Salah satu unsur paling penting - sekaligus paling sulit - dalam proses mencintai seseorang, adalah menerima. Yaa...menerima semua perbedaan yang ada, menerima hal-hal konyol dan menyebalkan yang sudah melekat erat dengan karakternya, bahkan menerima segala sesuatu yang sudah menjadi satu paket dengannya, seperti keluarga dan masa lalunya.
Well, buat gue, proses "menerima" tadi butuh waktu yang cukup panjang, apalagi saat menyangkut suatu hal yang sudah sejak lama merupakan "a big no-no" dalam hidup gue. Satu hal, yang sejak dulu....sudah membuat gue antipati. Mungkin namanya karma, gue malah bertemu, jatuh cinta, dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup gue, dengan seseorang yang justru merasa hal tersebut adalah jalan hidupnya.
Yep, lupakan yang namanya menerima, karena yang ada, awalnya kita berantem dan berdebat nggak ada habisnya. Sampai di satu titik, karena sudah terlalu capek, kita hampir memutuskan untuk menyudahi saja semuanya.
Tapi, jauhhhh dari dalam hati, ada suara yang mengusik gue. Kenapa sulit banget buat menerima, padahal nggak ada alesan bagi gue, selain karena gue sudah telanjur antipati dengan hal tersebut? Padahal lagi, hal itu justru bisa membuat dia menjadi orang yang lebih baik? Jadi, gue mencoba. Dan syukurlah, gue nggak pernah menyesal.
Well...it's not easy to love someone, just the way he is. But hey, I've tried, and it felt damn good to accept him with every flaw and every greatness he has.
dedicated for my guy, i'm glad we've tried!
Showing posts with label relationship. Show all posts
Showing posts with label relationship. Show all posts
Wednesday, September 03, 2008
Wednesday, May 23, 2007
No More Jessica Alba, Please..
Okay, I admit it.. It's kinda silly to get jealous with your boyfriend's Hollywood idols...But true, I'm sick with Hollywood candy-girls who have the greatest legs, fantastic bodies, with no act-talents whatsoever...
And what makes me wanna puke is every time me and my guy watched movies with Jessica Alba or Lindsay Lohan or Ali Larter in it...He started to become a jerk..A shallow guy with comments like, "Oh gosh..look at her legs!" or "Damn..she's so freakin sexy.." ARGH! Enough is enough...
And all I've ever done, every achievement I've had..It feels like nothing if he started to express his love of the beauty of women..And yes, I have talked to him about his shallowy attitude..But you know the answer?
"I'm not shallow..I'm just a guy...Guys will be guys..We adore beauty of women..You have to accept it..And if I'm shallow..I've chosen any girl with great legs and no brain..But at the end, I chose you, rite? You've won...if there was even a competition..."
And damn it, I was speechless. Just noted in my heart, next time I will never ever watch Into The Blue, Sin City, or any movies with Jessica Alba in it, with him by my side...*sigh*
And what makes me wanna puke is every time me and my guy watched movies with Jessica Alba or Lindsay Lohan or Ali Larter in it...He started to become a jerk..A shallow guy with comments like, "Oh gosh..look at her legs!" or "Damn..she's so freakin sexy.." ARGH! Enough is enough...
And all I've ever done, every achievement I've had..It feels like nothing if he started to express his love of the beauty of women..And yes, I have talked to him about his shallowy attitude..But you know the answer?
"I'm not shallow..I'm just a guy...Guys will be guys..We adore beauty of women..You have to accept it..And if I'm shallow..I've chosen any girl with great legs and no brain..But at the end, I chose you, rite? You've won...if there was even a competition..."
And damn it, I was speechless. Just noted in my heart, next time I will never ever watch Into The Blue, Sin City, or any movies with Jessica Alba in it, with him by my side...*sigh*
Thursday, April 26, 2007
Kapan Lulus?
"Dia nyebelin banget deh..Masa mau nonton konser-nya di Festival, sementara gue kan udah beli yang tribun..."
Itu keluhan singkat ade gue menjelang nonton konser Good Charlotte kemaren ini, yang ujung-ujungnya sempat berakhir dengan perang dingin.
Dan gue hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum miris, teringat pertengkaran gue sama cowok gue beberapa saat sebelumnya, menyangkut rencana-rencana masa depan..
"Pokoknya nggak mau tinggal di Bogor...Kalo nggak Jakarta, ya Bandung.." Sementara dia dengan kengototannya nggak mau beralih dari rencana tinggal di Bogor.
Masalahnya sama sebenernya...tapi materinya aja yang beda...Relationship is like a school...dengan masalah" sejenis tapi tingkat kesulitan yang lebih tinggi...And I wonder...kapan gue bisa bener" lulus...
Itu keluhan singkat ade gue menjelang nonton konser Good Charlotte kemaren ini, yang ujung-ujungnya sempat berakhir dengan perang dingin.
Dan gue hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum miris, teringat pertengkaran gue sama cowok gue beberapa saat sebelumnya, menyangkut rencana-rencana masa depan..
"Pokoknya nggak mau tinggal di Bogor...Kalo nggak Jakarta, ya Bandung.." Sementara dia dengan kengototannya nggak mau beralih dari rencana tinggal di Bogor.
Masalahnya sama sebenernya...tapi materinya aja yang beda...Relationship is like a school...dengan masalah" sejenis tapi tingkat kesulitan yang lebih tinggi...And I wonder...kapan gue bisa bener" lulus...
Tuesday, January 23, 2007
Wishes
Great health, lots of love, grateful heart, happy life, and another year full of blessings..
Happy birthday to you, have a blast big three O...=) Luph you much!
Happy birthday to you, have a blast big three O...=) Luph you much!
Sunday, October 29, 2006
Kamu
Iya, kamu..
Yang selalu nyela aku karna kegendutanku..
Yang sering bangunin aku dengan telfon"mu..
Dan memenuhi inbox-ku dengan SMS"mu..
Kamu..
Yang bikin hari"ku jadi berwarna..
Yang selalu bisa buat aku ketawa..
Dan berusaha untuk selalu ada..
Kamu..
Satu alasan untukku mencinta..
Dan yakin kalau semuanya akan baik" saja..
Kamu..
Aku kangen..
Yang selalu nyela aku karna kegendutanku..
Yang sering bangunin aku dengan telfon"mu..
Dan memenuhi inbox-ku dengan SMS"mu..
Kamu..
Yang bikin hari"ku jadi berwarna..
Yang selalu bisa buat aku ketawa..
Dan berusaha untuk selalu ada..
Kamu..
Satu alasan untukku mencinta..
Dan yakin kalau semuanya akan baik" saja..
Kamu..
Aku kangen..
Sunday, July 16, 2006
Teori Kebetulan
Dari dulu gue nggak pernah terlalu serius mikirin kebetulan-kebetulan yang mampir dalam hidup gue. Buat gue, semua yang harus terjadi ya memang harus terjadi, meski kadang ada hal-hal tertentu yang keterlaluan anehnya, seperti misalnya dua kali berturut-turut dalam sehari bertemu teman yang sudah lama nggak kelihatan , atau mendengar lagu kesayangan di radio yang berbeda dalam jangka waktu berdekatan.
Dan hari ini, kebetulan itu kembali terjadi. Ketika gue baru ngobrol online dengan seseorang dan membahas suatu hal yang bikin gue merasa sangat down, malamnya gue chatting dengan seorang teman lain yang ternyata, mengalami hal yang sama dalam waktu bersamaan pula.
Teman gue mulai berteori, katanya nggak ada hal yang terjadi hanya karena kebetulan. Semua ada maksudnya. Termasuk obrolan kita di saat mengalami kejadian serupa. Dan gue jadi berpikir, mungkin Tuhan memang sengaja mempertemukan gue dengan dia di dunia maya malam tadi, untuk saling menghibur satu sama lain, untuk sekedar mendengarkan impian masing-masing yang harus dikubur mulai saat itu.
Dan ingatan gue mundur jauh, ke hari-hari di mana gue masih sering merasa down akibat orang yang sama. Setiap kali, selalu ada orang yang menemani gue. Entah punya masalah yang sama, atau sekedar numpang lewat dalam hidup gue yang sedang berwarna biru. Tuhan memang baik. Dan gue mulai percaya, kebetulan itu mungkin memang nggak ada. Yang ada hanyalah hal-hal yang memang patut disyukuri karena selalu punya maksud tertentu dalam hidup kita.
Dan hari ini, kebetulan itu kembali terjadi. Ketika gue baru ngobrol online dengan seseorang dan membahas suatu hal yang bikin gue merasa sangat down, malamnya gue chatting dengan seorang teman lain yang ternyata, mengalami hal yang sama dalam waktu bersamaan pula.
Teman gue mulai berteori, katanya nggak ada hal yang terjadi hanya karena kebetulan. Semua ada maksudnya. Termasuk obrolan kita di saat mengalami kejadian serupa. Dan gue jadi berpikir, mungkin Tuhan memang sengaja mempertemukan gue dengan dia di dunia maya malam tadi, untuk saling menghibur satu sama lain, untuk sekedar mendengarkan impian masing-masing yang harus dikubur mulai saat itu.
Dan ingatan gue mundur jauh, ke hari-hari di mana gue masih sering merasa down akibat orang yang sama. Setiap kali, selalu ada orang yang menemani gue. Entah punya masalah yang sama, atau sekedar numpang lewat dalam hidup gue yang sedang berwarna biru. Tuhan memang baik. Dan gue mulai percaya, kebetulan itu mungkin memang nggak ada. Yang ada hanyalah hal-hal yang memang patut disyukuri karena selalu punya maksud tertentu dalam hidup kita.
Tuesday, May 02, 2006
Eternal Sunshine of The Spotless Mind
Kalau sedang dihadapkan sama sebuah masalah, kita jadi bisa melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.
Setiap orang punya masalah masing". Orang" optimis menyebutnya sebagai "tantangan". Tapi gue, simply call it "freaking annoying problem". Pendekatan orang ke masalahnya pun cenderung berbeda".
Seorang sahabat gue di tempat yang jauh bilang, yang perlu gue lakukan adalah berdamai dengan hidup gue sendiri. Try to find a proper place for myself..and live my life as if I would die tomorrow.
Seorang sahabat gue yang lain mengingatkan gue supaya mulai fair sama perasaan gue sendiri, dan jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain. Belajar untuk deal dengan perasaan gue, adalah satu hal yang sedari dulu sangat sulit untuk gue lakukan..
Seorang teman gue, orang Belanda yang sama sekali nggak tau masalah apa yang sedang gue alamin, pernah bilang kalo cara dia mengatasi masalah adalah dengan menjalaninya seolah nggak terjadi apapun. "The trick is to keep on breathing..."
Sementara adek gue, one of the few people that truly understand my way of thinking, bilang ke gue kalo "jangan dipikirin, karena these too shall pass..."
Ada cara yang mudah untuk mengatasi masalah, ada cara yang sulit. Ada jalan pintas yang bisa diambil, tapi ada juga pelajaran yang lebih berharga yang pantas untuk didapat. Ada rasa ingin memaafkan, namun tetap tidak bisa melupakan.
Tapi yang pasti, email dan sms, chatting dan percakapan telepon, obrolan tengah malam, atau dalam kata lain, teman-teman. Just to know that I'm not alone. Itu yang paling penting. And I could really have the eternal sunshine of my spotless mind...
Thanks guys...
Setiap orang punya masalah masing". Orang" optimis menyebutnya sebagai "tantangan". Tapi gue, simply call it "freaking annoying problem". Pendekatan orang ke masalahnya pun cenderung berbeda".
Seorang sahabat gue di tempat yang jauh bilang, yang perlu gue lakukan adalah berdamai dengan hidup gue sendiri. Try to find a proper place for myself..and live my life as if I would die tomorrow.
Seorang sahabat gue yang lain mengingatkan gue supaya mulai fair sama perasaan gue sendiri, dan jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain. Belajar untuk deal dengan perasaan gue, adalah satu hal yang sedari dulu sangat sulit untuk gue lakukan..
Seorang teman gue, orang Belanda yang sama sekali nggak tau masalah apa yang sedang gue alamin, pernah bilang kalo cara dia mengatasi masalah adalah dengan menjalaninya seolah nggak terjadi apapun. "The trick is to keep on breathing..."
Sementara adek gue, one of the few people that truly understand my way of thinking, bilang ke gue kalo "jangan dipikirin, karena these too shall pass..."
Ada cara yang mudah untuk mengatasi masalah, ada cara yang sulit. Ada jalan pintas yang bisa diambil, tapi ada juga pelajaran yang lebih berharga yang pantas untuk didapat. Ada rasa ingin memaafkan, namun tetap tidak bisa melupakan.
Tapi yang pasti, email dan sms, chatting dan percakapan telepon, obrolan tengah malam, atau dalam kata lain, teman-teman. Just to know that I'm not alone. Itu yang paling penting. And I could really have the eternal sunshine of my spotless mind...
Thanks guys...
Tuesday, April 25, 2006
Astrid Juga Manusia
When I thought that my heart couldn't feel any more hurt..
Voila, it hurts..
So much...
I'm too tired for this...
Just fucking tired.
Voila, it hurts..
So much...
I'm too tired for this...
Just fucking tired.
Monday, February 13, 2006
And it's all coming back...
ANDIEN - Akankah Mungkin
G Bm
Kuberikan seutuhnya
C D
Kasih sayang hanya padamu
G Bm
Ku bayangkan kemesraan
C D
Kan selalu menyertaiku
FM7 Am/D
Itupun tak cukup
FM7 D
Tuk buat kau bahagia
Reff: C Bm
Akankah mungkin kau menyadari
Am D
Sesungguhnya hati ini tlah kau miliki
C Bm
Akankah mungkin pernah terjadi
Am
Kau kembali padaku
C D
Dan berikan cinta untukku lagi
G Bm
Yang tak mungkinkah mengerti
C D
Kau selalu salahkan aku
G Bm
Yang ku pinta jangan engkau
C D
Samakan ku dengan yang dulu
FM7 Am/D
Apa yang terjadi
FM7 D
Kini kau telah pergi
Kembali ke: Reff
*Suddenly..all the memories are coming back...Thousands miles away...thousands days ago...But here I am now, with a totally different guy from him, singing happily as if this song means nothing for me...*
G Bm
Kuberikan seutuhnya
C D
Kasih sayang hanya padamu
G Bm
Ku bayangkan kemesraan
C D
Kan selalu menyertaiku
FM7 Am/D
Itupun tak cukup
FM7 D
Tuk buat kau bahagia
Reff: C Bm
Akankah mungkin kau menyadari
Am D
Sesungguhnya hati ini tlah kau miliki
C Bm
Akankah mungkin pernah terjadi
Am
Kau kembali padaku
C D
Dan berikan cinta untukku lagi
G Bm
Yang tak mungkinkah mengerti
C D
Kau selalu salahkan aku
G Bm
Yang ku pinta jangan engkau
C D
Samakan ku dengan yang dulu
FM7 Am/D
Apa yang terjadi
FM7 D
Kini kau telah pergi
Kembali ke: Reff
*Suddenly..all the memories are coming back...Thousands miles away...thousands days ago...But here I am now, with a totally different guy from him, singing happily as if this song means nothing for me...*
Wednesday, January 25, 2006
Clueless
Mungkin nggak sih, membagi hati untuk dua orang yang berbeda?
Mungkin nggak sih, menaruh harapan namun tak mau disakiti?
Mungkin nggak sih, mengambil keputusan tanpa harus mengorbankan?
Mungkin nggak sih, mencintai tanpa harus memiliki?
Mungkin nggak sih, menaruh harapan namun tak mau disakiti?
Mungkin nggak sih, mengambil keputusan tanpa harus mengorbankan?
Mungkin nggak sih, mencintai tanpa harus memiliki?
Wednesday, December 14, 2005
The Simple Truth
One big question yang ada dalam benak gue sekarang adalah tentang sebentuk rasa bertajuk cinta. Mungkin karena udah nyaris jam setengah tiga pagi, atau karena efek Baileys yang mulai naek ke otak gue, atau juga karena definisi International Aspects dalam tugas gue belum bertambah jelas, sementara deadlinenya kurang dari 48 jam lagi...
Pernah beberapa hari yang lalu, waktu lagi jalan", gue ngeliat ada satu poster lucu dipajang di toko. Posternya bergambar seorang cowok dan seorang cewek, masing" punya sebuah hati. Yang bikin dua sosok itu beda, hati si cewek terletak di daerah dada, seperti layaknya hati manusia berada. Sementara itu, hati si cowok berada tepat di daerah selangkangan. The Simple Truth, gitu judul poster itu. Singkat, tapi mengena, kalo menurut gue.
Bener" segampang itukah cowok menilai suatu hubungan? Hanya dari nafsu secara fisik? Karena kata teori, cowok emang lebih gampang memisahkan rasa cinta dan hubungan badan. It's totally a different thing for men. Sementara prinsip cewek, making love itu berarti bercinta, yang artinya melakukan hubungan dengan seseorang yang kita cinta.
Tapi apa bener semuanya bisa digeneralisasi? Bahwa cewek pasti tidak akan bercinta tanpa perasaan cinta, dan cowok tidak akan berpikir panjang untuk membawa seorang cewek ke ranjang, terlepas dari ada atau tidak perasaan sayang terhadap cewek itu...
Gue berada di tengah"...Gue masih percaya, kalo banyak cowok yang nggak seperti itu. Yang masih menghargai nilai" relationship...Yang masih mempertimbangkan perasaan cinta sebelum berpikir tentang tempat tidur... Dan yang masih mempunyai sebentuk hati di dalam dadanya...bukan di tempat yang lain..Semoga...
*Tapi gimana dengan cewek" yang justru sudah tidak punya hati di tempat yang semestinya ya?*
Pernah beberapa hari yang lalu, waktu lagi jalan", gue ngeliat ada satu poster lucu dipajang di toko. Posternya bergambar seorang cowok dan seorang cewek, masing" punya sebuah hati. Yang bikin dua sosok itu beda, hati si cewek terletak di daerah dada, seperti layaknya hati manusia berada. Sementara itu, hati si cowok berada tepat di daerah selangkangan. The Simple Truth, gitu judul poster itu. Singkat, tapi mengena, kalo menurut gue.
Bener" segampang itukah cowok menilai suatu hubungan? Hanya dari nafsu secara fisik? Karena kata teori, cowok emang lebih gampang memisahkan rasa cinta dan hubungan badan. It's totally a different thing for men. Sementara prinsip cewek, making love itu berarti bercinta, yang artinya melakukan hubungan dengan seseorang yang kita cinta.
Tapi apa bener semuanya bisa digeneralisasi? Bahwa cewek pasti tidak akan bercinta tanpa perasaan cinta, dan cowok tidak akan berpikir panjang untuk membawa seorang cewek ke ranjang, terlepas dari ada atau tidak perasaan sayang terhadap cewek itu...
Gue berada di tengah"...Gue masih percaya, kalo banyak cowok yang nggak seperti itu. Yang masih menghargai nilai" relationship...Yang masih mempertimbangkan perasaan cinta sebelum berpikir tentang tempat tidur... Dan yang masih mempunyai sebentuk hati di dalam dadanya...bukan di tempat yang lain..Semoga...
*Tapi gimana dengan cewek" yang justru sudah tidak punya hati di tempat yang semestinya ya?*
Monday, November 21, 2005
Bad Mood
Sometimes I just can't understand me. There are times that I feel so low, so gloomy, so dark, as if nothing wonderful could happen in my life.
Tonite is one of those times. I just want to be alone, I just couldn't get the jokes my housemates told me, I just want to hear the saddest song in my MP3 list, I just want to push everyone away from me, I just feel like I couldn't do anything right...
And as I wonder about my feeling, my memory bumps into something. Meeting I had with friends a few hours earlier, the way they treated him, the jokes they'd made about him, the worse things they said to him...
And suddenly I realize..I hate it when people do such things to him...Why cant they see him the way I see him? How come they just make fun of him?
And the biggest shock hit me. Why should I care about him so much? Why should I feel bad because of something that maybe he didn't even care?
The answer caught me right away. Because he means a lot to me. Now. Damn...
Tonite is one of those times. I just want to be alone, I just couldn't get the jokes my housemates told me, I just want to hear the saddest song in my MP3 list, I just want to push everyone away from me, I just feel like I couldn't do anything right...
And as I wonder about my feeling, my memory bumps into something. Meeting I had with friends a few hours earlier, the way they treated him, the jokes they'd made about him, the worse things they said to him...
And suddenly I realize..I hate it when people do such things to him...Why cant they see him the way I see him? How come they just make fun of him?
And the biggest shock hit me. Why should I care about him so much? Why should I feel bad because of something that maybe he didn't even care?
The answer caught me right away. Because he means a lot to me. Now. Damn...
Saturday, November 12, 2005
Skeptis
Dari beberapa temen yang ngobrol sama gue, hampir semua nggak percaya kalo Dr Azahari, buron nomer 1 di Indonesia yang namanya selalu dikaitin sama sejumlah peristiwa terorisme beberapa tahun terakhir, udah bener" tewas.
Semua mikir kalo itu hanya akal"an pemerintah aja...buat menaikkan kredibilitas, buat bikin masyarakat tenang, buat mengalihkan isu BBM dan lain-lainnya...
Dan gue jadi ikut mikir, apa bener kepercayaan kita sama pemerintah udah bener" ilang? Apa bener kita udah segitu skeptisnya sama pemerintah, sampe" setiap ada hal bagus yang menaikkan kredibilitas pemerintah, kita nggak percaya kalo itu emang bener" terjadi?
Skeptis..Berawal dari ketidakpercayaan terhadap hal" kecil, sampai akhirnya menganggap kalo semua hal penting nggak mungkin terjadi.
It happened to me..in the way I see relationship-thing. It never worked...And I doubt that it will ever work for me..Nggak ada orang yang tepat...Atau, ada orang yang tepat, tapi waktunya nggak tepat...Pada akhirnya, gue nggak bisa yakin lagi sama perasaan gue. Apa hanya sesaat? Apa hanya karena kesepian? And it makes me feel so bitter about relationship.
Kapan perasaan skeptis ini bakal berakhir?
Semua mikir kalo itu hanya akal"an pemerintah aja...buat menaikkan kredibilitas, buat bikin masyarakat tenang, buat mengalihkan isu BBM dan lain-lainnya...
Dan gue jadi ikut mikir, apa bener kepercayaan kita sama pemerintah udah bener" ilang? Apa bener kita udah segitu skeptisnya sama pemerintah, sampe" setiap ada hal bagus yang menaikkan kredibilitas pemerintah, kita nggak percaya kalo itu emang bener" terjadi?
Skeptis..Berawal dari ketidakpercayaan terhadap hal" kecil, sampai akhirnya menganggap kalo semua hal penting nggak mungkin terjadi.
It happened to me..in the way I see relationship-thing. It never worked...And I doubt that it will ever work for me..Nggak ada orang yang tepat...Atau, ada orang yang tepat, tapi waktunya nggak tepat...Pada akhirnya, gue nggak bisa yakin lagi sama perasaan gue. Apa hanya sesaat? Apa hanya karena kesepian? And it makes me feel so bitter about relationship.
Kapan perasaan skeptis ini bakal berakhir?
Wednesday, October 26, 2005
Are We Cool?
Hubungan sama mantan pacar emang gampang-gampang susah. Ada yang jadi musuhan kayak mahasiswa sama pemerintah, kerjanya saling jelek"in satu sama lain. Ada yang jadi berasa nggak kenal lagi, seakan" sekian lama waktu yang udah dilaluin bersama hanyalah sepotong mimpi nggak berarti.
Gue sendiri, kadang masih suka pengen tau kabar mantan" gue...Beberapa di antaranya udah lost contact sama gue...Ada juga yang masih sekedar tau-tau kabarnya doang, dan bahkan ada yang jadi salah satu sobat terdeket gue sekarang ini.
Kadang, kalo tiba" denger kabar tentang mantan gue yang udah lamaaa banget ilang dari hidup gue, gue suka heran sendiri. Kok bisa ya, dia berasa jauuhhh banget sekarang ini, he totally out of my life, padahal dulu dia pernah jadi orang yang paling berarti buat gue....
Beberapa kali gue selisihan jalan sama mantan" yang udah nggak ketauan jelas kabarnya. Ada yang udah mau nikah, ada yang sibuk meniti jalan menuju sukses, ada juga yang masih jomblo-jomblo bahagia.
Tapi yang paling bikin gue takjub adalah hubungan gue sama seorang mantan gue, yang dulu sepertinya nggak kebayang bakal bisa jadi seperti sekarang ini. Di mana gue bisa ikut seneng ngeliat dia bareng sama orang yang dia sayang, di mana gue bisa cerita apa aja mulai soal cita" gue sampe soal gebetan terbaru....
Dan setiap kali ngedenger lagunya Gwen Stefani, gue langsung inget sama dia...
And it's such a miracle that you and me are still good friends
After all that we've been through
I know we're cool
Gue sendiri, kadang masih suka pengen tau kabar mantan" gue...Beberapa di antaranya udah lost contact sama gue...Ada juga yang masih sekedar tau-tau kabarnya doang, dan bahkan ada yang jadi salah satu sobat terdeket gue sekarang ini.
Kadang, kalo tiba" denger kabar tentang mantan gue yang udah lamaaa banget ilang dari hidup gue, gue suka heran sendiri. Kok bisa ya, dia berasa jauuhhh banget sekarang ini, he totally out of my life, padahal dulu dia pernah jadi orang yang paling berarti buat gue....
Beberapa kali gue selisihan jalan sama mantan" yang udah nggak ketauan jelas kabarnya. Ada yang udah mau nikah, ada yang sibuk meniti jalan menuju sukses, ada juga yang masih jomblo-jomblo bahagia.
Tapi yang paling bikin gue takjub adalah hubungan gue sama seorang mantan gue, yang dulu sepertinya nggak kebayang bakal bisa jadi seperti sekarang ini. Di mana gue bisa ikut seneng ngeliat dia bareng sama orang yang dia sayang, di mana gue bisa cerita apa aja mulai soal cita" gue sampe soal gebetan terbaru....
Dan setiap kali ngedenger lagunya Gwen Stefani, gue langsung inget sama dia...
And it's such a miracle that you and me are still good friends
After all that we've been through
I know we're cool
Wednesday, October 12, 2005
One Fine Day
This was a great day...Had guest speaker from Nestle in my class, got lots of free chocolates...Yummy...
The wheather was nice, a little windy but with lovely sunshine all day long...I even didn't wear my jacket when taking a walk outside the campus.
Had a very nice evening, with nice conversation, a cup of choco plus a piece of taart, and a night walk around the city... (Bedankt ya Chris..)
And as I checked my mail when I got home, there's something in my Inbox. It's from him...
Excited, I opened the email. Nice, with words that as usual, always make me smile. But in the end, there's a line that made me think.
"You're my best friend, right?"
My smile was gone, and I felt a little cold. I am his friend. He is one of the best friend I've ever had. But why is it my heart suddenly feels so empty? What's wrong for being just a friend for him? What do I expect?
Damn!! Why is it a very simple question can ruin my one fine day??
The wheather was nice, a little windy but with lovely sunshine all day long...I even didn't wear my jacket when taking a walk outside the campus.
Had a very nice evening, with nice conversation, a cup of choco plus a piece of taart, and a night walk around the city... (Bedankt ya Chris..)
And as I checked my mail when I got home, there's something in my Inbox. It's from him...
Excited, I opened the email. Nice, with words that as usual, always make me smile. But in the end, there's a line that made me think.
"You're my best friend, right?"
My smile was gone, and I felt a little cold. I am his friend. He is one of the best friend I've ever had. But why is it my heart suddenly feels so empty? What's wrong for being just a friend for him? What do I expect?
Damn!! Why is it a very simple question can ruin my one fine day??
Wednesday, October 05, 2005
Mellowish...
After midnight...alone in my room...YM and MSN still on, but without anyone to talk to...Couple of sad songs play in MP3...John Legend, Ordinary People...Lemar, What About Love...Things come into my mind...The hugs, the kisses, the things he usually said when we're talking over the phone, the laugh, the smile and the long hard discussion...And suddenly, it hit me, I miss him...so much....
Wednesday, September 28, 2005
Dicari : Cowok Belanda!
Weekend kemaren ini, gue dan oliv diundang makan" sama orang" indonesia kenalannya oliv. Kebetulan mereka adalah cewek" indo dengan range umur 25-40 taunan, dan udah merit sama cowok londo, yang artinya mereka udah menetap di belanda dalam itungan taun...
Selain urap, rendang, bihun dan opak, yang juga bikin malem itu seru adalah pembicaraan para istri yang berkisar seputar kehidupan berumah tangga dengan seseorang yang punya budaya dan latar belakang berbeda..
Cowok belanda itu, menurut mereka, sangat" berbeda dengan cowok indonesia. Terutama dalam hal kebebasan dan emansipasi. "Mereka itu sama sekali nggak nuntut kita apapun..termasuk soal kerja rumah tangga. Mungkin karna gerakan emansipasi di sini yang udah tinggi banget...", gitu cerita salah seorang mbak yang udah hidup bareng suaminya di belanda selama 6 taun.
Seorang mbak lainnya juga cerita, di sini dia nggak perlu watir kalau mau punya urusan sendiri, karna si suami bener" penganut aliran bebas. "Yang penting dia tau gue mau kemana, sisanya ya terserah gue...Mana mungkin coba kalo cowok indonesia kaya gitu?"
Gue hanya manggut" aja denger cerita mereka. Tapi seperti segala sesuatu di dunia ini, yang namanya kelebihan pasti aja diimbangin sama kekurangan. Trade off, gitu deh kira"... Dan bener aja, sesudah sibuk memuja-muji indahnya kehidupan pernikahan dengan suami londo, mereka mulai ngeluh tentang beratnya tinggal di negeri orang. Dari mulai culture yang beda, homesick, sampe susahnya hidup senang. Jauh dari keluarga dan temen", susahnya nyari kerjaan, winter yang bisa bikin jadi nyaris gila karna dinginnya gila"an...
Hmmm....is it worthed to have that kind of life? Suami penurut dan tidak menuntut...tapi harus rela ninggalin kampung halaman? Kalo gue sih...yaaa....tergantung cowoknya deh seganteng apaan, hahahahahaha.....
Selain urap, rendang, bihun dan opak, yang juga bikin malem itu seru adalah pembicaraan para istri yang berkisar seputar kehidupan berumah tangga dengan seseorang yang punya budaya dan latar belakang berbeda..
Cowok belanda itu, menurut mereka, sangat" berbeda dengan cowok indonesia. Terutama dalam hal kebebasan dan emansipasi. "Mereka itu sama sekali nggak nuntut kita apapun..termasuk soal kerja rumah tangga. Mungkin karna gerakan emansipasi di sini yang udah tinggi banget...", gitu cerita salah seorang mbak yang udah hidup bareng suaminya di belanda selama 6 taun.
Seorang mbak lainnya juga cerita, di sini dia nggak perlu watir kalau mau punya urusan sendiri, karna si suami bener" penganut aliran bebas. "Yang penting dia tau gue mau kemana, sisanya ya terserah gue...Mana mungkin coba kalo cowok indonesia kaya gitu?"
Gue hanya manggut" aja denger cerita mereka. Tapi seperti segala sesuatu di dunia ini, yang namanya kelebihan pasti aja diimbangin sama kekurangan. Trade off, gitu deh kira"... Dan bener aja, sesudah sibuk memuja-muji indahnya kehidupan pernikahan dengan suami londo, mereka mulai ngeluh tentang beratnya tinggal di negeri orang. Dari mulai culture yang beda, homesick, sampe susahnya hidup senang. Jauh dari keluarga dan temen", susahnya nyari kerjaan, winter yang bisa bikin jadi nyaris gila karna dinginnya gila"an...
Hmmm....is it worthed to have that kind of life? Suami penurut dan tidak menuntut...tapi harus rela ninggalin kampung halaman? Kalo gue sih...yaaa....tergantung cowoknya deh seganteng apaan, hahahahahaha.....
Saturday, September 10, 2005
Ironis
Lagi pengen banget makan mie, yang lewat malah tukang sate...Udah nunggu" hari first date sama dia, tau-tau ada jerawat baru...
Tinggal 5 menit sebelum ujian mulai, terjebak macet karna ada kecelakaan...
Ada final piala dunia di TV, entah kenapa pas dapet giliran mati listrik...
Mencari" cinta dalam hidup, tapi waktu ketemu, nggak bisa membalasnya...
Menemukan seseorang yang tepat, di saat kamu harus pergi jauh...
Seperti kata Allanis : Life has a funny way of sneaking up on you/ When you think everything's okay and everything's going right...
Tinggal 5 menit sebelum ujian mulai, terjebak macet karna ada kecelakaan...
Ada final piala dunia di TV, entah kenapa pas dapet giliran mati listrik...
Mencari" cinta dalam hidup, tapi waktu ketemu, nggak bisa membalasnya...
Menemukan seseorang yang tepat, di saat kamu harus pergi jauh...
Seperti kata Allanis : Life has a funny way of sneaking up on you/ When you think everything's okay and everything's going right...
Friday, August 26, 2005
Maaf
Tidak ada air mata
Atau kata-kata
Yang bisa ungkapkan
Penyesalan
Kucoba cari makna
Dibalik perasaan
Kupikir akan ada
Sedikit lega
Namun ternyata
Yang ada luka
Sampai kapan
Kuharus terbeban
Dengan maaf
Yang tak pernah terucap?
Atau kata-kata
Yang bisa ungkapkan
Penyesalan
Kucoba cari makna
Dibalik perasaan
Kupikir akan ada
Sedikit lega
Namun ternyata
Yang ada luka
Sampai kapan
Kuharus terbeban
Dengan maaf
Yang tak pernah terucap?
Saturday, August 20, 2005
Returning Love
Memberikan hati kita sepenuhnya untuk seseorang, nggak menjamin orang itu bakal melakukan hal yang sama pada kita...
Pelajaran itu gue dapetin lewat proses yang cukup nyakitin, dengan serangkaian denial dan pertanyaan-pertanyaan yang sampe sekarang belum kejawab...
Sampe akhirnya, gue harus ngalamin sendiri gimana susahnya mereturn cinta yang udah dikasih dengan tulus ikhlas sama seseorang...
Gue pikir, mungkin ini model"nya becandaan Yang Di Atas...
Di mana gue dikasih kesempatan untuk ngerasain dijatuhin cinta yang tulus, tapi tanpa pernah bisa ngembaliin itu dengan sepenuh hati...
Dulu gue pernah ngebahas ini sama beberapa temen gue : "Lebih enak dicintai atau mencintai sih?"
Jawabannya macem"..Ada yang milih untuk mencintai, karena toh seberapa pun nyakitinnya mencintai seseorang, lebih baik kita pernah ngerasain itu daripada enggak sama sekali..
Tapi gue pribadi dulu lebih memilih untuk dicintai, karena, apa sih yang lebih indah daripada punya seseorang yang mencintai kita apa adanya? Toh kita juga bisa belajar untuk mencintai dia lewat ketulusannya...
Ternyata, nggak segampang itu mengatur cinta jenis apa yang bakal kita alamin... Karena setiap cinta itu unik. Mencintai, atau dicintai, sama" punya sisi senang dan sakit. Dan berbahagialah orang" yang pernah ngerasain keduanya...
Pelajaran itu gue dapetin lewat proses yang cukup nyakitin, dengan serangkaian denial dan pertanyaan-pertanyaan yang sampe sekarang belum kejawab...
Sampe akhirnya, gue harus ngalamin sendiri gimana susahnya mereturn cinta yang udah dikasih dengan tulus ikhlas sama seseorang...
Gue pikir, mungkin ini model"nya becandaan Yang Di Atas...
Di mana gue dikasih kesempatan untuk ngerasain dijatuhin cinta yang tulus, tapi tanpa pernah bisa ngembaliin itu dengan sepenuh hati...
Dulu gue pernah ngebahas ini sama beberapa temen gue : "Lebih enak dicintai atau mencintai sih?"
Jawabannya macem"..Ada yang milih untuk mencintai, karena toh seberapa pun nyakitinnya mencintai seseorang, lebih baik kita pernah ngerasain itu daripada enggak sama sekali..
Tapi gue pribadi dulu lebih memilih untuk dicintai, karena, apa sih yang lebih indah daripada punya seseorang yang mencintai kita apa adanya? Toh kita juga bisa belajar untuk mencintai dia lewat ketulusannya...
Ternyata, nggak segampang itu mengatur cinta jenis apa yang bakal kita alamin... Karena setiap cinta itu unik. Mencintai, atau dicintai, sama" punya sisi senang dan sakit. Dan berbahagialah orang" yang pernah ngerasain keduanya...
Subscribe to:
Posts (Atom)