Pernah makan steak yang enak banget tapi pisaunya tumpul? Atau nonton film keren di bioskop tapi gambarnya burem?
Rasanya sama seperti ngelakuin pekerjaan yang kita suka tapi di tempat yang nggak menyenangkan. Nggak menyenangkan di sini bukan berarti kantornya jelek, tapi lebih karena orang-orang di dalamnya (especially those top management guys) yang *sorry to say* bener" busuk...
Dan bingung banget waktu dihadapin dengan pilihan untuk mempertahankan pekerjaan yang kita suka (dengan kondisi makan hati di kantor) atau cabut dari sana (even without any guarantees that we'll find such a lovely job)...Well..making decisions is -indeed- always difficult...
Saturday, September 08, 2007
Tuesday, August 21, 2007
Benci, dan Cinta
Benci banget...
Sama sinetron kacangan yang ditayangin televisi setiap harinya..
Orang-orang yang menganggap dirinya artis hanya karena diburu-buru wartawan infotainment..
Film-film Indonesia yang membludak, yang kalo nggak mengekspos hantu, ya cerita cinta picisan anak smu..
Benci banget...
Sama kemacetan Jakarta..
Mobil-mobil yang banyak banget, peraturan 3 in 1 yang nggak ngefek sama sekali, serbuan motor yang merajalela..
Kopaja yang kondisinya udah nggak layak pakai..busway yang jumlahnya dikit banget, nggak ngerti deh uangnya dikorupsi sama siapa dan lari ke mana..
Benci banget...
Sama serbuan mal di mana-mana..
Toko-toko bermerk dunia yang satu barangnya mencapai harga sekian juta..
Ribuan orang yang tiap harinya berusaha berpenampilan minimal dengan mango ataupun zara..
Benci banget...
Sama koruptor yang masih berjaya,
Janji-janji palsu pejabat negara..
Seribu satu masalah di ibu kota..
Tapi after all..
Gue nggak bisa benci negara ini..
Gue bakal selalu kangen dan kangen lagi..
Biarpun mungkin, yang gue cinta, hanya ilusi...
-happy belated independence day,hon..- (which i spent watching dvd all day long =p)
Sama sinetron kacangan yang ditayangin televisi setiap harinya..
Orang-orang yang menganggap dirinya artis hanya karena diburu-buru wartawan infotainment..
Film-film Indonesia yang membludak, yang kalo nggak mengekspos hantu, ya cerita cinta picisan anak smu..
Benci banget...
Sama kemacetan Jakarta..
Mobil-mobil yang banyak banget, peraturan 3 in 1 yang nggak ngefek sama sekali, serbuan motor yang merajalela..
Kopaja yang kondisinya udah nggak layak pakai..busway yang jumlahnya dikit banget, nggak ngerti deh uangnya dikorupsi sama siapa dan lari ke mana..
Benci banget...
Sama serbuan mal di mana-mana..
Toko-toko bermerk dunia yang satu barangnya mencapai harga sekian juta..
Ribuan orang yang tiap harinya berusaha berpenampilan minimal dengan mango ataupun zara..
Benci banget...
Sama koruptor yang masih berjaya,
Janji-janji palsu pejabat negara..
Seribu satu masalah di ibu kota..
Tapi after all..
Gue nggak bisa benci negara ini..
Gue bakal selalu kangen dan kangen lagi..
Biarpun mungkin, yang gue cinta, hanya ilusi...
-happy belated independence day,hon..- (which i spent watching dvd all day long =p)
Wednesday, August 15, 2007
Gosip
Satu hal yang nggak bisa dihindarin dari kerja di lingkungan yang didominasi perempuan adalah gosip.
Mulai dari gosip artis dalam negeri di infotainment, gosip artis luar negeri di E Channel,gosip petinggi-petinggi di manajemen, sampai gosip temen sekantor...
Dan alangkah nggak enaknya kalau habis ngedenger gosip tentang seseorang pas makan siang, ternyata dia duduk di sebelah kita pas lagi meeting sesudahnya...
Tapi lebih nggak enak lagi kalau suatu hari kita masuk ke kantor disambut dengan tatapan aneh dari orang-orang...dan baru sadar kalau kali ini, kitalah yang menjadi sasaran gosip..Huks.
Mulai dari gosip artis dalam negeri di infotainment, gosip artis luar negeri di E Channel,gosip petinggi-petinggi di manajemen, sampai gosip temen sekantor...
Dan alangkah nggak enaknya kalau habis ngedenger gosip tentang seseorang pas makan siang, ternyata dia duduk di sebelah kita pas lagi meeting sesudahnya...
Tapi lebih nggak enak lagi kalau suatu hari kita masuk ke kantor disambut dengan tatapan aneh dari orang-orang...dan baru sadar kalau kali ini, kitalah yang menjadi sasaran gosip..Huks.
Thursday, July 19, 2007
My Best Friend's Wedding
I still remember..the good old days when we've become friends..
Two giggling girls in blue and white uniforms..
Sitting at the back of the class..exchanging letters and song lyrics..
Chatting in the phone until our parents got mad (although we've just met a few hours earlier at school!)..
And girl, how we're struggling together..Trying to be part of the high school frenziness..Getting our hearts broken and mending it again..Freaking out everytime the report card got out..
College days were a lot harder..And although we've made many new friends..we're still keeping it up with each other..Me, with my complicated relationships..and you, with your one and only love..
And sometimes, I miss those great days..When we're talking and talking about life and everything..Not about jobs, money or the future, but basically about anything that can make us feel comfortable..we're not alone, that's the most important thing.
But here I am, watching you in your beautiful kebaya, with your guy by your side (yup, still the same partner!), feeling very happy for you..And it's okay, if we have to talk about marriage..and jobs..and future..as long as we're still good friends, being there for each other in thick and thin..I can deal with that...=)
Two giggling girls in blue and white uniforms..
Sitting at the back of the class..exchanging letters and song lyrics..
Chatting in the phone until our parents got mad (although we've just met a few hours earlier at school!)..
And girl, how we're struggling together..Trying to be part of the high school frenziness..Getting our hearts broken and mending it again..Freaking out everytime the report card got out..
College days were a lot harder..And although we've made many new friends..we're still keeping it up with each other..Me, with my complicated relationships..and you, with your one and only love..
And sometimes, I miss those great days..When we're talking and talking about life and everything..Not about jobs, money or the future, but basically about anything that can make us feel comfortable..we're not alone, that's the most important thing.
But here I am, watching you in your beautiful kebaya, with your guy by your side (yup, still the same partner!), feeling very happy for you..And it's okay, if we have to talk about marriage..and jobs..and future..as long as we're still good friends, being there for each other in thick and thin..I can deal with that...=)
Tuesday, July 03, 2007
Hedonnya Hidup
I consider myself to be very lucky, karena gue udah dapet banyak kesempatan buat ngerasain hal-hal yang belum tentu semua orang bisa ngerasain..
Mulai dari jaman jadi wartawan politik, gue udah berkesempatan menjelajahi Indonesia dari mulai Pulau Kalimantan, Sulawesi, sampai ke ujung Papua..Gue juga ngerasa bersyukur banget dapet kesempatan sekolah ke Belanda, yang bikin gue sekaligus bisa berkunjung ke tempat-tempat dan negara-negara di sekitar Eropa, dari mulai ngubek-ngubek Museum Louvre di Paris sampai mengagumi keindahan kota Barcelona.
Dan sekarang, kesempatan-kesempatan itu datang lagi, setelah gue berkecimpung di dunia tulis-menulis majalah lifestyle. Menyenangkan memang, karena gue bisa makan di restoran yang nggak mungkin gue kunjungin kalau harus bayar sendiri, atau tinggal di hotel yang rasanya juga nggak bakalan gue lirik kalau berlibur dengan biaya pribadi...
My latest experience tentang kenikmatan hidup adalah minggu kemarin, dimana gue dapet kesempatan liputan bareng beberapa temen kantor ke Bali..Yang menyenangkannya, kita liputan seputaran makanan, hotel dan spa untuk edisi mendatang...
Dan memang bener, yang namanya uang, biarpun bukan segalanya, ternyata emang sangat berpengaruh besar untuk menikmati indahnya hidup...Kamar yang gue tinggalin di Hotel Bvlgari (daerah Uluwatu, yang adalah hotel Bvlgari kedua di dunia) misalnya, lengkap dengan private pool dan semua produk keluaran Bvlgari (mulai dari shampoo, sabun, sampai parfum), rate satu malamnya adalah US $1200, dan itu masih untuk low season...Sementara makan malam yang gue nikmatin di pinggir pantai Hotel 4 Seasons Jimbaran, harganya mencapai Rp 1 juta untuk tiap orang..Kebayang kan gimana rasanya kalau harus bayar dengan uang sendiri? Bisa-bisa makannya sambil nahan muntah (padahal rasa makanannya sih emang top banget...). Gitu juga dengan treatment spa yang gue dapet sebagai compliment dari Grand Hyatt..Enak banget, tapi kalo liat harga di menunya, mungkin hanya bisa gigit jari...
Sebenernya gue nggak anti dengan kenikmatan duniawi...Hanya aja, gue kadang masih suka bingung dengan orang-orang yang bisa ngeluarin uang demi memenuhi hedonnya hidup, kadang dengan jumlah yang nggak masuk akal..
Tapi...terserah masing-masing orang sih...Kalo gue pribadi, selama emang bisa menikmati semuanya (tanpa harus bayar!!!!hahaha), ya gue bakal menikmati dengan senang hati..=)
Mulai dari jaman jadi wartawan politik, gue udah berkesempatan menjelajahi Indonesia dari mulai Pulau Kalimantan, Sulawesi, sampai ke ujung Papua..Gue juga ngerasa bersyukur banget dapet kesempatan sekolah ke Belanda, yang bikin gue sekaligus bisa berkunjung ke tempat-tempat dan negara-negara di sekitar Eropa, dari mulai ngubek-ngubek Museum Louvre di Paris sampai mengagumi keindahan kota Barcelona.
Dan sekarang, kesempatan-kesempatan itu datang lagi, setelah gue berkecimpung di dunia tulis-menulis majalah lifestyle. Menyenangkan memang, karena gue bisa makan di restoran yang nggak mungkin gue kunjungin kalau harus bayar sendiri, atau tinggal di hotel yang rasanya juga nggak bakalan gue lirik kalau berlibur dengan biaya pribadi...
My latest experience tentang kenikmatan hidup adalah minggu kemarin, dimana gue dapet kesempatan liputan bareng beberapa temen kantor ke Bali..Yang menyenangkannya, kita liputan seputaran makanan, hotel dan spa untuk edisi mendatang...
Dan memang bener, yang namanya uang, biarpun bukan segalanya, ternyata emang sangat berpengaruh besar untuk menikmati indahnya hidup...Kamar yang gue tinggalin di Hotel Bvlgari (daerah Uluwatu, yang adalah hotel Bvlgari kedua di dunia) misalnya, lengkap dengan private pool dan semua produk keluaran Bvlgari (mulai dari shampoo, sabun, sampai parfum), rate satu malamnya adalah US $1200, dan itu masih untuk low season...Sementara makan malam yang gue nikmatin di pinggir pantai Hotel 4 Seasons Jimbaran, harganya mencapai Rp 1 juta untuk tiap orang..Kebayang kan gimana rasanya kalau harus bayar dengan uang sendiri? Bisa-bisa makannya sambil nahan muntah (padahal rasa makanannya sih emang top banget...). Gitu juga dengan treatment spa yang gue dapet sebagai compliment dari Grand Hyatt..Enak banget, tapi kalo liat harga di menunya, mungkin hanya bisa gigit jari...
Sebenernya gue nggak anti dengan kenikmatan duniawi...Hanya aja, gue kadang masih suka bingung dengan orang-orang yang bisa ngeluarin uang demi memenuhi hedonnya hidup, kadang dengan jumlah yang nggak masuk akal..
Tapi...terserah masing-masing orang sih...Kalo gue pribadi, selama emang bisa menikmati semuanya (tanpa harus bayar!!!!hahaha), ya gue bakal menikmati dengan senang hati..=)
Friday, June 22, 2007
Heroes

Bukan Peter Petrelli, Hiro Nakamura (although I'm a fan of him too..), apalagi Sylar si penjahat cemen...
Bukan juga Spiderman, Batman, atau Superman yang semuanya klise..
Buat gue, Superpippo tetep jadi my number one hero..
Udah telat, mungkin, karena kegilaan liga Champions dah lewat, dan sekarang lagi heboh-hebohnya nyambut Piala Asia..
Tapi biarinlah..sekarang bisa melepas masa pensiunnya dengan tenang...Sukur-sukur kalo bisa ngeliat dia main sekali lagi di Piala Eropa taun depan..
Tentang seribu julukan dari orang-orang..."dilahirkan dalam posisi offside", "raja diving sedunia", "pencipta gol-gol hoki"...bahkan kritik golnya di Piala Champions kemaren yang dihujat sebagai gol semi-handsball...Hmm..buat gue, julukan yang paling tepat tetep superpippo =)
*Maaf ya, postingan kali ini memang seratus persen narsis..hahaha..*
Monday, June 11, 2007
Having a PhD Mom...
...is not as bad as I thought...At least for me, despite her PhD degree, my mum is still a funky mum, a great companion to shop for clothes or browse the bookshops and DVD store..
She's still a big fan of Jack Bauer and really up to date with all seasons of 24 series..She's my friend to talk to in every stage of my life..the one who gave me one of the most precious advices ever..
Congratulations Mum, and hell yeah we're all so very proud of you...especially because we've been the witnesses of your struggle for the last 5 years...Ow, and please please please don't set the expectations too high..I don't think there are more PhDs coming in the family..We feel one PhD is enough already...=)
She's still a big fan of Jack Bauer and really up to date with all seasons of 24 series..She's my friend to talk to in every stage of my life..the one who gave me one of the most precious advices ever..
Congratulations Mum, and hell yeah we're all so very proud of you...especially because we've been the witnesses of your struggle for the last 5 years...Ow, and please please please don't set the expectations too high..I don't think there are more PhDs coming in the family..We feel one PhD is enough already...=)
Wednesday, May 23, 2007
No More Jessica Alba, Please..
Okay, I admit it.. It's kinda silly to get jealous with your boyfriend's Hollywood idols...But true, I'm sick with Hollywood candy-girls who have the greatest legs, fantastic bodies, with no act-talents whatsoever...
And what makes me wanna puke is every time me and my guy watched movies with Jessica Alba or Lindsay Lohan or Ali Larter in it...He started to become a jerk..A shallow guy with comments like, "Oh gosh..look at her legs!" or "Damn..she's so freakin sexy.." ARGH! Enough is enough...
And all I've ever done, every achievement I've had..It feels like nothing if he started to express his love of the beauty of women..And yes, I have talked to him about his shallowy attitude..But you know the answer?
"I'm not shallow..I'm just a guy...Guys will be guys..We adore beauty of women..You have to accept it..And if I'm shallow..I've chosen any girl with great legs and no brain..But at the end, I chose you, rite? You've won...if there was even a competition..."
And damn it, I was speechless. Just noted in my heart, next time I will never ever watch Into The Blue, Sin City, or any movies with Jessica Alba in it, with him by my side...*sigh*
And what makes me wanna puke is every time me and my guy watched movies with Jessica Alba or Lindsay Lohan or Ali Larter in it...He started to become a jerk..A shallow guy with comments like, "Oh gosh..look at her legs!" or "Damn..she's so freakin sexy.." ARGH! Enough is enough...
And all I've ever done, every achievement I've had..It feels like nothing if he started to express his love of the beauty of women..And yes, I have talked to him about his shallowy attitude..But you know the answer?
"I'm not shallow..I'm just a guy...Guys will be guys..We adore beauty of women..You have to accept it..And if I'm shallow..I've chosen any girl with great legs and no brain..But at the end, I chose you, rite? You've won...if there was even a competition..."
And damn it, I was speechless. Just noted in my heart, next time I will never ever watch Into The Blue, Sin City, or any movies with Jessica Alba in it, with him by my side...*sigh*
Sunday, May 20, 2007
The Namesake
Sebenernya novel karangan Jhumpa Lahiri ini udah lumayan lama terbitnya, tapi emang gue baru punya waktu buat baca akhir" ini, setelah agak lama vakum baca buku dan lebih memilih untuk nonton DVD =)
Baca novel ini seperti lagi ngaca..Ceritanya berkisar tentang seorang anak India kelahiran Amerika, yang mengalami berbagai tahap krisis identitas dalam kehidupannya, antara akar budaya lama yang semakin memudar dan pengaruh dari budaya Amerika tempat dia dilahirkan, dan yang paling utama, nama yang dikasih orang tuanya, yang anehnya bukan nama India, tapi juga bukan nama Amerika, melainkan nama Rusia.
Dan ngomongin soal nama, banyak pengalaman gue tentang hal yang satu ini. Gue nggak ada masalah sama sekali dengan nama pemberian orang tua gue, biarpun kadang berharap punya nama yang lebih eksklusif, nggak pasaran, atau setidaknya ada sejarahnya yang lebih jelas. But it's okay, I'm fine with that...
Yang bikin gue suka bingung sendiri adalah nama keluarga yang gue sandang, yang notabene adalah nama keluarga dari pihak bokap, yang jelas-jelas merupakan salah satu famili keturunan Tionghoa. Membawa nama berbau-bau Cina, kadang bikin gue sedikit bingung. Tampang gue nggak menunjukkan adanya darah Cina sedikitpun, mata gue nggak sipit, kulit gue nggak putih-putih banget, dan bahkan rambut gue bertekstur keriting.
Jaman sekolah dulu, gue nggak pernah bawa-bawa nama keluarga. Gue selalu ngerasa nggak bisa menjadi bagian total dari kelompok manapun. Gue pernah pacaran sama cowok yang berasal dari keluarga keturunan Cina yang masih sedikit "totok", and in spite of my family name, keluarganya nggak setuju dengan pilihan anaknya karena gue "bukan orang Chinese"...
Di lain pihak, lucu juga kalo inget-inget temen-temen gue yang non-keturunan, yang kalo udah ngumpul kadang suka bikin joke" kasar berbau" rasialis, tanpa inget kalo ada gue yang sebenernya masih setengah Cina. Dan gue berusaha biasa aja sama semua becandaan itu, sama penerimaan yang setengah-setengah dari orang-orang, dan bahkan sama julukan Ciba (Cina-Batak!!) yang dikasih temen-temen gue jaman SMU.
Sampai akhirnya gue lulus kuliah, somehow gue ngerasa, nama gue juga yang membentuk identitas gue menjadi seperti sekarang. Gue capek sembunyi di balik ke-bunglon-an gue..menyembunyikan nama utuh gue karena gue males dapet pertanyaan macem" dari orang"...Dan begitulah...gue go public..di setiap artikel yang gue tulis, berita yang gue bikin, nama keluarga itu pun muncul.
Biarpun banyak pertanyaan yang sering diajukan orang-orang, mulai dari bos gue waktu gue interview (Astrid Lim? But you don't look like a Chinese..) pembaca artikel gue di majalah, bahkan MC di salah satu acara waktu memanggil nama gue karena dapet doorprize. Tapi itulah bagian dari diri gue, dari hidup gue, dari identitas gue...And I think I can deal with it =)
Baca novel ini seperti lagi ngaca..Ceritanya berkisar tentang seorang anak India kelahiran Amerika, yang mengalami berbagai tahap krisis identitas dalam kehidupannya, antara akar budaya lama yang semakin memudar dan pengaruh dari budaya Amerika tempat dia dilahirkan, dan yang paling utama, nama yang dikasih orang tuanya, yang anehnya bukan nama India, tapi juga bukan nama Amerika, melainkan nama Rusia.
Dan ngomongin soal nama, banyak pengalaman gue tentang hal yang satu ini. Gue nggak ada masalah sama sekali dengan nama pemberian orang tua gue, biarpun kadang berharap punya nama yang lebih eksklusif, nggak pasaran, atau setidaknya ada sejarahnya yang lebih jelas. But it's okay, I'm fine with that...
Yang bikin gue suka bingung sendiri adalah nama keluarga yang gue sandang, yang notabene adalah nama keluarga dari pihak bokap, yang jelas-jelas merupakan salah satu famili keturunan Tionghoa. Membawa nama berbau-bau Cina, kadang bikin gue sedikit bingung. Tampang gue nggak menunjukkan adanya darah Cina sedikitpun, mata gue nggak sipit, kulit gue nggak putih-putih banget, dan bahkan rambut gue bertekstur keriting.
Jaman sekolah dulu, gue nggak pernah bawa-bawa nama keluarga. Gue selalu ngerasa nggak bisa menjadi bagian total dari kelompok manapun. Gue pernah pacaran sama cowok yang berasal dari keluarga keturunan Cina yang masih sedikit "totok", and in spite of my family name, keluarganya nggak setuju dengan pilihan anaknya karena gue "bukan orang Chinese"...
Di lain pihak, lucu juga kalo inget-inget temen-temen gue yang non-keturunan, yang kalo udah ngumpul kadang suka bikin joke" kasar berbau" rasialis, tanpa inget kalo ada gue yang sebenernya masih setengah Cina. Dan gue berusaha biasa aja sama semua becandaan itu, sama penerimaan yang setengah-setengah dari orang-orang, dan bahkan sama julukan Ciba (Cina-Batak!!) yang dikasih temen-temen gue jaman SMU.
Sampai akhirnya gue lulus kuliah, somehow gue ngerasa, nama gue juga yang membentuk identitas gue menjadi seperti sekarang. Gue capek sembunyi di balik ke-bunglon-an gue..menyembunyikan nama utuh gue karena gue males dapet pertanyaan macem" dari orang"...Dan begitulah...gue go public..di setiap artikel yang gue tulis, berita yang gue bikin, nama keluarga itu pun muncul.
Biarpun banyak pertanyaan yang sering diajukan orang-orang, mulai dari bos gue waktu gue interview (Astrid Lim? But you don't look like a Chinese..) pembaca artikel gue di majalah, bahkan MC di salah satu acara waktu memanggil nama gue karena dapet doorprize. Tapi itulah bagian dari diri gue, dari hidup gue, dari identitas gue...And I think I can deal with it =)
Monday, May 14, 2007
Outsider
Pernah ngerasa jadi outsider? Even di antara orang-orang yang setiap hari barengan kamu? Yang kamu pikir udah kamu kenal dan bisa ngertiin kamu?
Gue jarang banget ngerasa bener" jadi a part of something...Kelompok tertentu, orang-orang tertentu, gank tertentu...Dari dulu gue cuman punya segelintir temen deket, dan meskipun temen" main gue banyak, jarang yang bisa bikin gue ngerasa sangat" nyaman...
Menurut test psikologi MBTI, gue termasuk karakter yang introvert, lebih banyak mengandalkan sense daripada intuisi, seorang feeler instead of thinker, dan selalu menunda sampai saat terakhir dalam melakukan sesuatu (termasuk mengambil keputusan).
Mungkin, dengan karakter yang seperti itu, gue emang lebih sering ngerasa jadi outsider...Dan adaptasi, kadang menjadi proses yang sangat melelahkan buat gue...
Gue jarang banget ngerasa bener" jadi a part of something...Kelompok tertentu, orang-orang tertentu, gank tertentu...Dari dulu gue cuman punya segelintir temen deket, dan meskipun temen" main gue banyak, jarang yang bisa bikin gue ngerasa sangat" nyaman...
Menurut test psikologi MBTI, gue termasuk karakter yang introvert, lebih banyak mengandalkan sense daripada intuisi, seorang feeler instead of thinker, dan selalu menunda sampai saat terakhir dalam melakukan sesuatu (termasuk mengambil keputusan).
Mungkin, dengan karakter yang seperti itu, gue emang lebih sering ngerasa jadi outsider...Dan adaptasi, kadang menjadi proses yang sangat melelahkan buat gue...
Subscribe to:
Posts (Atom)