhirnya dia nggak enak hati dan langsung berdiri, haha!

Pengalaman nggak menyenangkan juga pernah gue alamin di halte busway. udah lama ngantri, akhirnya gue berdiri paling depan. Begitu bus berhenti di halte itu, gue ngasih jalan dulu buat orang-orang yang mau turun. Taunya, orang-orang di belakang gue malah udah desek-desekan masuk duluan. Dan waktu gue siap-siap masuk ke dalam bus, penjaga pintunya malah nyetop gue, dan dengan santai teriak ke supirnya, "Lanjut!" Gila, rasanya pengen ngelempar batu bata ke jendela bus itu saking sebelnya.

Nggak adil, egois, nggak peduli, mungkin itu ciri-ciri orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta. Gue udah pernah kecopetan dalam bis, digodain preman pinggir jalan, sampe diserempet motor yang menggila di depan kantor. Apapun bisa terjadi di kota yang chaotic ini. Tapi kalau kebanyakan mengeluh, pertanyaannya bisa dibalik, siapa suruh dateng ke jakarta?

Sunday, October 21, 2007

Here We Go Again...

Kayaknya belum setahun musim kawin yang terakhir gue alamin lewat, tiba-tiba musim yang sama udah mencegat gue di depan mata..

Dimulai dari satu demi satu teman-teman main gue jaman smp-smu yang mengakhiri masa lajang mereka... (and that makes me the last one who's still un-married!!!)..trus..teman-teman kuliah..baik itu satu angkatan sama gue, atau angkatan di atas gue, atau bahkan angkatan di bawah gue...(see? it is not related with age at all!!!).

Hmm..dan gue mulai parno karena dalam 1 minggu ini, topik "undangan, pernikahan, pesta kawin, dan sejenisnya" menjadi sesuatu yang luar biasa jamak buat gue..dimulai dari salah satu teman gue sejak sd, yang minta gue supaya jadi "penyambut pengantin" --whatever that means-- di pesta pernikahannya minggu depan. Oke, gue pikir, why not? lalu, keriangan ditambah dengan persiapan pernikahan salah satu sahabat terdekat gue yang waktunya kurang dari sebulan lagi...Ngeliat semua pernak-pernik persiapannya, belum lagi ditambah segudang masalah yang sempat dihadapi, gue jadi ikut ketar-ketir mengikuti perjalanannya menghadapi hari H (but I know you could make it,honey..my prayer will always be with you...)

Belum, belum selesai kok...tiba-tiba gue mendapat message di Friendster gue, dari salah seorang mantan pacar jaman SMU..yang ngabarin kalau...yup, dia bakal menikah bulan depan..dan minta dengan sangat supaya gue nyempetin dateng, karena pestanya sendiri bakal berlangsung di hari non-weekend...hmm..oke, i'll try, gitu janji gue sama dia..dan emang bener, gue pengen banget dateng karena despite what we've been through, we've become great friends..

Hmm..baru narik nafas lega sebentar nih, beluuummm nyampe 1 minggu, tiba-tiba kemarin gue nerima telepon dari salah satu teman lama yang juga seorang wartawan...mengabari kalau minggu ini juga, dia bakal menikah...oh nooooo!!!!

puncaknya adalah tadi, beberapa saat sebelum gue menulis postingan ini, seorang teman yang baru menyelesaikan S2-nya di Inggris ikut-ikutan mengirim message di friendster...buat apa lagi kalau bukan menanyakan alamat lengkap gue untuk mengirim undangannya?

Phewww....

Dari dulu, gue bukan termasuk cewek yang senang berandai-andai tentang "my perfect wedding day"...apalagi berandai-andai tentang kehidupan setelah menikah..dan meskipun kalau ditanya setiap orang "kapan nyusul?", gue bisa menjawab,"doain aja, secepatnya.." tapi ups! ternyata kenyataannya, gue belum sesiap itu...jangan salah lhooo...i'm truly happy with all my friends' happiness..i just wish that someday, one day, i could take such a brave decision like them...=)

Wednesday, October 17, 2007

Naik-Turun


Life is indeed full of ups and downs...
Setelah sempet bete berat sama urusan kantor, gue mendapat sedikit pencerahan waktu tiba-tiba dikasih liputan menyenangkan ke pulau lombok...
Ceritanya, disuruh nemenin beberapa pemenang kuis di majalah yang hadiahnya adalah ikut cruise dari bali ke lombok selama 3 hari, lengkap dengan snorkeling, berenang, jalan-jalan..

And it was a trully perfect getaway for me..lupa banget sama semua urusan kantor waktu gue snorkeling di tengah jernihnya air laut di Gili Nanggo, lengkap dengan ratusan ikan warna-warni yang berseliweran di depan gue...atau duduk-duduk di pasir pantai gili trawangan yang putih bersih, sambil ngeliatin gradasi air laut di kejauhan, mulai dari warna hijau muda, biru muda, sampai biru tua...

Dan sepertinya gue emang jadi lebih menikmati perjalanan itu dibanding para pemenang lomba yang malahan pada mabuk laut...bisa dimaklumi sih, karena emang ombak di sekitaran selat antara bali dan lombok itu lumayan kenceng juga, apalagi kapal yang kita tumpangi emang bukan termasuk kapal besar...

tapi begitu balik kantor, gue disambut sama berita-berita nggak menyenangkan dari sejumlah temen yang bilang kalo mereka mau cabut..huhu...sedih banget rasanya, karena kebanyakan yang bakal cabut (sebagian besar dengan alasan udah nggak tahan lagi sama kantor)adalah temen-temen deket gue...mulai dari editor yang suka hunting bareng, temen nebeng pulang, sampai temen main game di kantor...sedih. kaya ada yang ilang...dan nggak bohong kalo gue bilang, keinginan buat nyusul temen-temen cabut dari kantor semakin besar...

belum ilang campur aduk di dalem hati, gue tiba-tiba dipanggil sama salah satu bos..ternyata...karena editor di atas gue adalah salah satu yang bakal cabut, gue malah dipromote buat gantiin posisinya..

semakin pusing aja...emosi berasa makin naik turun akhir-akhir ini..
kenapa ya, mengambil keputusan selalu jadi hal yang paling sulit?

Saturday, September 08, 2007

Love The Job, Hate The Office

Pernah makan steak yang enak banget tapi pisaunya tumpul? Atau nonton film keren di bioskop tapi gambarnya burem?

Rasanya sama seperti ngelakuin pekerjaan yang kita suka tapi di tempat yang nggak menyenangkan. Nggak menyenangkan di sini bukan berarti kantornya jelek, tapi lebih karena orang-orang di dalamnya (especially those top management guys) yang *sorry to say* bener" busuk...

Dan bingung banget waktu dihadapin dengan pilihan untuk mempertahankan pekerjaan yang kita suka (dengan kondisi makan hati di kantor) atau cabut dari sana (even without any guarantees that we'll find such a lovely job)...Well..making decisions is -indeed- always difficult...

Tuesday, August 21, 2007

Benci, dan Cinta

Benci banget...
Sama sinetron kacangan yang ditayangin televisi setiap harinya..
Orang-orang yang menganggap dirinya artis hanya karena diburu-buru wartawan infotainment..
Film-film Indonesia yang membludak, yang kalo nggak mengekspos hantu, ya cerita cinta picisan anak smu..

Benci banget...
Sama kemacetan Jakarta..
Mobil-mobil yang banyak banget, peraturan 3 in 1 yang nggak ngefek sama sekali, serbuan motor yang merajalela..
Kopaja yang kondisinya udah nggak layak pakai..busway yang jumlahnya dikit banget, nggak ngerti deh uangnya dikorupsi sama siapa dan lari ke mana..

Benci banget...
Sama serbuan mal di mana-mana..
Toko-toko bermerk dunia yang satu barangnya mencapai harga sekian juta..
Ribuan orang yang tiap harinya berusaha berpenampilan minimal dengan mango ataupun zara..

Benci banget...
Sama koruptor yang masih berjaya,
Janji-janji palsu pejabat negara..
Seribu satu masalah di ibu kota..

Tapi after all..
Gue nggak bisa benci negara ini..
Gue bakal selalu kangen dan kangen lagi..
Biarpun mungkin, yang gue cinta, hanya ilusi...

-happy belated independence day,hon..- (which i spent watching dvd all day long =p)

Wednesday, August 15, 2007

Gosip

Satu hal yang nggak bisa dihindarin dari kerja di lingkungan yang didominasi perempuan adalah gosip.
Mulai dari gosip artis dalam negeri di infotainment, gosip artis luar negeri di E Channel,gosip petinggi-petinggi di manajemen, sampai gosip temen sekantor...

Dan alangkah nggak enaknya kalau habis ngedenger gosip tentang seseorang pas makan siang, ternyata dia duduk di sebelah kita pas lagi meeting sesudahnya...

Tapi lebih nggak enak lagi kalau suatu hari kita masuk ke kantor disambut dengan tatapan aneh dari orang-orang...dan baru sadar kalau kali ini, kitalah yang menjadi sasaran gosip..Huks.

Thursday, July 19, 2007

My Best Friend's Wedding

I still remember..the good old days when we've become friends..
Two giggling girls in blue and white uniforms..
Sitting at the back of the class..exchanging letters and song lyrics..
Chatting in the phone until our parents got mad (although we've just met a few hours earlier at school!)..

And girl, how we're struggling together..Trying to be part of the high school frenziness..Getting our hearts broken and mending it again..Freaking out everytime the report card got out..

College days were a lot harder..And although we've made many new friends..we're still keeping it up with each other..Me, with my complicated relationships..and you, with your one and only love..

And sometimes, I miss those great days..When we're talking and talking about life and everything..Not about jobs, money or the future, but basically about anything that can make us feel comfortable..we're not alone, that's the most important thing.

But here I am, watching you in your beautiful kebaya, with your guy by your side (yup, still the same partner!), feeling very happy for you..And it's okay, if we have to talk about marriage..and jobs..and future..as long as we're still good friends, being there for each other in thick and thin..I can deal with that...=)